Connect with us

Hukum

Lesnussa : Saya Tuntut PD Panca Karya Ganti Rugi Lahan di 15 Titik

Published

on

AMBON, DM. COM,-Swingly Lesnussa, pemilik lahan di 15 titik dari 17 titik, Dusun7, Desa Labuang, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), tetap menuntut Perusahaan Daerah (PD) Panca Karya, ganti rugi.

Sebab lokasi, Hak Pengusahaan Hutan (HPH) untuk penebangan ribuan  pohon oleh Perusahaan milik pemerintah provinsi Maluku itu, sah milik Lesnussa.”Jadi di lokasi Wangkamerat, tidak masalah. Yang saya tuntut ganti rugi itu di 15 titik dari 17 titik yang belum dibayar kepada kami,”kata Lesnussa, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Rabu (31/8/2022).

Pernyataan Lesnussa sekaligus menepis pernyataan Direktur PD Panca Karya, Rusdi Ambon, kalau pihaknya masuk tebang pohon di Wangkamerat baru kerjasama dengan Lesnussa.”Kalau di Wangkamerat itu nanti. Tapi kami menuntut ganti rugi di 15 titik sekitar 4000 hektar, karena PD Panca Karya masuk serobot tebang pohon. Makanya kami Minta ganti rugi,”tandasnya.

Lantas, punya bukti kepemilikan, dia mengaku, pihaknya memiliki bukti hukum dan saksi kalau lahan yang diserobot Perusahaan plat merah itu, miliknya.”Selain kami berencana gugat PD Panca Karya di pengadilan, kami sudah surati DPRD Provinsi Maluku, agar segera memanggil PD Panca Karya. Kami tuntut PD Panca Karya ganti rugi Rp  40 miliar,”tandasnya.

Bahkan, tutur dia, Direktur PD Panca Karya, Rusdi Ambon, sudah mengakui lahan di 15 titik itu miliknya dan bersedia ganti rugi.”Waktu itu kami ketemu di kediamanya 2020 lalu. Beliau bersedia ganti rugi. Makanya besoknya kami bertemu di kantor rapat dengan stafnya. Pak Rusdi meminta anak buahnya agar menghitung kerugian agar segera di bayar kepada kami. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Mereka justru mengaku salah bayar lahan, bukan kepada kami,”kesalnya.

Ketika disinggung, pengakuan Rusdi bahwa, ketika terjadi penyerobotan lahan dirinya belum memimpin perusahaan itu, dia mengaku, sebagai tangungjawab perusahaan harus melakukan ganti rugi.”Oke pimpinan beralih, tapi kewajiban perusahaan tidak boleh diabaikan. Jadi pak Rusdi, jangan lagi mempersulit kami,”ingatnya.

Dia juga menepis kalau PD Panca Karya melakukan penanaman kembali usai tebang pohon, dia mengaku, terjadi pembohongan publik. “Pak Rusdi bilang melakukan penebangan pohon kembali di lokasi penebangan tidak benar. Selama ini tidak ada penanaman pohon. Itu tidak benar,”tandasnya.

Sebagaimana diketahui, PD Panca Karya melakukan penebangan di 17 titik sekitar Tahun 2015 hingga 2017 lalu.(DM-02)


Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *