Connect with us

Hukum

Safari Ramadhan di SBB, Kapolda Maluku Ajak Warga Perkuat Persatuan & Tangkal Hoaks

Published

on

AMBON,DM.COM,– Kapolda Maluku, Irjen apol Prof Dr. Dadang Hartanto bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku melaksanakan Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Negeri Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Senin (16/3/2026), sebagai upaya memperkuat persatuan masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa ini menjadi bagian dari sinergi pemerintah daerah bersama TNI-Polri dalam menjaga situasi tetap kondusif selama bulan suci Ramadhan.

Dalam sambutannya, Kapolda Maluku menekankan pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi, terutama oleh informasi yang beredar di media sosial.

“Masyarakat harus bijak dalam menerima informasi. Jangan mudah terpecah oleh hoaks atau isu yang dapat memecah belah persaudaraan,” ujar Kapolda.

Ia juga mengingatkan bahwa sejarah panjang Negeri Luhu sebagai wilayah dengan nilai perjuangan dan perkembangan Islam di Maluku harus menjadi inspirasi untuk memperkuat kebersamaan dan semangat persatuan.

Selain kegiatan silaturahmi, Pemerintah Provinsi Maluku bersama Polda Maluku turut menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat, berupa paket sembako kepada 10 penerima serta 137 unit kacamata yang diserahkan secara simbolis.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD provinsi dan kabupaten, Kapolres Seram Bagian Barat, unsur DPRD, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Safari Ramadhan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat hubungan antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif

Safari Ramadhan yang dilakukan Kapolda Maluku Dadang Hartanto di Negeri Luhu mencerminkan pola pendekatan keamanan yang semakin menekankan aspek persuasif dan humanis. Di tengah tantangan era digital yang ditandai dengan derasnya arus informasi, pesan tentang kewaspadaan terhadap hoaks menjadi relevan dan kontekstual.

Namun demikian, pendekatan ini juga perlu dibaca secara lebih kritis. Imbauan untuk menjaga persatuan dan menangkal informasi yang menyesatkan memang penting, tetapi tidak cukup jika tidak diiringi dengan penguatan literasi digital masyarakat secara sistematis. Tanpa itu, masyarakat tetap berada pada posisi rentan terhadap disinformasi, terutama di wilayah yang akses informasinya belum merata.

Di sisi lain, penekanan pada sejarah perjuangan Negeri Luhu menjadi pendekatan yang menarik dalam membangun narasi persatuan. Mengaitkan nilai-nilai historis dengan kondisi kekinian dapat memperkuat identitas kolektif masyarakat, sekaligus menjadi benteng sosial terhadap potensi konflik.
[17/3 16.56] Humas POLDA Melda Haurissa: Kapolda Maluku dan Gubernur Safari Ramadhan di SBB, Perkuat Kamtibmas dan Silaturahmi Warga Pesisir

POLDA MALUKU – Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Negeri Iha dan Negeri Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Senin (16/3/2026), guna memperkuat stabilitas keamanan serta mempererat hubungan dengan masyarakat pesisir.

Kegiatan yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa ini menjadi bagian dari sinergi pemerintah daerah bersama TNI-Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif selama bulan suci Ramadhan.

Rombongan Forkopimda tiba di Pelabuhan Desa Luhu menggunakan KM Seram Sea dan disambut oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, Forkopimda setempat, serta tokoh masyarakat. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pembagian kunjungan, di mana Gubernur Maluku menuju Negeri Iha, sementara Kapolda Maluku melaksanakan kegiatan di Negeri Luhu.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Maluku menegaskan pentingnya menjaga keamanan secara bersama-sama, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki peran strategis dalam stabilitas daerah.

“Safari Ramadhan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga bentuk kehadiran negara untuk memastikan masyarakat merasa aman dan terlindungi. Stabilitas kamtibmas adalah kunci pembangunan daerah,” ujar Kapolda Maluku.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Maluku, pimpinan OPD, unsur TNI, Polri, akademisi, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Selain mempererat silaturahmi, Safari Ramadhan juga dimanfaatkan sebagai sarana menyerap aspirasi masyarakat serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan terkendali.

Safari Ramadhan yang dilakukan Kapolda Maluku dan Gubernur Maluku di wilayah Seram Bagian Barat menunjukkan bahwa pendekatan keamanan tidak lagi semata berbasis penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pendekatan sosial dan kultural. Kehadiran langsung pimpinan daerah dan aparat keamanan di tengah masyarakat, khususnya di wilayah pesisir yang relatif jauh dari pusat pemerintahan, menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir secara nyata.

Momentum Ramadhan dimanfaatkan secara strategis untuk membangun kepercayaan publik (public trust), yang merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas kamtibmas jangka panjang. Interaksi langsung dengan masyarakat juga membuka ruang dialog yang lebih humanis, sehingga potensi konflik sosial dapat diminimalisir sejak dini.

Di tengah dinamika wilayah kepulauan seperti Maluku, pola pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat menjadi kunci. Oleh karena itu, kegiatan seperti Safari Ramadhan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki nilai strategis dalam memperkuat kohesi sosial serta menjaga keamanan yang berkelanjutan.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *