Connect with us

Hukum

Sikapi Konflik Pelauw-Kariuw, GMKI dan GMNI “Kepung” Polda Maluku

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Konflik tapal batas antara Negeri Pelauw-Kariuw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, juga ikut menjadi perhatian semua pihak. Salah satunya, dua organisasi mahasiswa, yakni GMKI dan GMNI cabang Ambon.

Dua organisasi di kota Ambon ini, melakukan aksi demo di Mapolda Maluku, Senin (31/1/2022). Usai melakukan orasi menyikapi konflik dua desa bertetangga itu, GMKI dan GMNI rencananya menemui Kapolda Maluku Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, SH.,M.Hum untuk menyampaikan pernyataan sikap mereka secara langsung dalam menyikapi konflik Pelauw-Kariuw, 26 Januari 2022 lalu.

“Karena kedatangan mereka bertepatan dengan Pak Kapolda sedang memimpin rapat, sehingga beliau meminta saya untuk menerima para delegasi mahasiswa tersebut,” ungkap Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Drs. M. Rum Ohoirat, Senin (31/1/2022).

Saat menerima para perwakilan pengurus GMKI dan GMNI Ambon di ruang kerjanya, juru bicara Polda Maluku itu mengaku telah menerima tuntutan sikap dan sudah diberikan kepada Kapolda Maluku.

Kepada para mahasiswa, Rum mengaku, saat ini situasi dan kondisi kamtibmas di Pulau Haruku kondusif.

“Kondisi keamanan di desa Kariuw pasca bentrok akan dijamin oleh Polda Maluku yang berkordinasi dengan Kodam XVI/Pattimura,” katanya.

Mengenai permintaan masyarakat untuk mendirikan pos keamanan permanen di perbatasan desa Kariuw-Pelauw, Kariuw-Ori, Rum mengaku saat ini sedang dalam proses koordinasi.

“Terkait dengan proses hukum kepada para pelaku konflik, saat ini sudah ditangani Polda Maluku bersama Polresta Ambon. Beberapa saksi sudah dimintai keterangannya,” katanya.

Juru bicara Polda Maluku ini meminta masyarakat untuk bersabar. Sebab, proses penegakan hukum kepada setiap pelaku konflik kini sedang berjalan.

“Kami juga minta rekan-rekan mahasiswa bisa mendukung Polda Maluku dalam menuntaskan persoalan keamanan yang terjadi pasca bentrok. Caranya dengan memberikan informasi ataupun saksi dan fakta-fakta yang terjadi sehingga penegakan hukum terhadap kedua desa yang berkonflik dapat segera dituntaskan,” pintanya.

Mantan Kapolres Aru dan Tual ini mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu dan informasi tidak benar, baik melalui video ataupun foto yang beredar saat ini.

“Ini kami harapkan sehingga situasi di Maluku dan khususnya di desa Kariuw dan dusun Ori, Negeri Pelauw dapat segera aman dan masyarakat dapat kembali beraktifitas seperti semula,” ajaknya.(DM-02)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *