Connect with us

Ragam

Pelajari Al Quran di Daerah “Minoritas,” LPTQ Harap KKT Juara Umum MTQ

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Kesiapan pemerintah dibarengi dengan dukungan komponen masyatakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) menyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXIX Tingkat Provinsi Maluku di Kota Saumlaki, 18 Maret 2022 mendatang, patut diapresiasi. Pasalnya, dengan penduduk KKT yang mayoritas beragama Kristen, dipastikan kegiatan keagamaan dua tahunan itu berjalan lancar dan sukses.

Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Maluku, DR Muhamat Marasabessy, ST, SP, M. Tech mengatakan, MTQ kali ini kebetulan dilaksanakan di Kabupaten yang penduduk Muslim hanya 6 persen.

Namun, Kadis PUPR Provinsi Maluku ini mengaku, pemerintah daerah dan masyarakat KKT sangat mendukung kegiatan yang mendorong umat Islam mempelajari kitab suci Al Quran  sebagai pedoman hidup dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini sangat luar biasa. Saya lihat koordinasi panitia MTQ dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, LPTQ, terkait kegiatan fisik dan desain kegiatan dengan kolaborasi yang sangat luar biasa,”kata Marasabessy, kepada DINAMIKAMALUKU. COM, Sabtu (5/3/2022).

Koordinator Balai-Balai Kementerian PUPR di Maluku ini juga menilai, dukungan dari Bupati KKT, Petrus Fatlolon dan jajaranya, untuk mensukseskan MTQ patut diapresiasi. Apresiasi yang sama juga diberikan kepada Widya Murad Ismail sebagai ketua dewan pengarah MTQ. “Beliau juga sangat memberikan perhatian penuh kepada panitia. Kami beberapa kali rapat bahkan saat rapat lewat Zoom, beliau diatas mobil berikan arahan yang sangat luar biasa agar MTQ di Saumlaki berjalan sukses,”terangnya.

Bahkan, mantan Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku dan mantan Pejabat di Kementerian PUPR itu mengaku, Widya sangat berharap, penyelenggaraan MTQ didaerah dengan penduduk minoritas Muslim ini bukan saja ajang lomba. “Tapi MTQ ini momentum merekatkan kembali persaudaraan, pela gandong, ditengah perbedaan. Jadi agama itu bagaimana kita sama-sama saling menggendong membangun Maluku, sebagaimana diharapkan dalam visi dan misi Pak Gubernur Maluku,’ingatnya.

Untuk itu, harap Marasabessy akrab disapa Pak Matt, para hakim harus disiplin dan jujur agar para peserta MTQ merasa puas. Dia bahkan, berharap, peserta MTQ dari KKT justeru juara umum.”Dari jumlah peserta yang terbanyak dari Kabupaten dan kota, saya lihat terbanyak dari KKT. Saya justeru berharap KKT dengan penduduk Muslim sedikit justeru juara umum. Dan ini menjadi kebanggaan bagi kita. Ini bisa torehkan sejarah, minoritas tapi bisa juara,”tandasnya.

Sekedar informasi, sebanyak 411 Kafilah dari 11 Kabupaten dan kota berlaga di MTQ Saumlaki, yakni Maluku Tenggara, 43 orang, Kota Ambon, 40 orang, Seram Bagian Barat, 41 orang, Buru, 33 orang, Aru, 30 orang, Buru Selatan, 36 orang, Maluku Barat Daya, 14 orang, Kota Tual, 44 orang, Seram Bagian Timur, 35 orang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, 54 orang, dan Malteng, 40 orang.

Sementara 7 cabang lomba yang akan diperlombakan di ajang MTQ, yakni cabang Tilawatil, cabang Hifzil, cabang Syahril, cabang Fahmil, cabang Khat, cabang Musabaqah Makalah Ilmiah Al Qur’an, dan  cabang Kirat Al Qur’an.

SIAP SUKSESKAN MTQ

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menggelontorkan Rp 21 Miliar untuk pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur”an (MTQ) Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2022. Besaran anggaran itu untuk memaksimalkan pelaksanaan MTQ di kabupaten  berjuluk  “Duan Lolat itu”.
Karenanya, Pemda, DPRD dan seluruh komponen didaerah itu siap menggelar MTQ yang dihelat 18 Maret 2022 mendatang.

”Prinsipnya kita siap gelar MTQ. Sampai saat ini tidak ada kendala. Semua komponen masyarakat di KKT siap menyambut MTQ,”kata Ketua DPRD KKT, Jaflaun Batlayery dan Wakil Ketua DPRD KKT, Jidon Kelmanutu, kepada awak media di Ambon, Selasa (1/3/2022).

Batlayeri mengatakan, Pemerintah KKT berupaya agar pelaksanaan MTQ tersebut menjadi percontohan bagi MTQ di daerah ini.”Sebagai bentuk toleransi kita harus siapkan semua hal agar dapat memfasilitasi seluruh kepentingan penyelenggaraan, “ujar Batlayery.

Politisi Demokrat itu mengatakan, sejauh ini persiapan telah matang. Termasuk dengan penerapan prokes dan fasilitas pendukungnya.”Minggu ini, minggu terakhir pemda melakukan persiapan itu, ” katanya.

Ia menyebutkan, kepentingan pembiayaan yang begitu besar juga bertujuan mendorong kualitas MTQ hingga dapat melahirkan para juara-juara yang berkualitas.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ di Kabupaten KKT bukan soal tempatnya yang mayoritas beragama Kristen hingga menjadi sanjungan. Tetapi lebih dari itu, adalah implementasi kebhinekaan tunggal ika sebagai warga negara. Dan dalam ajaran agama apapun mengajarkan tentang tolernsi.”Jadi MTQ di KKT ini merupakan bentuk ke-Malukuan yang sejati dan kebihinekaan, ” tutur Batlayeri.

Batlayeri juga menyampaikan rasa bangganya atas KKT terpilih sebagai lokasi pelaksanaan MTQ tingkat provinsi. “Sebagai orang Tanimbar kami merasa bangga karena lewat LPTQ bisa mempercayakan Tanimbar sebagai tuan rumah. Tentu penetapan tempat ini sudah melalui berbagai penilaian, salah satu ukurannya adalah toleransi itu, ” tandasnya.

Kesempatan itu, Batlayeri menambahkan, dampak positif dari KKT sebagai tuan rumah MTQ itu adalah memacu pembangunan terutama rumah-rumah ibadah teristimewah Masjid dan Mushalla sebagai ciri khas keberagaman. Tentu pula menjadi modal pariwisata. “Ini membuktikan  kepada bangsa dan dunia bahwa Tanimbar memiliki plularisme dan toleransi keagamaan yang tinggi, ” kunci Batlayeri.

JIDON KELMANUTU

Sementara itu, Kelmanutu yang juga Wakil Ketua Bidang Sekretariat MTQ mengatakan, persiapan pelaksanaan MTQ ke XXIX tingkapt provinsi Maluku  di KKT  sudah siap hingga 90 persen.
Saat ini, sebut Kelmanutu, secara keseluruhan persiapannya sudah mencapai 90 persen, tinggal sedikit lagi persiapan.” Mohon doa dan dukungan, semuanya lancar tanpa ada kendala yang berarti,” bebernya.

Untuk akomodasi  kafilah telah dipersiapkan panitia dengan baik. ada juga beberapa tempat yang pihaknya  sediakan disana. Sesuai keputusan LPTQ tingkat Provinsi  Maluku untuk setiap kabupaten kota sebanyak 65 orang, bahkan fasiltas yang kami siapkan sekitar 700 orang.
Tidak hanya itu, tamu undangan lainya  serta tamu  VVIP sudah dipersiapkan dengan baik. Pihaknya yakin pelakasanaan MTQ ke XXIX  di KKT bakal terselenggara dengan baik.
“Persiapan pemerintah daerah maupun panitia pelaksanan MTQ ke XXIX di Kabupaten KKT  saat ini  sudah mencapai 90 persen, semalam itu telah dilakukan gladi kotor  dan kami pastikan tanggal 10 langsung  gladi  bersih”ujar politisi PDIP itu.

Ketika ditanya mengenai mayoritas masyarakat yang ada di bumi duan lolat itu beragama  Kristen  Protestan dan Katolik  menanggapi  hal itu, Kelmanutu  mengatakan, masyarakat kabupaten kepulauan Tanimbar tidak membedakan  Muslim, Kristen Protestan maupun Katolik.

Dia mengaku, prinsipnya  semua masyarakat Kabupaten  Kepulauan Tanimbar sangat merespons pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXIX di sana,

Untuk diketahui Ketua umum MTQ ke XXIX Wakil Uskup, RD Simon Petrus Matruty, Ketua MUI KKT, H Tamsil sebagai wakil Ketua umum MTQ, Sekretaris Umum MTQ, Jozef James Kelwulan. Sedangkan Ketua Harian yang juga ketua Klasis GPM, Rein Tupan.”Semua panitia pelaksana ini  didominasi oleh saudara kita yang beragama Kristen Katolik dan Protestan. Selaian itu untuk bidang-bidang yang khusus terkait dengan  kegiatan perlombaan itu  didominasi oleh basudara  kita yang muslim  karena mereka sangat paham soal itu kami juga ada yang  terlibat kegiatan perlombaan.”pungkasnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *