Connect with us

Politik

Ribuan Warga Tak Kunjung Miliki Rumah, Pattikaihattu Bakal Dipanggil “Paksa”

Published

on

DINAMIKAMALUKU. COM, AMBON-Sekitar dua ribuan warga hingga kini belum memiliki rumah di kawasan Tawiri, Kecamatan Teluk Dalam, Kota Ambon. Padahal, mereka sudah menyetor puluhan juta kepada bos pengembang Betty Pattikaihatu.

Karenanya, Wakil Ketua Komisi III Rovik Afifudin dan anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias mendesak, Pattikaihatu segera dipanggil paksa, jika panggilan ketiga nantinya bos proyek sejuta rumah itu tak kunjung memenuhi panggilan komisi yang membidangi infrastruktur itu. “Tentu kalau tidak memenuhi panggilan komisi bisa panggil paksa pengembang sejuta rumah (Betty Pattikaihatu. Kasihan kalau warga sudah setor uang puluhan juta sejak lama, tapi belum dapat rumah,”kesal Afifudin dan Yeremias ketika rapat dengan PUPR Maluku, PUPR Kota Ambon, dan masyarakat terkait pembangunan tumah di Tawiry, korban kebakaran Ongko Liong, pengungsi Air Louw, Silo, Kamis (18/11/2021).

Afifudin mengaku, Pattikaihatu akan dipanggil untuk ketiga kalinya. Namun, jika kembali tidak hadir bisa dipanggil paksa.”Nah, kita panggil bukan untuk diperiksa, tapi mediasi. Selama ini forum ini tidak dimanfaatkan oleh ibu Pattikaihatu dengan timnya. Nah, kalau hadir bisa menjelaskan persoalan apa yang terjadi sehingga masyarakat belum mendapat rumah. Jadi tugas kita adalah mediasi,”ingat Afifudin.

Apalagi, ingat Sekretaris DPW PPP Maluku dari dapil Kota Ambon, ribuan masyarakat sudah menyetor uang kepada pihak Pattikaihatu, namun belum ada tanda-tanda pembangunan rumah.”Makanya kita ragu. Kami curiga ada hal-hal yang tidak beres. Saya kira manusiawi.,”sebutnya.

Padahal, ingat dia, jika Pattikaihatu hadir memenuhi undangan soal kendala belum dibangun rumah, bisa difasilitasi.”Kalau ada hal-hal yang belum diselesaikan secara administrasi kami bisa mediasi agar hal-hal masyarakat dan pengembang bisa jalan,”jelasnya.

Namun, ingat mantan anggota DPRD Kota Ambon, persoalan tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Untuk itu, tegas dia, jika Pattikaihatu lagi-lagi tidak memenuhi undangan Komisi III, pihaknya berkoordinasi dengan Pol PP Panggil paksa Pattikaihatu. “Kita bisa panggil paksa beliau ke dewan. Kita tidak menghakimi. Tapi kita meminta beliau hadir menjelaskan persoalannya saja,”tandasnya.

Sementara itu, Yeremias mendesak pimpinan komisi agar segera mengagendakan memanggil paksa Pattikaihatu. ” Kurang lebih 2 ribu orang sudah setor uang sekitar Rp 20 juta tapi belum dapat rumah. Kalau dilakukan sekitar Rp 3 miliar sudah disetor ke ibu Pattikaihatu.Kita koordinasi dengan petugas agar segera panggil paksa,”tegas Yeremias.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Maluku ini mengatakan, warga yang menyetor uang kepada Pattikaihatu penghasilannya dibawah Rp 3 juta.”Kasihan mereka belum juha dapat rumah. Mereka orang kecil yang harus diperhatikan. Jangan biarkan mereka susah. Kita koordinasi agar segera dipanggil paksa,”tegasnya.(DM-02)

.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *