Connect with us

Politik

Soal, Defisit Anggaran di Pemkab KKT, Ini Penjelasan Fatlolon

Published

on

AMBON,DM.COM,-Mantan Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Petrus Fatlolon, SH, MH menegaskan, defisit keuangan di Pemerintah Kabupaten KKT saat ini bukan peninggalan dirinya ketika menjabat orang nomor satu didaerah itu selama lima tahun lalu.

“Daerah ini carut marut. Itu pihak lain dan bukan saya. Namun, perlu kita garis bawahi kalau penyebabnya adalah saya, maka patut saya memberikan beberapa penjelasan penting dan pikiran kepada pemerintah daerah saat ini,”tegas Fatlolon, Jumat (16/11/2022).

Penjelasan Fatlolon, sekaligus menepis sorotan sejumlah pihak soal pengelolaan keuangan yang lebih banyak menyudutkan dirinya ketika masih memimpin bumi “Duan Lolat.”

Dikatakan, Penjabat Bupati KKT, Daniel E Indey dan Sekda KKT, mesti menjelaskan kepada publik Tanimbar, penyebab terjadi seperti saat ini. “Nah, kalau saya menjadi penyebab kondisi saat ini (terpuruk), dalam hal apa. Kalau soal keuangan maka pertanyaan dasarnya, apakah saya menjabat itu transfer ke daerah dari pemerintah pusat masih diintervensi oleh seorang Petrus Fatlolon atau tidak,”tanya dia.

Dia menegaskan, transfer Dana Alokasi Umum (DAU) yang ditransfer pemerintah pusat ke pemerintah daerah dilakukan setiap bulan sebesar seperdua belas dari total DAU. “Kalau total DAU kita sebesar Rp 500 miliar lebih bagi 12 bulan, maka sebulan ditransfer Rp 43 miliar lebih. Jadi sepertiga total DAU 2022 dari Januari hingga Mei 2022 saya ketahui. Tetapi saya tidak mengelola secara langsung,”paparnya.

Disebutkan, BPKAD dan 2 per 3 anggaran tahun 2022, ditransfer dari Menteri Keuangan ke kas daerah setelah dirinya selesai masa jabatan.”Jadi per bulan itu sekitar Rp 43 miliar lebih. Jadi kalau dikatakan penyebabnya adalah saya, perlu dijelaskan penyebabnya dimana”ingatnya.

Soal Defisit, Sekretaris DPW Partai NasDem Provinsi Maluku ini menegaskan, APBD 2022 juga ada Defisit sekitar Rp 74 miliar lebih. Karena itu, harap dia, untuk mensiasati maka dianggarkan penerimaan pinjaman sebesar Rp 80 miliar di APBD Perubahan.”Dokumen ini bukan dokumen rahasia publik dan juga saya ketahui,”beberanya sambil menunjukan keaslian dokumen.

Apalagi, ingat dia, pinjaman Rp 80 miliar, sesuai persetujuan antara eksekutif dan legislatif. “Ini perlu dilakukan agar APBD Perubahan Tahun Anggaran 2022 dapat berimbang. Sebab, defisit itu hal biasa. Kalau defisit itu hal normal. Pinjaman bank juga normal. Pemerintah Indonesia juga pinjam di Bank Dunia yang jumlahnya ribuan trilyun. Itu normal untuk mensiasati defisit,”terangnya.

Dia melanjutkan, selama dirinya menjabat Bupati KKT, pemerintah daerah tidak pernah pinjam. “Jadi kalau defisit, memang dalam postur APBD manapun antara penerimaan dan belanja tidak seimbang maka itu defisit,”senutnya.

Meski begitu, Fatlolon dalam kapasitasnya sebagai masyarakat Tanimbar, memberikan dukungan penuh kepada Pemda KKT dibawah kepemimpinan Penjabat Bupati KKT, Daniel E Indey. (DM-02)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *