Connect with us

Pemkab MBD

Soal KM SN 87 Tak Singgah Luang, Kadishub MBD : Pemerintah Tak Hilangkan Rute

Published

on

AMBON, DM.COM,-Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Semuel F Rupilu menegaskan, rute Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara (87) tidak menyinggahi pulau Luang, Kecamatan Mdona Hiera, karena dari awal kapal itu tidak menyinggahi pulau itu.

“Pada trayek R-73 ini dengan rute : Ambon – Batumerah – Wulur – Tepa – Lelang – Elo – Lakor – Moa – Leti – Kisar, kemudian kembali lagi. Rute ini menindaklanjuti SK tahun sebelumnya. Jadi pada trayek ini, pemerintah tidak menghilangkan Luang, tetapi rutenya memang dari awal Luang tidak ada,” jelas Rupilu, melalui keterangan tertulis yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Jumat (9/1/2026).

Penjelasan Rupilu sekaligus menyikapi informasi yang beredar di media sosial terkait trayek kapal perintis R-73 yang dioperasikan KM Sabuk Nusantara 87 yang disebut tidak menyinggahi Pulau Luang dalam rutenya.

Rupilu menegaskan bahwa ketiadaan Pulau Luang dalam trayek R-73 bukanlah bentuk pengabaian atau penghilangan oleh pemerintah. Keputusan rute tersebut berdasarkan surat keputusan resmi, yaitu Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor 618 Tahun 2025 tentang Pelayanan Transportasi Laut Perintis Tahun 2026 di Provinsi Maluku.

Rupilu mengaku, pemerintah sama sekali tidak melupakan Pulau Luang. Kata dia, akses transportasi laut ke pulau tersebut telah diakomodasi melalui dua trayek perintis lainnya yang telah lama beroperasi.

“Ada dua trayek perintis yang melayani Pulau Luang, yaitu trayek R-75 yang berpangkalan di Saumlaki dan trayek R-82 yang berpangkalan di Dobo. Jadi, pemerintah bukan mengabaikannya,” tegasnya.

Terkait usulan masyarakat agar R-73 dapat singgah di Kroing, Luang dan Masapun, Rupilu mengaku pihaknya telah mengusulkannya ke Ditjen Perhubungan Laut. Namun, usulan tersebut belum dapat dipenuhi karena pertimbangan teknis dan keterbatasan anggaran nasional.

 “Pemerintah diperhadapkan dengan pembiayaan yang terbatas. Pelayanan perintis ini menyeluruh di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, melayani ribuan pulau. Jumlah yang besar ini membutuhkan armada dan anggaran yang memadai,” ujarnya.

 Rupilu menekankan bahwa penetapan dua trayek (R-75 dan R-82) untuk Luang merupakan upaya strategis pemerintah untuk memastikan aksesibilitas orang, barang dan jasa guna mendukung pertumbuhan ekonomi di pulau tersebut.

 
Rupilu berharap dapat meningkatkan pelayanan transportasi laut yang mudah, layak, terjangkau, dan manusiawi di seluruh wilayah, termasuk di MBD. Namun, hal tersebut sangat bergantung pada ketersediaan anggaran yang cukup untuk pengadaan armada dan pembiayaan trayek baru.

“Ke depan, kalau sudah tersedia anggaran yang cukup, pemerintah akan memberikan pelayanan yang lebih baik agar masyarakat di wilayah pulau-pulau terisolir bisa menikmati transportasi laut yang lancar dan murah, sehingga ekonomi masyarakat meningkat,” pungkas Rupilu.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *