Pemkot Ambon
Maksimalkan Digitalisasi Pajak, PAD Kota Ambon 2025 Tembus Rp 214, 9 M

AMB0N,DM.COM,-Berbagai terobosan dan inovasi yang dilakukan Walikota dan Wakil Walikota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena dan Ely Toisuta, membangun kota ini diberbagai sektor mulai membuahkan prestasi menggembirakan.
Betapa tidak, meski baru memimpin 20 Februari 2025 lalu, Wattimena-Toisuta, terus “tancap gas dan marathon” membangun kota ini kearah yang lebih baik.
Buktinya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ambon, sepanjang tahun 2025 lalu berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 214,9 miliar.
Keberhasilan ini, setidaknya menjadi sinyal kuat membaiknya kinerja fiskal daerah, yang didorong oleh percepatan digitalisasi perpajakan serta penguatan pengawasan transaksi usaha selama ini di kota Ambon.
Atas dasar itu, Walikota Ambon Bodewin Melkias Wattimena mengaku, peningkatan PAD tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Ambon dengan masyarakat, khususnya para wajib pajak dan pelaku usaha serta stakeholder lainya.
“Harus diingat bahwa, PAD yang dicapai sebanyak Rp 214,9 miliar ini bukan sekadar abgka, namun bukti dari kerja sama yang baik antara Pemkot Ambon dan seluruh komponen masyarakat,”tandas Walikota, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Rabi (14/1/2026).
Walikota menrangkan, implementasi digitalisasi sistem perpajakan sejak awal 2025 membawa dampak signifikan terhadap peningkatan penerimaan daerah. Menurutnya, sistem yang terintegrasi membuat pelaporan dan pembayaran pajak menjadi lebih mudah, cepat, dan transparan serta akuntabel.
Apalagi, ingat mantan Sekwan DPRD Provinsi Maluku dan Penjabat Walikota Ambon itu, pihaknya melakukan penyederhanaan prosedur perpajakan serta menghadirkan berbagai kanal pembayaran, baik melalui platform daring maupun titik layanan yang tersebar di seluruh kecamatan di kota ini.
“Kami menghadirkan sistem yang praktis agar wajib pajak tidak lagi mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajibannya,”terangnya.
Selain digitalisasi, Pemkot Ambon juga memperkuat pengawasan dan pemantauan transaksi usaha di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, jasa, hingga industri kecil dan menengah (IKM). Tim khusus dibentuk untuk melakukan verifikasi data agar seluruh aktivitas ekonomi tercatat secara akurat.
“Pengawasan ini bukan untuk memberatkan pelaku usaha, tetapi untuk menciptakan keadilan dan iklim usaha yang sehat,” tegas Bodewin.
Unt itu, Walikota memastikan, seluruh pendapatan daerah yang dihimpun akan dimanfaatkan secara optimal untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta program-program kemasyarakatan.
Tak hana disitu, Pemkot Ambon berkomitmen untuk terus melakukan inovasi sistem perpajakan demi menjaga pertumbuhan PAD yang berkelanjutan. Edukasi dan pendampingan kepada wajib pajak juga akan terus ditingkatkan.
“Kami akan menghadirkan pelatihan dan pendampingan agar pelaku usaha semakin tertib dan mampu mengelola kewajiban perpajakannya dengan baik,”pungkas Walikota. (DM-04)