Politik
Merajut Kebersamaan di Natal, PDI Perjuangan Siap Menangkan Pemilu 2029 & 2031

AMBON,DM.COM,-Keluarga besar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Maluku, menggelar Natal. Natal yang penuh dengan suka cita dan kebersamaan melibatkan Pendeta dan Pastor bergantian memimpin ibadah yang digelar di rumah dinas Ketua DPRD Provinsi Maluku, Selasa (6/1/2026).

Natal Keluarga Besar PDIP Maluku bertemakan, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga.” Sementara Sub Tema : “Allah Menolong PDI Perjuangan Menang Pilpres dan Pemilu Legislatif 2029 Serta Kepala Daerah 2029 dan 2031.”
Hadir pada kesempatan Natal keluarga besar PDI Perjuangan Maluku, yakni sejumlah Pendeta Ruth Saiya, Pastor Lucky Kelwulan pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Maluku, pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Ambon, DPC PDI Perjuangan Maluku Tengah, DPC PDI Perjuangan Seram Bagian Barat, Pimpinan Anak Cabang PDI Perjuangan di Kota Ambon dan sebagian PAC PDIP Maluku Tengah, pengurus Ranting PDIP Kots Ambon, dan kader serta simpatisan partai berlambang Banteng Kekar Moncong Putih itu serta organisasi penyandang Disabilitas, anak-anak tiga panti asuhan, beserta tamu undangan lainya.
Ibadah Natal yang dipimpin Pendeta Ruth Saiya, diramaikan Paduan suara Orang Muda Katolik Paroki Santo Jacobus Ahuru, Solois Nn Veleta Tasik, solois Andi Pattiasina, vokal grup PDI Perjuangan Maluku, paduan suara Calvari, Paduan Suara DPC PDI Perjuangan Kota Ambon, dengan kidung pujian, dan pembacaan Puisi.
Sementara itu, pembakaran lilin Natal oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Nanci Purmiasa, perwakilan pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku.
Pembacaan Alkitab ibadah Natal terambil Perjanjian Baru Lukas 2 ayat 8 sampai 20 dengan judul Gembala-Gembala. Pendeta Ruth Saiya, dalam refleksi Natal Keluarga Besar PDIP Maluku mengatakan, baru kali pertama sebagai pendeta berhotbah di Gereja, mimbar Khotbah biasanya bertuliskan Betlehem, Haleluyah, Syalom dan lain-lain
“Tapi ini sejarah, ketika mimbar khotbah Natal Keluarga Besar PDI Perjuangan bertuliskan, PDI Perjuangan. Saya dari tadi duduk didepan mencoba mencerna dengan baik. Saya membuat nilai agar supaya khotbah ini menjadi kabar suka cita turut diberitakan PDI Perjuangan,”kata Saiya.
Saiya mengatakan, jika mendengarkan kabar baik atau suka cita tentu adalah kabar yang sering membuat tersenyum. “Coba semua senyum dolo. Kabar itu membuat kita bergembira lompat-lompat katakan Haleluyah,”terangnya.
Dia mengigatkan, semua punya pengalaman kabar baik apakah itu informasi berhasil seleksi atau naik jabatan, mungkin dipromosikan, anak diterima kerja, dan saldo direkening bertambah. “Apalagi teman minta nomor rekening. Atau kabar baik ajak makan siang gratis,”sebutnya.
Karena itu, ingat dia, kabar itu dialami para gembala yang sementara menjaga ternak mereka disaat malam. “Siapa yang menyampaikan kabar baik itu, malaikat Tuhan. Kabar baik itu adalah, hari ini telah lahir bagimu Jurus Slamat Sang Mesias di Kota Daut atau Betlehem,”jelasnya.
Dia mengaku, Natal Keluarga Besar PDIP Maluku, sedianya sebagai warga bangsa merenungkan teks Alkitab, mengapa kelahiran Yesus membuat para gembala pergi melihat tanda-tanda apa yang disampaikan para malikat.
“Tadi saya menyinggung Marhaen. Kehadiran bapak ibu para Marhaenis berjuang untuk rakyat kecil. Jika mendengarkan rintihan rakyat bapak dan ibu pergi melihat penderitaan mereka. Jangan tunggu viral baru ada keadilan. Mestinya suara para Marhaen menyuarakan apakah kita menjadi penyalur suka cita bagi mereka. Itu pilihan iman. Saya tidak perlu mengajar pejuang memegang senjata. Tapi saya yakin bapak itu pejuang yang luar biasa,”tandasnya.
Sementara Ibadah Natal Keluarga Besar PDI Perjuangan kemudian dilanjutkan oleh Pastor Lucky Kelwulan dengan doa syukur sekaligus mengakhiri Natal yang penuh dengan kekeluarhaan dan kebersamaan para kader dan simpatisan partai besutan Megawati Soekarno Putri itu.
Usai ibadah Natal, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, dalam sambutan mengatakan tema Natal yang diintegrasikan dari PGI dan KWI, yakni Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga, tidak hanya untuk intenal keluarga, tapi ada keluarga di negara dalam konteks yang luas ini yang mesti diselamatkan karena ada tercerberai karena bencana dan masalah kaadilan.”Nah, Perayaan Natal Keluarga Besar PDIP Maluku, bagian kita mengenang spirit kebersamaan kita ikut menyelamatkan keluarga kita,”kata Watubun.

Sementara terkait Sub tema Natal, Allah Menolong PDIP Menangkan Pilpres, Pileg, Pilkada 2029 dan 2031, kata Ketua DPRD Provinsi Maluku itu, meski belum ditetapkan negara, namun tahun politik 2029 mendatang, wajib menangkan Pilpres dan Pileg
“Apakah Pilpres dan Pileg bersamaan dengan Pilkada, tapi kita prediksi Pileg Provinsi dan kabupaten dan kora serta Pilkada digelar tahun 2031 mendatang, kita harus siap menangkan,”harap Watubun.
Terkait mimbar bergambar logo PDI Perjuangan, Watubun mengaku, mimbar Khotbah iti sengaja bagian depan diberikan lambang PDI Perjuangan karena partai berciri khas Merah itu terbuka bagi siapa saja termasuk bagi ibu Pendeta dan Pak Pastor.
“Kita tidak mempengaruhi mereka dari aspek moral dan spritual, tapi kita lebih peka dalam persoalan yang kita alami sehari-hari. Tentu tugas kita sebagai keluarga besar PDI Perjuangan, siap berkewajiban mendengar pesan moral dan suara-suara kenabian bagi kita semua,”tandasnya.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota Tual, Malra, dan Kepulauan Aru ini mengigatkan, bagi mereka refleksi bagian utuh kita untuk mengevaluasi kehidupan kita sepanjang 2025 lalu dan bagimana kita menapaki tahun 2026 ini dengan tapak-tapak sejarah kebaikan.
“Ini refleksi untuk kita laksanakan. Sebagai bagian yang utuh untuk kita merefleksikan, untuk kita mengevaluasi kehidupan kita sepanjang 2025 kemarin, dan bagaimana kita menginjakan kaki di tahun 2026 dengan tapak-tapak sejarah perbuatan baik kita. Kita mengenang prinsip-prinsip yang tentu yang memberikan nuansa terbaik bagi keluarga besar PDI Perjuangan,”paparnya.
Dia mengakui, tidak hanya berbicara soal politik, namun bicara soal kemanusiaan. “Dan kemanusiaan harus betul-betul memberikan ganjaran bagi kita untuk peka terhadap berbagai persoalan yang terjadi dilingkungan kita dirumah dan lingkungan kerja kita, tapi lingkungan berpolitik kita,”terangnya.
Untuk itu, dia mengajak, keluarga besar PDI Perjuangan termasuk organisasi penyandang Disabilitas. “Kenapa PDI Perjuangan mengundang penyandang Disabilitas dan ansk-anak panti asuhan, karena PDI Perjuangan menjadi motor penggerak lahirnya Perda Disabilitas di Provinsi Maluku,”bebernya.
Dia mengigatkan, salah satu pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Samson Atapary, ketika menjabat Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, mempercepat Perda Disabilitas. “Supaya tidak ada lagi kesenjangan dan diskriminasi dan perlakuan tidak baik bagi penyandang disabilitas. Sebab, kita lahir dengan martabat manusia yang sama dalam beraktivitas, tapi saling menjunjung tinggi martabat kita,”ingatnya.
Karenanya, dalam semangat kehidupan berbangsa dan bernegara, Natal kali ini mengundang organisasi penyandang Disabilitas. “Supaya mereka juga menikmati apa yang kita rasakan. Menikmati apa yang kita juga perjuangkan. Tapi juga merasakan suasana kebatinan kekeluargaan yang kita alami dalam kehidupan kita,”paparnya.
Tujuanya, lanjut Watubun, menegaskan garis perjuangan PDI Perjuangan tidak surut dan terus menerus melakukan kebaikan-kebaikan bagi semua insan manusia. “Termasuk kita implementasikan semua dalam seluruh praktek haris perjuangan kita. Makanya, tema Natal kali ini, Allah memberkati PDI Perjuangan untuk menang Pilpres, Pileg dan Pilkada untuk meraih kuasaan,”tegasnya.
Diakui, jika kekuasaan diraih, biarlah kekuasaan yang mengerjakan tugas-tugas kemanusiaan, tugas-tugas kebangsaan, tugas-tugas kerakyatan.”Kalau kita meraih kekuasaan, maka kekuasaan menangani orang dalam keadaan bencana. Bagaimana mempersiapkan orang menghadapi bencana dan seterusnya,”sebutnya.
Apalagi, ingat dia, pihaknya lahir dari Marhaenisme. Lahirnya dari rahimnya rakyat jelata. Lahirnya kaum termarjinal. “Tapi, mari kita sandingkan kekuatan kita, untuk memperjuangkan nasib setiap orang, dalam kehidupan bangsa ini. Kehidipan didaerah ini supaya kita berjuang sehingga kita sama-sama meningkatkan kesejahteraan kita dalam hari lepas hari bukan saja dirumah tapi dalam konteks kebangsaan kita dan dslam konteks keMalukuan kita,”imbuhnya.
Apalagi, lanjut dia, PDI Perjuangan dalam waktu dekat melakukan apel akbar untuk siaga bencana. “Karena kita tidak tahu kapan bencana itu datang. Tapi dalam bulan ini prediksi BMKG biasanya kita mengalami situasi yang tidak bersahabat. Maka tugas kita adalah mempersiapkan semua itu. Termasuk bagaimana memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, hak-hak masyarakat yang termarjinalkan, hak-hak orang yang masih terus berjuang kita melakukan yang terbaik. Paling tidak setitik nilai pun kita lakukan untuk kehidupan mereka. Karena orang pandai mengatakan, sebutir pasir dapat mendirikan tegaknya satu bangunan,. Jadi kita ini bagaikan butiran pasir, maka kita kumpulkam bangunan itu tegak dan menjadi ciri khas PDI Perjuangan untuk melakukan tugas-tugas itu”pungkasnya.
Setelah sambutan Watubun, DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku membagikan 530 paket Sembako kepada penyandang Disabilitas, anak panti asuhan dari Santo Josep dan Santo Maria Panti Asuhan Itakola, pengurus dan kader PDI Perjuangan di kota Ambon dan Maluku Tengah serta para awak media.
“Jadi paket Sembako yang kita bagikan 540 paket, karena PDI Perjuangan merayakan hari ulang tahun ke 53. Ini memiliki makna HUT PDI Perjuangan ke 53 yang dipusatkan di Jakarta. Mendahulinya kita menyerahkan paket Sembako ini. Semoga paket ini diterima dengan baik. Tidak dilihat dari nilainya, tapi tanggungjawab kita untuk memberi,”tambah Watubun.(DM-04)