Ekonomi
Pelatihan Hidroponik, Ketum IKAPATTI : Mahasiswa Unpatti Harus Jadi Enterpreneur Handal



AMBON, DM. COM,-Mahasiswa ketika menempuh studi dan ditengah masyarakat dituntut berwirausaha untuk membuka lapangan pekerjaan. Sebab, ruang untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan lowongan pekerjaan disektor lain mulai sulit.
Untuk itu, mahasiswa diharapkan menjadi enterpreneur atau wirausahawan, wiraswasta, usahawan untuk melakukan aktivitas wirausaha yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.


Demikian harapan Ketua Umum (Ketum) DPP Ikatan Alumni Universitas Pattimura (IKAPATTI) DR Muhamat Marasabessy, ST, SP, M.Tech saat menyampaikan sambutan pada pelatihan dan pengembangan Tanama Hidroponik guna menumbuhkan jiwa kewirausahaan auditorium Unpatti, Kamis (25/8/2022).
Marasabessy yang juga Kadis PUPR Provinsi Maluku itu berharap, kegiatan itu dapat terselenggara dengan baik hingga akhir prosesi kegiatan nya nanti.” Selaku Ketua Umum DPP IKAPATTI saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran Pengurus DPP IKAPATTI yang tetap serius dan berkomitmen untuk mengkonsolidasikan seluruh potensi alumni Unpatti, serta mampu menggelar agenda organisasi melalui kegiatan yang menumbuhkan semangat Enterpreunership,”harapnya.

Selaku Ketua Umum DPP IKAPATTI Maluku, kata mantan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku ini ingin mengucapkan terima kasih banyak atas undangan yang telah disampaikan.” Suatu kebanggan yang sangat besar, saya dapat hadir bersama-sama dengan bapak-ibu sekalian pada acara pagi hari ini ini,”srbutnya.
Pihaknya, terang dia, sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan tersebut guna menumbuhkan jiwa kewirausahaan dapat dilaksanakan. Selain menumbuhkan semangat berwirausaha, sisi lain yang diharapkan adalah optimalisasi potensi lahan tidur dan pekarangan untuk pengembangan budidaya hidroponik.
“Sejatinya pangan adalah kebutuhan paling hakiki yang menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) suatu bangsa dan stabilitas sosial politik suatu negara. Di negara dengan pangsa pengeluaran pengan penduduknya besar selalu dijumpai potensi masalah kekurangan pangan,’jelasnya.
Diakui mantan pejabat di Kementerian PUPR itu, masa pandemi Covid-19 telah memberikan pelajaran yang berharga karena adanya penyebaran virus covid-19 yang menghantam banyak sektor. Salah satunya pemenuhan kebutuhan pangan harian. “Lahan Tidur dan Pekarangan kosong di sekitar tempat tinggal menjadi salah satu kunci untuk memenuhi kebutuhan pangan harian. Dengan lebih memaksimalkan fungsi lahan tersebut menjadi media tanam dapat membuat kemandirian pangan terpenuhi. “Pangan Kita kuat maka negara kita akan kuat,”tandasnya.
Koordinator Balai-Balai Kementerian PUPR di Maluku ini menerangkan, IKAPATTI dalam gerak dan aktivitasnya sampai saat ini terus melakukan berbagai kegiatan nyata berupa aksi sosial kemasyarakatan, kemanusian dan keagamaan sebagai bentuk kontribusi dan komitmen para alumni Unpatti untuk membantu Pemerintah Provinsi Maluku.
“Bahwa posisi dan peran IKAPATTI sebagai wadah berhimpun kaum intelektual diharapkan mampu bekerjasama dan menjalin kemitraan strategis dengan seluruh stakeholder terutama Pemerintah Provinsi Maluku sehingga kehadiran IKAPATTI sebagai garda terdepan mengakselerasi agenda-agenda strategis pembangunan Maluku yang telah direncanakan oleh Pemerintah Provinsi Maluku sesuai arahan bapak Gubernur Maluku dapat teruwujud dan hasilnya akan berdampak luas bagi kesejahtaran masyarakat serta kemajuan pembangunan di Maluku,”paparnya.
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Maluku ini menegaskan, sejumlah lompatan dan inovasi juga telah dilakukan pemerintah provinsi maluku untuk percepatan pemulihan ekonomi. Salah satu fokus Pemerintah Provinsi Maluku kedepan adalah mempersiapkan Provinsi Maluku sebagai Daerah Kawasan Food Estate sebagai Daerah Penyangga bagi Provinsi sekitar (Prov. Maluku Utara, Papua dan Papua Barat).
” Di Sektor Irigasi misalnya, saat ini luas layanan baku Irigasi di Maluku sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR No.14 Tahun 2015 sebesar 68.775 Ha, dengan luas layanan fungsional sebesar 25.567 Ha yang tersebar di P. Buru dan P. Seram dengan jumlah produksinya 110.447 ton (GKG), jika produksi dikonversi menjadi beras jumlahnya hanya mencapai 54.740 ton. Sedangkan konsumsi beras masyarakat Provinsi Maluku adalah 192.910 ton, artinya Provinsi Maluku devisit atau kekurangan beras sejumlah 136.170 ton,”rincinya.
Hal tersebut tentunya menjadi perhatian bersama. Dilain sisi, lanjut
Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Maluku inipotensi lahan tanam sebesar tersebut masih bisa ditingkat Indeks Pertanamannya apabila layanan pengelolaan irigasi dimaksimalkan dan penerapan paket lengkap saprodi serta peningkatan Indeks Pertanaman menjadi 3 kali dalam setahun.
“Irigasi yang ada belum bisa mendukung pencapaian 3 kali penanaman dalam setahun karena ketersediaan air masih kurang yang disebabkan oleh kerusakan infrastruktur irigasi pada saluran primer dan sekunder. Bila pendekatan ini dilakukan maka produksi beras akan naik menjadi 103.37ribu ton per tahun, sehingga kekurangan beras di Provinsi Maluku hanya sebesar 24.42 % per tahun. Dengan begitu akan ada tambahan pertumbuhan ekonomi dari komoditi beras sebesar Rp.414.46 Milyar,”bebernya.
Diakui, menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada mahasiswa sangat di perlukan pada dunia sekarang ini . Dimana lapangan pekerjaan mulai sangat susah didapatkan ,untuk itu sebagai mahasiswa harus jeli dalam membaca situasi zaman yang sudah sangat kompleks ,apalagi di masa pandemi saat ini.
“Adik-adik mahasiswa harus sejak dini sudah mampu mengasah otak untuk bisa kreatif untuk menciptakan lapangan kerja dan mampu dalam melihat tantangan masa depan . Jangan terpaku dengan mineset berpikir setelah selesai dari studi untuk menjadi PNS atau Karyawan di suatu perusahaan. Mulai dari sekarang adik adik harus berani berpikir utk menjadi seorang wirausaha,”ajaknya.
Marasabessy yang juga alumni Fakultas Pertanian Unpatti itu menjelaskan, berwirausaha kalian harus mampu menemukan inovasi dan gagasan baru dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia, kewirausahaan merupakan proses pengembangan dan penerapan kreatifitas serta invovasi dalam menyelesaikan masalah dan mampu melihat peluang untuk menciptakan lapangan kerja untuk suatu usaha.
“Kebanyakan dari lulusan Mahasiswa hanya sedikit yang memiliki jiwa kewirausahawan. Untuk itu, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karna akan dapat menumbuh kembangkan kewirausawan di kalangan mahasiswa dan berpikir menjadi wirausaha. Dengan kegiatan pelatihan dan pengembangan Budidaya Tanaman Hidroponik ini merupakan salah satu langkah yang sangat berlian dari dari teman-teman IKAPATTI dalam melihat sumber daya alam sebagia peluang untuk berwirausaha,”ingatnya.
Ditambahkan, dengan pelatihan hari ini semoga mahasiswa bisa menambah wawasan dalam melihat sumber daya alam yang Tuhan telah sediakan untuk keberlangsungan hidup orang banyak.
“Dengan semakin berkembangnya zaman, maka kebutuhan manusia akan sayuran kian beragam. ltulah peluang yang kini coba dimanfaatkan sebagai peluang usaha yang sangat menjanjikan. Kegiatan IKAPATTI kali ini mencoba menumbuhkan jiwa kewirausahaan kepada adik-adik mahasiswa melalui usaha hidroponik. Selain itu juga paling tidak ketika bahan-bahan pokok mahal, tidak berdampak langsung kepada Adik adik mahasiswa, karena mereka punya stok dirumah, mau memasak sayur tinggal memetik. Dan itu pun bisa mendatangkan keuntungan. juga bisa dijadikan tempat wisata hidroponik misalnya, belanja sayuran disitu petik sendiri, tinggal bayar kan cukup menjanjikan,”imbuhnya.
Apalagi, ingat Marasabessy, akrab disapa Pak Matt, dengan semakin berkembangnya zaman, maka kebutuhan manusia akan sayuran kian beragam. “ltulah peluang yang kini coba dimanfaatkan oleh para peserta pelatihan kali ini. Melalui pelatihan dan pengembangan Budidaya Tanaman Hidroponik Untuk Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa, yang di laksanakan oleh Bidang Pengembangan Pertanian IKAPATTI, semoga bermanfaat buat adik adik Mahasiswa,” harapnya.
” Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan pada acara acara pelatihan ini. Semoga bermanfaat dan dapat memberikan tambahan semangat bagi kita semua dalam mengomptimalisasi potensi lahan untuk pengembangan budidaya hidroponik. Selamat dan sukses untuk pelaksanaan kegiatan ini dan pada kesempatan yang terhormat ini izinkan saya menyampaikan Pantun Pentutup.Siang-siang pergi ke Kampus Kita….Kampus UNPATTI Lingkungannya Rapih….
Semoga Manfaat Untuk Katong Samua….
Beta Akhiri dengan Ucapan Terima Kasih,”pungkasnya.
Pembantu Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof DR Fredi Leiwakabessy, mewakili Rektor Unpatti membuka kegiatan tersebut. Sementara pembicara pada pelatihan itu, yakni Hendrik Hohoruw, S.P. Hendrik membawa materi teknik budidaya Hidroponik. Jhon E Nanuru, SP membawa materi penggunaan nutrisi dan penanganan hama penyakit pada budidaya tanaman Hidroponik, dan DR Donal Peter Siwalette membawakan materi analisisa usaha budidaya tanaman Hidroponik.(DM-01)