Connect with us

Hukum

“Skandal” Pasar Binaya, Tuankotta Berkilah : Kita Hanya Tetapkan Anggaran

Published

on

AMBON, DM. COM,- Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Fatzah Tuankotta menegaskan, pimpinan dewan bersama badan anggaran tidak tahu menahu denggan alokasi anggaran proyek rehabilitasi Pasar Binaya Masohi, yang diduga terjadi tindak pidana korupsi.

“Kalau soal itu (anggaran rehabilitasi Pasar Bianaya) dibahas di Komisi II dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku Tengah,”kata Tuankotta, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, usai menghadiri pelantikan Penjabat Bupati Malteng di lantai VII Kantor Gubernur Maluku, Senin (12/9/2022).

Koordinator Komisi II DPRD Malteng ini berkilah, pimpinan dewan dan Banggar tidak tahu menahu mekanisme pembahasan anggaran rehabilitasi pasar Binaya. Kata dia, pihaknya hanya menetapkan alokasi anggaran rehabilitasi pasar Binaya.”Kita hanya tetapkan melalui peraturan daerah,”tandasnya.

Soal, pihak Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direkrimsus) Polda Maluku, berencana memanggil pimpinan dewan, dia mengaku.”Memang ada wacana kami di panggil untuk diperiksa, tapi sampai sekarang belum ada panggilan dari Direkrimsus.
Tentu kalau ada panggilan kami siap memenuhi panggilan dan memberikan keterangan,”tandasnya.

Sekedar tahu alokasi anggaran Pasar Binaya, awalnya Rp 8 miliar, namun membengkak menjadi Rp 11 Miliar. Belakangan kembali terluka anggaran rehabilitasi pasar terbesar di Masohi itu niminalnya Rp 14 miliar. Padahal, proyek rehabilitasi pasar itu amburadul dan tidak maksimal.

Akibatnya, penyidik Direkrimsus Polda Maluku, telah memanggil sejumlah mantan pimpinan Komisi II DPRD Malteng untuk dimintai keterangan terkait pembahasan alokasi anggaran pasar Binaya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *