Connect with us

Politik

Orno, Tetelepta & Latuconsina Tak Diusung, PDIP : Kewenangan Mutlak di Ibu Megawati

Published

on

AMBON,DM.COM,-Barnabas Orno dan Febri Calvin Tetelepta, selama ini optimis diusung PDIP, sebagai bakal calon Gubernur Maluku. Optimisme, Orno dan Tetelepta ini didasari kader partai berlambang Banteng Kekar Moncong Putih itu.

Sementara Said Latuconsina, ikut berproses di partai besutan Megawati Soekarno Putri itu, berharap dapat tiket ikut kontestasi di Pilkada serentak medio November 2024 mendatang, meski bukan kader partai itu.

Namun, Jefri Apoly Rahawarin, yang sejak awal tidak dijagokan karena non kader partai berciri khas merah itu, justeru mendapat restu Megawati Soakarno Putri berlaga di Pilkada merebut kursi Gubernur Maluku.

Orno selama ini dikenal kader PDIP tulen. Sebab, ketika menjabat Wakil Bupati Maluku Tenggara Barat, kini Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Bupati Maluku Barat Daya satu periode dan Wakil Gubernur Maluku diusung PDIP.

Sementara Tetelepta yang menjabat Deputi I Kepala Staf Presiden, baru masuk dan mengantongi kartu PDIP, selama ini paling percaya diri sesumbar bakal diusung partai itu.

Sedangkan, Latuconsina yang baru saja meninggalkan posisinya sebagai Danlantamal Ambon, secara alamiah berproses di PDIP, seraya berharap ada restu dari para petinggi PDIP termasuk Megawati, sebagai Ketum.

Lantas, apa yang mendasari Orno, Tetelepta, dan Latuconsina, tidak diusung PDIP yang meraih 8 kursi di DPRD Maluku ?

Sesuai sumber yang diperoleh DINAMIKAMALUKU.COM di DPP PDIP, Rabu (14/8/2024), disebutkan peluang mereka sangat terbuka untuk diusung, namun ada beberapa indikator yang menyebabkan DPP PDIP lebih memilih Rahawarin.

” Survey mereka rendah. Apalagi, tidak ada jaminan partai politik tambahan sesuai harapan,”sebutnya.

Tak hanya itu, surat tugas yang diberikan berlaku 2 minggu sejak tanggal diberikan ke tangan calon, tapi tidak maksimal. “Minimal ada tambahan 1kursi partai politik, sehingga ditambah 8 kursi dari PDIP memenuhi syarat pencalonan usung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku,”jelasnya.

Selain itu, ada pertimbangan strategis lain DPP PDIP usung Rahawarin. “Nah, yang penting itu soal penentuan bakal calon Gubernur mutlak wewenang ibu Ketum DPP PDIP,”jelasnya.

Sementara Rahawarin, lanjut kader PDIP itu, berbagai indikator dipenuhi mantan Pangdam XV/Pattimura itu. “Ya,survei tinggi, dan paling utama adalah penentuan bakal calon Gubernur Maluku, kewenangan mutlak ada di ibu Ketum DPP PDIP. Dan ini bukan di Maluku saja, tapi berlaku di seluruh Provinsi di Indonesia,”tekanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP), menggagendakan mengumumkan sejumlah calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung di Pilkada serentak medio November 2024 mendatang.

Proses pengumuman dilakukan di Kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2024) sekira pukul 10.00 WIB.

Sesuai surat undangan DPP PDIP yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Rabu (14/8/2014) yang ditandatangani Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun dan Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristianto, khusus Provinsi Maluku, bakal calon Kepala daeran yang diusung adalah Jefri Apoly Rahawarin, sebagai bakal calon Gubernur Maluku dan Benyamin Thomas Noach, sebagai bakal calon Bupati Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Namun, belum diketahui siapa bakal calon Wakil Gubernur Maluku yang bakal diusung PDIP yang memiliki 8 kursi di DPRD Provinsi Maluku mendampingi Rahawarin. Mantan Pangdam XV/Pattimura baru resmi mengantongi rekomendasi PDIP, sedangkan PPP dan sejumlah parpol lainya baru memberikan surat tugas.

Sementara Noach yang juga Bupati MBD kembali menggandeng Wakil Bupati MBD, Agustinus Kilikily sebagai bakal calon Bupati MBD. PDIP di MBD meraih 4 kursi di DPRD setempat. Saat ini Noach-Kilikily akrab disapa BTN-Ary telah mengantongi rekomendasi Partai NasDem (2 kursi), Perindo (1kursi), PAN (1 kursi), Partai Demokrat (2kursi). (DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *