Connect with us

Ragam

Soal Blok Masela, GPP-MBD & Pemaskebar Minta MBD Dilibatkan : Kami Terdampak !!

Published

on

AMBON,DM.COM,-Kementerian ESDM, SKK Migas, dan INPEX, sepertinya melihat Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), sebelah mata. Padahal, daerah yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste dan Australia itu sangat terdampak bila pengoperasian Blok Migas Masela, terbesar di Asia Tenggara itu.

Untuk itu, Gerakan Pemuda Pemudi Maluku Barat Daya (GPP-MBD)-Ambon dan Perkumpulan Masyarakat Kepulauan Babar (Pemaskebar) mendesak Kementerian ESDM, SKK Migas, INPEX agar melibatkan Kabupaten MBD dalam pengoperasian Proyek LNG Blok Masela melibatkan pemerintah dan masyarakat didaerah itu.

“Jika MBD tidak dilibatkan maka, GPP-MBD mengkonsolidasikan kekuatan besar masyarakat dan mahasiswa untuk melakukan Demo besar-besaran sebagai sikap tegas kami kepada Pemerintah Pusat. Kita minta 5 poin komitmen mantan bupati MBD dan INPEX agar direleasasikan,”kata Ketua GPP- MBD, Nus Termas dan Sekretaris Jenderal Pemaskebar, Beni Kalabora melalui keterangan tertulis yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (2/3/2026).

Termas mengigatkan, sejarah awal lahirnya Blok Masela, dirinya sangat paham. Sebab, Termas yang juga mantan Ketua Gema MBD ini merupakan salah satu saksi dalam perjuangan awal Blok Masela.

“Makanya saya paham terkait lika liku perjuangan di maksud dalam hal ini polemik opsi pengembangan di onshore maupun offshore. Ketika itu, saya terlibat langsung dengan teman-teman mahasiswa MBD semasa saya menjabat sebagai Sekretaris Umum Mahasiswa Maluku Barat Daya dan Ketua Umum Mahasiswa Maluku Barat Daya,”tuturnya.

Bahkan, ingat dia, dirinya waktu itu pernah di tahan di Polresta Kota Ambon, rekaot prrjuangan Blok Masela namun hasil perjuangan membuahkan hasil saat ini.

“Untuk itu kami mohon Kementrian ESDM, SKK Migas, INPEX, mengakomodir kepentingan Maluku Barat Daya,”ingatnya.

Sebab, lanjut dia, MBD sangat terdampak dari Proyek Blok Masela. Untuk itu, GPP-MBD berharap perhatihan yang serius dari Kementrian ESDM, SKK Migas, INPEX harus merata terhadap MBD dan KKT.

“Selama ini kami diam, karena kami percaya Pemerintah Pusat dan Provinsi tidak akan menganatirikan kami MBD. Namun berapa hari belakangan ini sesuai pantaUan kami keberpihakan tidak merata. Maka kami mohon maaf apabilah kami harus keluar dan lawan sampai titik darah dan penghabisan karna Blok Masela ini adalah bagian dari kami Maluku Barat Daya.

Kehadiran Blok Masela ini harusnya membahwa dampak yang baik bagi Maluku khusnya MBD & KKT, jangan ada yang mencari keuntungan pribadi atau kelompok dalam proyek di maksud.

Menurut dia, Proyek LNG Blok Masela merupakan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia yang akan membawa dampak signifikan bagi pembangunan Nasional dan Daerah, khususnya di Kabupaten Maluku Barat Daya & KKT. Dengan potensi Gas Alam yang sangat besar, proyek ini membutuhkan dukungan dari berbagai sektor termasuk sektor pangan.

Olenya sebab itu, GPP-MBD dengan tegas menyatkana bawah dalam proses Rekrutmen tenaga kerja kami Maluku Barat Daya harus di akomudir kami harus punya jatah 30 persen untuk bekerja di Proyek LNG Blok Masela. “Sektor food supply atau pasokan pangan menjadi sangat krusial dalam mendukung operasional proyek ini, baik untuk kebutuhan pekerja, logistik, maupun keberlanjutan operasional jangka panjang. Oleh karena itu, keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok ini menjadi sangat strategis, tidak hanya untuk mendukung efisiensi proyek, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat Maluku Barat Daya dan KKT.

Apalagi, ingat dia, Kabupaten MBD memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Inilah kesempatan emas bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal untuk ambil bagian secara aktif dalam mendukung kebutuhan logistik pangan bagi proyek LNG Blok Masela. Kami GPP-MBD siap memfasilitasi dan mendorong kolaborasi antara pelaku usaha lokal dengan pihak pengelola proyek.

“Kami tidak ingin proyek sebesar ini berjalan tanpa dampak langsung yang signifikan bagi masyarakat MBD & KKT. Maka dari itu, penguatan kapasitas, pendampingan usaha, pelatihan standar food safety, dan sistem logistik yang terintegrasi harus segera disiapkan agar masyarakat benar-benar bisa menjadi pemain utama dalam penyediaan kebutuhan pangan proyek,” jelasnya.

Ia menambahkan, GPP-MBD akan menginisiasi pembentukan tim untuk mendata dan memverifikasi pelaku usaha potensial di sektor pangan. Ini penting untuk memastikan siapa saja yang bisa segera masuk dalam sistem food supply LNG Blok Masela secara profesional dan berkelanjutan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat peluang ini secara positif dan proaktif. Jangan hanya menjadi penonton dalam proyek besar ini, tapi mari kita ambil bagian dan berkontribusi nyata demi kemajuan daerah kita tercinta,” ajaknya.

Ia berharap agar Inpex Masela dan seluruh mitra kerja dapat membuka ruang selebar-lebarnya bagi UMKM lokal dan koperasi masyarakat untuk masuk dalam sistem rantai pasok ini. Transparansi, kolaborasi, dan keberpihakan kepada lokal menjadi kunci utama agar asas manfaat proyek ini benar-benar terasa di daerah ini.

Sementara itu, Sekjen Pemaskebar, Beni Kalabora mengaku, selama ini berjuang di Jakarta, bertmeua Kementerian ESDM, SkK Migas, dan INPEX bukan atas nama Pemaskebar.

Kendati begitu, dia mengaku, ada kesepakatan mantan Bupati MBD, Barnabas Irno dengan INPEX bangun Balai Latihan Kerja, Bangin Bandara, Bangun Petroimia, pasokSayur dari MBD.”Kita tengah berjuang di Jakarta. Kita minta 5 poin kesepakatan segera direleasasikan,”ingatnya.

Kendati begitu, dia mengaku, Pemaskebar hanya pelengkap saja. Padahal, ingat dia, pihaknya selama ini konsi sten berjuang agar MBD sebagai daerah terdampak.

Untuk itu, dia berharap, Pemkab MBD dan komponen lainya di bumi Kalwedo bergamdeng tangan berjuang agar berbagai kepentingan MBD diakomodir dalam pengoperasian Blok Masela.”Pemda MBD jangan diam saja. Mari kita berjuang bersama “ingatnya.

Tak hanya itu, dia berharap, INPEX tidak hanya koordonasi dengan Gubernur dan Bupati KKT, tapi juga berkordinasi dengan Bupati MBD.”Ingat kita ini daerah terdampam. Blok Masela itu beroperasi MBD sangat mendapat dampaknya. Jadi kita jangan dilihat sebelah mata,”ingatnya.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *