Pendidikan
Plh Kepsek SMP 7 Malteng Arogan Bak Preman, Para Guru Minta Antoni Rutasouw Dicopot
AMBON,DM.COM,-Pelaksana harian (Plh) Kepala SMP Negeri 7 Maluku Tengah (Malteng) Antoni Rutasouw, belum menjabat secara defenitif memimpin sekolah itu. Namun, dia dilaporkan selama ini bersikap arogan, mengeluarkan kata-kata tidak pantas, sehingga seperti seorang preman jalanan..
Padahal, tugas pokok seorang kepala sekolah mencakup berbagai aspek manajemen dan kepemimpinan di lingkungan sekolah, termasuk perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program serta kegiatan sekolah.
Kepsek juga berperan sebagai pemimpin dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berupaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.
“Tapi Rutasouw selama ini tidak menjalankan tugas pokok sebagai Kepsek SMP Negeri 7 Malteng dengan baik. Dia justeru arogan, mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, seperti seorang preman,”kata sumber DINAMIKAMALUKU.COM di SMP Negeri 7 Malteng, kepada awak media, Kamis (19/6/2025).
Sumber itu mencontohkan, ketika Rutasouw menggelar rapat dengan para guru, gaya bicara dengan nada tinggi, sombong dan tempramental.”Bahkan, bahasa yang dikeluarkan menyinggung perasaan para guru. Sampai sebut para guru biadab,”bebernya.
Selain mengeluarkan kata-kata tidak pantas, Rutasouw yang malas ke sekilah namun tiba-tiba ditunjuk sebagai Plh Kepsek SMP Negeri 7 Malteng, dengan arogan mengancam lengserkan para guru senior.
“Dia ancam kalau sudah dilantik jabat Kepsek defenitif para guru senior dilengserkan. Dia juga melakukan aksinya membawa-bawa nama Kadis Pendidikan Malteng,”kesalnya.
Mirisnya lagi, ketika Rutasouw ketika melakukan pengembangan lembaga pendidikan itu, hanya melibatkan sebagian guru. Bahkan, guru kurikulum tidak dilibatkan.
“Biasanya semua guru dilibatkan. Selama ini kerja dengan guru itu-itu saja. Para guru senior dan semua guru juga tidak dilibatkan dalam pembentukan visi dan misi sekolah. Semua guru kecewa,”bebernya.
Begitu juga dengan Wakil Kepsek Kesiswaan tidak sesuai mekanisme. Hal ini setelah angkat Wakasek kesiswaan setelah Wakasek sebelumnya pensiun, tidak mengangkat pembantu Wakasek yang ada.”Jadi Kepsek angkat sendiri Wakasek dan baca SK sendiri ketika pelantikan,”sebutnya.
Akibatnya, para guru mengajar sekolah yang berlokasi di Desa Suli, Kecamatan Salahutu itu, terbagi menjadi tiga kubu.”Kubu pertama itu kubu guru senior. Kubu kedua itu guru yang duduk diperpustakaan. Kubu ketiga itu guru honorer yang hadir disekolah tapi tidak diberikan tempat,”terangnya.
Untuk itu, dia meminta kepada Bupati Malteng melalui Kadis Pendidikan Malteng segera mencopot Rutasouw dari jabatan Plh Kepsek SMP Negeri 7 Malteng.
“Jika dia tetap dipertahankan dan kembali jabat Kepsek defenitif, pengembangan pendidikan hancur lebur. Yang jadi korban anak didik. Jadi kami minta Rutasouw segera copot dari jabatanya,”pungkasnya.(DM-04)