Connect with us

Ekonomi

Presiden ke MBD, Tiket Kapal Cepat Mahal, Olivier : Usul Ganti Rute

Published

on

AMBON, DM. COM, Rencana kunjungan kerja (Kunker) Presiden Joko Widodo, ke Kabupaten Maluku Barat Daya, Kamis (25/9/2022).
Krhadiran orang pertama dinegara ini sangat diapresiasi masyarakat setempat.

Pasalnya, sejak Indonesia merdeka, Batu pertama kali Presiden berkunjung di daerah yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste dan Australia itu.

Tentu kehadiran Presiden bersama sejumlah Menteri membawa berkah. Untuk itu, berbagai persoalan didaerah itu, setidaknya akan disampaikan pemerintah Kabupaten MBD dan DPRD setempat. Transportasi udara san laut misalnya sehingga dikeluhkan masyarakat setempat. Terakhir terkait transportasi laut selama ini transportasi laut sangat meresahkan warga setempat karena belum maksimal melayari daerah bertajuk bumi “Kalwedo” itu.

Ini setelah keputusan pengelola Kapal Cepat menaikan harga tiket ke Kabupaten Maluku Barat Daya, buntut kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), menuai aksi protes warga setempat. Pasalnya, harga tiket yang dinaikan sangat memberatkan masyarakat ekonomi lemah didaerah berbatasan langsung dengan negara Timor Leste itu.

Akibatnya, banyak usulan dari warga MBD agar kapal cepat tidak lagi melayari MBD, namun diganti dengan KM Sabuk Nusantara, khusus melayari rute kapal cepat, yakni Ambon, Damer, Moa, Letti, Romang, dan Kisar Pulang Pergi.

Namun, salah satu elemen masyarakat MBD, Albert Olivier, mengigatkan kehadiran Presiden setidaknya esempatan emas menyampaikan berbagai persoalan di MBD termasuk persoalan transportasi kapal laut, yakni kapal cepat. “Nah, kami berharap berbagai persoalan yang ada di sampaikan ke Pak Presiden. Termasuk tiket Kapal yang mahal dan mencekik,” tegas Olivier, ketika menghubungi DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (12/9/2022).

Sebab dia, tidak setuju kalau ada kapal khusus dari Ambon ke Damer langsung ke Moa, Letti, dan dari Ambon Kisar, Romang, ke Moa, serta dari Ambon ke Tepa, Sarmatang, Moa.”Jadi ada tiga rute dilayari satu kapal. Jadi kontinyu dalam satu minggu. Jadi kapal itu terus melayari sejumlah pulau di MBD tapi pos terakhir di Moa dan kembali melayari sejumlah pulau balik ke Ambon. Nah, kalau ini dilakukan masyarakat ke Moa dengan waktu yang sangat singkat, “kata Olivier.

Olivier yang bermukim di Kota Kupang yang sering bolak balik ke MBD ini jika ada kebijakan tersebut dari Pemda MBD, DPRD MBD, DPRD Provinsi, Pemprov Maluku, dan Penerintah pusat.”Saya berharap ada perhatian serius. Apalagi, kehadiran Pak Presiden menjadi atensi untuk disampaikan agar ada solusi. Apalagi, kunjungan beliau mengecek kesiapan masyarakat terkait dampak kenaikan BBM,”ingatnya.

Mantan anggota DPRD Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara ini tidak setuju kalau kapal cepat disubsidi agar tiket murah.”Justeru menguntungkan pengusaha kapal. Namun, pelayanan tidak maksimal. Saya tidak setuju kalau kapal cepat disubsidi,”pungkzsnya.(DM-02)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *