Connect with us

Ragam

Masih Berlakukan Ijin Masuk, Ratusan Calon Penumpang Tujuan MBD Terancam tidak Berangkat

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Sekitar seratusan calon penumpang KM Sabuk Nusantara (SN) 87 dari Kota Ambon menuju sejumlah wilayah di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) terancam tidak berangkat. Pasalnya, ketika mereka hendak membeli tiket di Kantor PELNI Ambon,tidak diperkenankan membeli tiket karena belum melaporkan nama mereka Satuan tugas (Satgas) Covid-19 MBD.

“Padahal, kami sudah Divaksin dan tes Rapid Antigen,”teriak salah satu calon penumpang KM SN 87 di halaman kantor PELNI Ambon, Sabtu (2/10/2021).

Sesuai pantauan DINAMIKAMALUKU.COM, Sabtu (2/10/2021) calon penumpang KM SN 87 tampak kebingungan. Padahal, kapal yang dikelola PT PELNI itu tinggal beberapa jam lagi berangkat dari Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

Salah satu anggota DPRD Maluku, Hengki Pelata, ketika berada di Kantor PELNI Ambon menyesalkan sikap Satgas MBD. “Negara mewajibkan Vaksinasi sudah vaksin. Negara juha mewajibkan Rapid Antigen calon penumpang sudah tes. Apasih kurangnya. Jangan rakyat dibuat begini. Kita lagi susah,”kesal Pelata.

Untuk itu, Ketua Fraksi Hanura DPRD Maluku itu, mendesak Bupati MBD, Benyamin Thomas Noach mencopot Orang Philipus dari Ketua Satgas Covid-19 MBD.”Kalau tidak mampu mengakomodir tugas-tugas gugus tugas dicopot saja. Masak saya kontak dia tidak menanggapi. Pimpinan model apa itu,”desaknya.

Ironisnya, kesal dia, Wakil Rakyat dari dapil MBD-KKT, petugas Satgas Covid-29 Ketika dihubungi bersikap seperti Bupati MBD.”Kabupaten dan kota lain tidak lagi mempersulit warga yang menuju dan kesana. Kenapa MBD masih memperlakukan ijin masuk,”kesalnya.(DM-02)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *