Connect with us

Unpatti

Mahasiswa KKN Unpatti Dituntut Berkontribusi Nyata Bagi Masyarakat

Published

on

AMBON,DM.COM,-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pattimura (Unpatti) dituntut tidak hanya unggul secara akademik, namun ilmu pengetahuan yang dimiliki setidaknya berdampak dan berkontribisi bagi kesejahteraan masyarakat didaerah ini.

Hal ino tercermin, setelah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pattimura menyelenggarakan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 52 Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 bagi 1.593 mahasiswa peserta KKN, dan 30 Dosen Pembimbing lapangan (DPL), yang berlangsung di Student Center FKIP, Rabu (1 April 2025).

Kegiatan itu dihadiri oleh Para Wakil Rektor, Dekan FISIP, Ketua dan Sekretaris LLPM, para Wakil Dekan, dan Mahasiswa KKN Angkatan 52 Gelombang II.

Tema KKN tahun ini “Mengembangkan UMKM Desa dan Pemahaman Hukum Melalui Program KKN Berdampak di Provinsi Maluku”. Kegiatann ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk terjun langsung dalam pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Wakil Ketua Pengelola KKN Unpatti, Dr. Semuel P. Ritiauw, S.Pd, M.Pd dalam laporannya mengatakan, sebanyak 1.593 mahasiswa peserta KKN Unpatti yang mengikuti pembekalan dengan tujuan utama difokuskan pada upaya untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dijelaskan bahwa tema yang diangkat dalam KKN kali ini sebagai bentuk penyesuaian/perubahan dari kemendiktisaintek yang berfokus pada kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap pembangunan.

“Sebanyak 83 desa ditetapkan sebagai lokasi KKN reguler yang akan mengimplementasikan program prioritas, sehingga berdampak sesuai dengan tema besar, ditambah satu kelompok KKN kolaborasi bersama PMI Ambon serta tiga kelompok KKN tematik berbasis program yang telah diusulkan. Implementasi mahasiswa KKN tahun ini akan ditempatkan pada wilayah Kota Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Sementara penempatan di Kota Ambon dibatasi hanya untuk mahasiswa tertentu dengan pertimbangan khusus,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa, dalam pengembangan inovasi, pelaksanaan KKN tahun ini juga didukung oleh sistem digital melalui aplikasi SipKKN yang dikembangkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Melalui sistem ini, seluruh proses mulai dari pendaftaran, pelaporan, hingga penilaian dilakukan secara terintegrasi.

“Program KKN tahun ini turut melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Maluku, serta Kantor Wilayah Kementerian Hukum. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat implementasi program di lapangan, khususnya dalam pengembangan UMKM desa dan peningkatan literasi hukum Masyarakat, sehingga mahasiswa juga diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait isu-isu strategis, seperti pengelolaan keuangan desa dan pemahaman terhadap regulasi hukum yang berlaku,” tandasnya.

Melalui pelaksanaan KKN ini beliau berharap, Universitas Pattimura mampu untuk terus mencetak mahasiswa yang adaptif, inovatif, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di Provinsi Maluku.

Sementara itu, Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd dalam mengawali sambutannya menegaskan pentingnya pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai sarana membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“KKN merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Kata rektor, mahasiswa yang telah menempuh proses akademik di kampus harus mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta sikap yang dimiliki secara langsung di tengah Masyarakat,” tandasnya.

“Mahasiswa harus menunjukkan bahwa mereka memiliki kapabilitas dan kompetensi untuk menyelesaikan berbagai persoalan ditengah masyarakat,” tegasnya.

Rektor menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggungjawab untuk mendukung program pemerintah, terutama dalam bidang ketahanan pangan, ketahanan energi, serta penguatan ekonomi berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Oleh karena itu, kegiatan KKN diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu juga, mahasiswa didorong untuk mampu mengidentifikasi potensi desa, seperti sektor pertanian, perikanan, pariwisata, hingga pengelolaan sumber daya lokal, guna dikembangkan menjadi peluang ekonomi yang produktif.

“Dengan bekal ilmu dan pengalaman di lapangan, mahasiswa diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi di desa,” ujarnya.

Rektor berharap agar seluruh peserta KKN dapat mengikuti kegiatan dengan baik serta menjaga nama baik institusi selama berada di lokasi pengabdian.

“Kegiatan pembekalan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat, sekaligus memperkuat peran Universitas Pattimura dalam mencetak generasi yang berdaya saing, inovatif, dan berdampak bagi pembangunan daerah maupun nasional.”pungkas Rektor.

Kegiatan pembekalan KKN tahun ini menghadirkan narasumber Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Provinsi Maluku yang diwakili oleh Bapak Fitrah Ambone., Kepala Kanwil Kemenkum Provinsi Maluku, Dr. Arman Anwar, M.Hum., Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt, M.Sc., Sekretaris LPPM, Dr. Sherly Lewerissa, S.Pi, M.P., dan Ketua Pengelola KKN, Prof. Ir. J. Leiwakabessy, M.S.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *