Connect with us

Ragam

Murad Disebut Bakal Pilih Figur Ini Berpasangan di Pilgub Maluku ?

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Konstestasi pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Maluku, hampir pasti digelar 2024 mendatang. Meski tinggal tiga tahun “pesta” demokrasi lokal lima tahunan itu digelar, namun mulai ramai dibahas siapa bakal calon yang bakal berlaga di Pilgub.

Ini setelah sejumlah figur mulai dikaitkan dalam Pilgub Maluku. Salah satunya, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy. Nama Walikota Ambon, dua periode itu santer disebut-sebut bakal bertarung di Pilgub Maluku, setelah 2022 mendatang, mantan Ketua DPRD Maluku itu meletakan jabatanya sebagai Walikota Ambon dua periode.

Tak hanya itu, politisi senior Partai Golkar ini namanya sudah mencuat ketika Pilgub Maluku 2018 lalu. Dia disebut-sebut bakal mendampingi Murad Ismail, sebagai bakal calon Wakil Gubernur. Namun, informasimya Louhenapessy lebih memilih menjabat sebagai Walikota Ambon. Apalagi, dia baru saja memenangkan Pilwakot saat itu bersama Syarif Hadler 2017 lalu.

Namun, menghadapi Pilgub Maluku, 2024 mendatang Murad, sepertinya semakin mantap memilih Louhenapessy mendampinginya, setelah Murad dan Wakil Gubernur Maluku, tidak sejalan.”Memang Pak Walikota itu orangnya tenang dan memiliki segudang pengalaman, sehingga Pak Murad sepertinya lebih memilih beliau berpasangan di Pilgub. Saya kira semua orang tahu itu,”kata sumber DINAMIKAMALULU.COM, Minggu (14/3).

Apalagi, ingat dia, dua periode memimpin Kota Ambon, banyak prestasi dan kemajuan yang ditorehkan Lounapessy.”Beliau memang sangat matang dan berhasil, “terangnya.

Terpisah, salah satu elemen pemuda Kota Ambon, Semuel Putnarubun mengatakan, jika Ismail-Louhenapessy berpasangan merebut kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, periode 2024-2029, peluang mereka memenangkan Pilgub semakin terbuka, begitu juga pemerintahan dan pelayanan publik berjalan baik. Apalagi, Louhenapessy menurutnya, bisa diterima di semua kalangan.

Tak hanya itu, sebut pegiat anti korupsi itu, langkah mulus Louhenapessy “naik kelas” di Pilgub, karena selama kepemimpinanya nyaris tidak dikaitkan dalam dugaan tindak pidana korupsi. (DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *