Connect with us

Kesehatan

Sarimanela Sebut Dinkes Ambon Lamban Atasi DBD

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Sebanyak 118 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam kurun waktu dua triwulan 2021. Kondisi ini berbeda dengan 2021 lalu dengan 55 kasus DBD.

Akibatnya, anggota DPRD Provinsi Maluku, Edison Sarimanela, angkat bicara. Dia menilai, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon dinilai lamban dalam mengatasi kasus DBD yang terus meningkat di tengah pandemi Covid-19.

Mestinya, harap wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota Ambon, setelah mendapat informasi adanya kasus DBD dari awal Dinkes sudah melakukan langkah-langkah pencegahan, dengan melakukan sosialisasi, pendekatan dan berbagai hal agar bisa mengatasi penyebaran wabah itu.

“Jadi setelah mendapat informasi, harusnya Dinkes Ambon sudah melakukan langkah-langkah pencegahan, sama halnya juga dengan Dinkes Provinsi yang jangan hanya tinggal diam saja,” ingatnya kepada wartawan, Rabu (6/10/2021)

Politisi Partai Hanura ini mengungkapkan, dengan data-data kasus DBD yang sudah dimiliki semestinya Dinkes Ambon, sudah melakukan pemetaan data kasus yang ada di Kota Ambon agar dapat dikawal bersama dengan Dinkes Provinsi.

“Kan mereka (Dinkes) sudah punya data, tapi kenapa itu dikawal dan kalau dikawal tentunya tingkat penyebaran wabahnya bisa diatasi, apa lagi dimusim penghujan itu di Kota Ambon banyak terdapat lokasi-lokasi yang terdapat genangan air, sehingga itu jangan sampai lengah untuk diatasi,”jelasnya.

Menurutnya, pencegahan itu sudah harus dicegah sejak awal, jangan menunggu sudah terjadi peningkatan baru dilakukan, itu artinya penegahannya sudah terlambat, baik Dinkas Kota Ambon maupun provinsi.

Anggota Komisi I DPŔD Maluku ini mengakui, kalau peningkatan kasus DBD bukan hanya mendengar tapi secara kasa mata juga melihat tingginya kasus DBD di Kota Ambon.

Sarimenala mencontohkan dilokasi tempat tinggalnya di Passo yang daerahnya rawan sekali terkena wabah DBD.

Tak hanya disitu, dirinya pernah meminta pihak Dinkes untuk segera melakukan langkah-langkah pencegahan sesuai dengan prosedur sehingga penanganannya bisa jelas.

“Bukan hanya mendengar, tapi saya lihat langsung, di saya sendiri di Passo kalau daerah-daerah itu rawan wabah DBD dan justru itu saya sudah minta untuk segera melakukan langkah-langkah penanganannya,”bebernya.

Sarimanella, melanjutkan di Desa Passo misalnya, ada sekitar empat orang yang menderita DBD, sementara lokasi lainnya juga pasti cukup banyak warga yang terkena wabah DBD.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *