Connect with us

Politik

Menakar Peluang Wakil Rakyat Karpan Ingin “Berlaga” di Pilkada 2024

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Keinginan kuat anggota DPRD Provinsi Maluku, merebut kursi Bupati, Wakil Bupati, Walikota, dan Wakil Walikota, pada Pilkada serentak medio November 2024 mendatang, terus bertambah. Lantas, seberapa peluang mereka terpilih di kontestasi pesta demokrasi lokal itu ?

Sebelumnya sejumlah wakil rakyat terang-terangan sesumbar nyatakan kepada publik ingin berlaga di Pilkada 2024 mendatang. Namun, sebagian dari mereka diam-diam gencar konsolidasi seraya tidak ingin lebih dulu sesumbar di publik jika ingin maju merebut kursi Walikota, wakil walikota, bupati dan wakil bupati.

Berikut ini daftar panjang politisi di parlemen “Karpan” yang dipastikan mencalonkan diri dan dicalonkan oleh partai politik yang selama ini membesarkan nama mereka di kancah perpolitikan. Adalah, Richard Rahakbauw, Lucki Wattimury, Edwin Huwae, Jantje Wenno, Rovik Afifudin, Melkianus Sairdekut, Anos Yeremias,Temi Oersipuny, Samson Atapary, Asri Arman, Asis Hentihu, Ikram Umasugy, Gadis Umasugy, dan Javet Djemy Pattiselanno.

Rahakbauw, diberbagai kesempatan menyatakan kesiapannya maju merebut kursi Walikota Ambon. Politisi Partai Golkar ini sudah dua periode terpilih dari daerah pemilihan Kota Ambon. Politisi flamboyan ini dikenal dengan pendukung fanatiknya. Buktinya, progres perolehan suara pada Pileg 2014 hingga 2019 terus meningkat.”Saya siap rebut kursi Walikota. Saya sudah teruji. Apalagi, selama ini saya menyuarakan aspirasi warga Kota Ambon, “kata Rahakbauw, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, belum lama ini.

Jika Rahakbauw, sesumbar, beda dengan Wattimury, yang saat ini menjabat Ketua DPRD Provinsi Maluku ini, justeru tidak sesumbar ingin merebut kursi Walikota Ambon. Namun, politisi PDIP yang terpilih tiga periode dari daerah pemilihan Kota Ambon ini sepertinya siap jika kembali ditugaskan mencalonkan diri merebut kursi Walikota Ambon. Modal, pernah menjabat Ketua DPRD Kota Ambon, didukung fanatisme kader dan simpatisan PDIP tidak bisa dianggap remeh.

Begitu juga Huwae. Huwae, dikabarkan tidak tinggal diam. Setelah tidak lagi menjabat Ketua DPRD Maluku dan Ketua DPD PDIP Maluku, wakil rakyat asal Maluku Tengah, dua periode ini dikabarkan diam-diam “gerilya” konsolidasi ingin rebut kursi Walikota Ambon.

Tak ketinggalan, Wenno dikabarkan igin ikut konstestasi Pilwakot. Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, yang terpilih dari Partai Perindo dari daerah pemilihan Kota Ambon ini juga tidak bisa dianggap sebelah mata. Buktinya, perolehan suaranya di Pileg 2019 lalu, cukup signifikan.

Sementara Afifudin, lebih realistis. Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Muslim (HMI) Ambon ini tidak sesumbar merebut kursi Walikota Ambon. Sekretaris DPW PPP Maluku, baru terpilih dari daerah pemilihan Kota Ambon itu hanya incar posisi Wakil Walikota Ambon. Namun, mantan anggota DPRD Kota Ambon dua periode ini memiliki basis politik yang tidak bisa dianggap remeh.

Setelah Kota Ambon, sejumlah Wakil Rakyat dari daerah pemilihan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Maluku Barat Daya (MBD) ingin berlaga di Pilkada di dua daerah itu. Mereka adalah Sairdekut dan Yeremias. Sairdekut, saat ini disebut-sebut rival berat Bupati KKT Petrus Fatlolon di Pilkada KKT. Tiga periode menjabat angota dewan dari KKT-MBD, dengan basis suara signifikan dari KKT, menjadi modal utama politisi Partai Gerinda itu, mengalahkan Fatlolon, yang turun “tahta” sebagai Bupati KKT, 2022 mendatang. Apalagi, Sairdekut yang juga Wakil Ketua DPRD Maluku, kini menjabat Ketua Umum AMGPM, bisa jadi magnet electoral di Pilkada Daun Lolat”.

Tak kalah menarik, nama Yeremias juga ikut digadang-gadang atau dijagokan ikut Pilkada MBD rebut kursi Bupati MBD. Namun, wakil rakyat dari Partai Golkar ini sepertinya masih belum mengiyakan. Dia sepertinya masih lihat peluang sebelum menyatakan kesiapannya ingin merebut kursi Bupati MBD yang kini diduduki Benyamin Thomas Noach. Kendati begitu, kerja-kerja politik terus digalakkan untuk menarik simpati masyarakat di bumi “Kalwedo”.

Nama Oersipuny, juga sering dikaitkan dengan Pilkada Aru. Politisi Partai Hanura ini, juga digadang-gadang bakal merebut kursi Bupati Aru, setelah Johan Gonga, tidak lagi mencalonkan diri pada Pilkada Aru, 2024 mendatang setelah menjabat dua periode. Terpilih di daerah pemilihan Aru, Malra, dan Kota Tual, menjadi modal utama pengusaha Migas ini merebut kursi Bupati Aru.

Di Seram Bagian Barat, nama Atapary dan Arman, juga disebut-sebut. Atapary misalnya, Pilkada SBB 2017 lalu ikut merebut kursi Bupati SBB. Hanya saja, Atapary yang berpasangan dengan Shufi Majid, kalah dari Moh Yasin Payapo-Thimotius Akerina. Namun, belakangan ini nama Atapary, yang terpilih dua periode di dapil SBB kembali disebut-sebut bakal ikut Pilkada SBB.

Arman juga tidak bisa dianggap remeh. Politisi Partai Demokrat yang terpilih dua periode ini juga tidak dianggap remeh. Buktinya, dia terpilih dua periode di dapil SBB dengan perolehan suara yang cukup signifikan.”Nanti kita lihat situasi dilapangan,”kata Arman, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, belum lama ini ketika ditanya kemungkinan maju di Pilkada SBT.

Pilkada Kabupaten Buru, bakal diikuti 3 wakil rakyat dari daerah pemilihan Buru dan Bursel. Mereka adalah, Hentihu, Umasugy, dan Gadis. Nama Hentihu, sering santer dikaitkan dengan Pilkada Buru. Mantan anggota DPRD Buru beberapa periode itu, terpilih merebut kursi DPRD Maluku, 2019 lalu. Dia memiliki basis tradisional yang mengakar. Apalagi, dia kini menjabat Ketua DPW PPP Maluku. Kedekatannya dengan Gubernur Maluku, Murad Ismail, menambah “semangat” tempur Raja Petuanan Adat Leisela Pulau Buru itu, merebut kursi nomor 1 di bumi Bupolo.

Ikram Umasugy, juga punya peluang terbuka merebut kursi Bupati Buru, setelah Ramli Umasugy, dua periode memimpin daerah yang kaya dengan Minyak Kayu Putih itu. Modal dua periode menjabat anggota DPRD Buru dan dua periode terpilih menjabat anggota DPRD Provinsi Maluku, menjadi modal kuat politisi PKB itu semakin mantab merebut kursi Bupati Buru.

Tak kalah menarik, Gadis Umasugy. Politisi muda Partai Golkar ini meraih suara signifikan di daerah pemilihan Buru dan Bursel di Pileg 2019 lalu. Anak dari Bupati Buru, Ramli Umasugy ini didorong untuk menggantikan ayahnya. Basis Partai Golkar, didaerah itu menjadi kekuatan Gadis.

Terakhir, nama Pattiselanno, ikut mencuat di Pilkada SBT. Anggota Fraksi PDIP dari daerah pemilihan SBT ini, berkeinginan ikut Pilkada SBT. Dia ingin merebut kursi Bupati SBT, setelah Mukti Keliobas tidak lagi mencalonkan diri merebut kursi Bupati SBT, karena sudah menjabat dua periode. Modal, hasil perolehan suara pada Pileg 2019 lalu, menjadi modal kuat pengusaha ini merebut kursi Bupati SBT.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *