Connect with us

Ekonomi

OJK Nyatakan Kinerja BM-Malut Cukup Baik Ditengah Covid-19

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan kinerja Bank Maluk dan Maluku Utara (BM-Malut) ditengah pandemi Covid-19 cukup baik. Ini setelah OJK melakukan pemeriksaan terhadap kinerja bank milik daerah itu sepanjang tahun 2020.

Komisaris Utama BM-Malut, Sam Latuconsina mengatakan, pihaknya baru saja exit meeting dengan pihak OJK, 17 Desember 2020. Kata dia, OJK menyampaikan hasil pemeriksaan Januari 2020 hingga September 2020, secara umum OJK menyampaikan kinerja Bank Maluku dan Malut cukup baik. “Jadi tidak ada flaut atau penyelewengan yang didapat,”kata Latuconsina, kepada wartawan, Senin (21/12).
Latuconsina didampingi Direktur Utama, Burhanudin Waliulu, Direktur Pemasaran Yetty Lukur, Direktur Kepatuhan Abidin, serta komisaris H. Nadjib Bachmid.

Itu berarti, jelas dia, kinerja BM-Malut, sangat baik dan tidak ada masalah ditengah pandemi Covid-19 sebagai bank yang diawasi.”Sebagai Komut yang dipercayakan pemegang saham, saya dan Pak Najib sebagai komisaris, mengapresiasi kinerja teman-teman direksi. Kordinasi teman-teman direksi dan komisaris juga cukup baik. Direksi melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, dewan komisaris memastikan tugas dan tanggungjawab direksi yang diamanatkan ,”terangnya.

Dikatakan, semua dilakukan terkait bisnis bank di tengah Covid-19. Untuk itu, pihaknya melakukan penyesuaian-penyesuaian sesuai bisnis bank.”Sekitar bulan Juni atau Juli 2020 kami sudah laporkan kepada pihak OJK. Setelah evaluasi dari OJK September 2020, alhamdulilah BM-Malut, tidak ada masalah,”terangnya.

Bahkan, sebut dia, yang direncanakan melebihi target. Dia berharap, kedepan kinerja direksi yang sangat luar biasa terus terjaga
“Kita berharap teman-teman di 21 cabang juga tunjukan kinerja yang baik,”harapnya.

Tak hanya itu, mantan Wakil Walikota Ambon ini juga menepis berbagai persoalan hukum yang dialamatkan kepada bank itu. Namun, ingat dia, persoalan itu sudah selesai secara internal bank.”Ini persoalan lama dan kita cuci piring. Tapi persoalan sudah selesai secara teknis perbankan,”ingatnya.

Dia mengaku, ada empat masalah yang sering diungkit terus-menerus. Dia mencontohkan, kasus pembelian lahan kantor perwakilan BM-Malut di kota Surabaya, secara teknis perbankan tidak ada masalah karena sudah dibatalkan. “Sudah disetujui pemegang saham, dibatalkan kalau lahan itu akan dijual. Tunggu waktu saja lahan itu dijual. Kalau ada persoalan hukum tidak lagi libatkan BM-Malut,”bebernya.

Yang berikut, kasus Reverse Repo . Menurut dia, kasus itu terjadi 2014 lalu. Saat ini menunggu pemeriksaan BPK. Ditegaakan, secara teknis perbankan kasus Repo sudah selesai. “Yang ada proses hukum terkait orang-orang yang telibat dalam kasus ini. Jadi tidak ada sangkut paut dengan BM-Malut,”ingatnya.

Kasus lain, yakni pembobolan ATM di Banda. Dijelaskan, kasusnya sudah selesai. “Pelakunya sudah diproses hukum dan proses perbankan sudah dilakukan. Jadi tidak ada masalah,”tandasnya.

Terakhir, lanjut dia, adalah kasus kredit macet Jusuf Rumatoras. Aset Rumatoras, telah disita.”Tapi Rumatoras, sudah menyerahkan diri. Kesanya ini kasus baru padahal, ini kasus lama. Jadi sesuai evaluasi dari OJK tidak ada kasus signifikan di BM-Malut,”tegasnya.

Direktur Utama BM-Malut, Burhanudin Waliulu mengatakan, meski pendemi Covid-19, pihaknya lalui dengan baik. Itu berarti, kata dia, dengan kondisi itu seluruh komponen dinilai baik. Bahkan, OJk nilai kinerja BM-Malut, sangat baik. “Toh ada kasus, itu dibawah tahun 2020. Jadi selama ini tidak ada kasus,”ingatnya.

Bahkan, kata dia, trend laba BM-Malut, semakin baik, sehingga kasus yang dialami tidak mempengaruhi kinerja bank itu. “Kinerja kita tahun 2020 dari sisi aset, realisaai Rp 8,6 trilyun. Rencana triwulan tiga 8,4 persen Tapi realisasi 9,5 persen. Artinya tumbuh 10 persen, sehingga capaian 103 persen. Dan akhir November 9 koma. Jadi dilihat dari capaian melebihi target yang ditetapkan,”paparnya.7

Untuk kredit triwulan tiga Rp 4, 9 trilyun. Bahkan, saat ini kredit mencapai Rp 4,91 trilyun. “Jadi Desember 2020 kita bisa penuhi rencana bisnisnya. Begitu juga total penghimpunan dana agak begitu besar. Jadi kita tetapkan Rp 5, 9 trilyun sudah capai Rp 7,9 trilyun. Artinya ada pencapaian 143. Tumbuhnya 22 persen yang secara nasional 6 persen kita sudah melebihi,”jelasnya.

Dari kinerja itu, lanjut dia, BM-Malut, mencapai pendapatan per triwulan tiga, Rp 79 miliar, saat ini mencapai Rp 187 miliar atau mencapai 104 persen.”Sesuai rencana bisnis akhir tahun mencapai 236 miliar dan berasa pada posisi November 2021 miliar. Jadi ada sekitar Rp 17 miliar lagi. Mudah-mudahan target laba tercapai. “Kita akan berikan pendapatan daerah kepada pemerintah daerah. Tahun kemarin kita berikan deviden kepada pemegang saham sekitar Rp 90 miliar,”terangnya.
JABAT DEVISI TREASURY
Sementara itu, Latuconsina menambahkan, Kepala Devisi Treasury PT Bank Maluku Pier E Mahulette diangkat sebagai Direktur Umum Bank Maluku Malut. Sementara Esterlina Nirahua sebagai komisaris Independen Bank Maluku Maluku.

Menurut Latuconsina, Mahulette dan Nirahua telah melalui proses fit and proper test oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Calon Direktur Umum Pier Mahulette dan Aperteny Haulussy dan sudah diputuskan di RUPS dan sudah disampaikan ke OJK, dan selanjutnya diproses fit and propert test nya termasuk calon independen yaitu, Esterlina Nirahua. Tiga  orang ini sudah fit and propert test di OJK, fit dan proper test nya sudah selesai, dan hasil fit sudah diterima oleh kami dan setelah dikonfirmasi oleh OJK, yang dinyatakan bisa diangkat jadi Direktur Umum adalah Pir E Mahulette, Aperteny ditolak oleh OJK, RUPS akang datang dipastikan bahwa Direktur Umum PT Bank Maluku dan Malut yang baru adalah Pier  Mahulette dan Komisaris independen yang baru adalah Esterlina Nirahua,” jelas Latuconsina

Dengan demikian, kata Latuconsina, dewan komisaris dan direksi PT Bank Maluku Malut sudah lengkap.
“Kita sudah lengkap tinggal satu saja komisaris independen, karena sebelumnya kami usulkan Ali Banjar ternyata oleh OJK dianggap belum memenuhi syarat untuk diangkat sebagai komisaris independen, sehingga yang bersangkutan diberikan waktu untuk nanti diusulkan lagi 6 bulan,” jelas Latuconsina.

Untuk penetapan Mahulette dan Nirahua, PT Bank Maluku Malut
“Untuk menetapkan Esterlina Nirahua dan Pier Mahulette maka akan dilaksanakan RUPS Luar Biasa tanggal 28 Desember, dan karena kondisi covid dan kesibukan akhir tahun pemegang saham, karena pemegang saham kami kepala-kepala daerah dan menjelang akhir tahun sangat sibuk, sehingga direncanakan RUPS akan digelar dua kali,” ujar Latuconsina.

RUPSLB, lanjut Latuconsina akan digelar dua kali yaitu, RUPS sirkuler dimana pihaknya akan membuat konsep untuk menetapkan Mahulette dan Nirahua.

“Jadi ini tinggal penetapan saja melalui RUPS sirkuler, kami akan ketemu dengan pak gubernur untuk meminta persetujuan dan jika gubernur setujui berarti Selasa (22/12) dokumen-dokumen sirkuler ini akan dikirim ke pemegang saham di masing-masing kabupaten/kota baik Maluku maupun Maluku Utara untuk mendapatkan persetujuan,” ujarnya.

Dan RUPS Sirkuler ini harus mendapatkan persetujuan dari 100 persen pemegang saham, “ kami kejar sehingga sampai tanggal 28 Desember komposisi kepengurus PT Bank Maluku Malut bisa terisi semua,” tuturnya sembari menambahkan pada RUPS berikutnya tahun depan akan diajukan surat permohonan pengunduran diri Direktur Utama Bank Maluku Malut, Burhanudin Waliulu dan mengajukan calon penganti.

Ketika ditanyakan calon penganti Burhanudin, Latuconsina mengatakan, ditetapkan dari luar Bank Maluku Malut.“Orangnya dari luar,” ujarnya. (DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *