Kesehatan
Pemprov Pastikan Stok Pangan Tersedia Dukung Program MBG di Maluku
AMBON,DM.COM,-Pemerintah Provinsi Maluku, memastikan stok pangan tersedia mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) termasuk menjelang Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026 (Nataru) mendatang di Provinsi Maluku.
Ini tercermin ketika Dinas Kominfo Provinsi Maluku, menggelar Coffee Morning terkait, “Ketahanan Pangan Mendukung MBG di Provinsi Maluku,” di Cafe View, Selasa (16/12/2025).
Pembicara pada Coffee Morning itu, yakni Kadis Ketahanan Pangan Maluku, Faradila Atamimi, Kadis Pertanian Provinsi Maluku, Ilham Tauda, Kadis Kesehatan, Yan Aslian, Kabid SMA Dinas Pendidikan Maluku, Fence Mandaku, dan Kepala Kantor Pemenuhan Gizi Regional Maluku, Rosita, serta didampingi Kadis Kominfo Maluku, Melki Lohy.
Kadis Ketahanan Pangan mengatakan, stok pangan tersedia mendukung MBG hingga Nataru, 31 Desember 2025 mendatang tersedia.
“Jadi stok pangan tersedia mendukung MBG dan Nataru hingga beberapa bulan kedepan. Jadi ini hasil koordinasi kami dengan distributor, barang dipasar dan hasil pertanian. Jadi memang pasokan terdampak di program MBG, tapi stok tetap aman,”jelasnya.
Meski begitu, dia mengaku, pihaknya terus berkoordinasi agar penerima manfaat MBG, yakni para siswa TK hingga SMA dan sederajat konsumsi pangan lokal. Dia mencontohkan, di Kabupaten Maluku Tenggara sudah berlakukan penerima MBG ada hari tertentu konsumsi Embal.
“Ini dilakukan agar menekan konsumsi beras yang sangat tinggi. Coba kalikan kalau 69 dapur MBG, setiap dapur sekali masak 3000 kilo gram sudah berapa. Itu berarti kita habiskan kurang lebih 1 trilyun lebih beli beras,”paparnya.
Kadis Pertanian Maluku mengatakan,
Program prioritas sektor pertanian, yakni peningkatan sumber daya alam dalam rangka perkuat program MBG. “Saya perlu sampaikan bahwa dari sisi kebutuhan pangan atau neraca produksi defisit dan kelebihan serta ada distribusi dari luar daerah,”jelasnya.
Dia mengaku, produksi Beras di Maluku, sampai saat ini di tahun 2025, sebanyak 51 ribu ton. “Kita ada peningkatan 12 persen dibandingkan 2024 lalu. Luas tanam 26 ribu hektar. Arahan Pak Gubernur kepada Pemda kabupaten dan kota, kita tanam padi sawah dan padi gogo. Kita lampui target nasional. Produksi kita naik 2 persen sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS),”paparnya.
Tak hanya itu, dia mengaku, produksi Jagung di Maluku suplus 7.500 ton. Pemerintah dan beberapa Instansi seperti TNI/Polri turut serta.
Kadis Kesehatan mengaku, program MBG dari sisi kesehatan pihaknya suport. Diakui Fungsi Dinkes mendukung Sapta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni pengingkatan Sumber Daya Manusia.” MBG dari awal Dinkes tidak tinggal diam. Di Maluku program MBG sebenarnya program strategis dari segi kesehatan terbantu soal isu strategis, yakni stunting,”terangnya.
Dia mengaku, program MBG tentunya dari sisi kesehatan pihaknya memantau standar gizi.” Kami bertangungjawab membantu safeti kepatuhan SOP. Kami menerbitkan sertifikat. Ini semua kita lakukan dan berproses. Dari 69 SPPG di Maluku, 16 yang sudah mendapat sertifikat,”terangnya.
Namun, dia mengaku, masih ada evaluasi soal standar gizi sesuai panduan. Apalagi, ingat dia, satu dapur memasak untuk 3000 anak. Padahal, dirumah sakit menyediakan makanan bagi 100 pasien hingga 150 pasien sangat susah. Tapi SPPG tangani 3000 porsi makan itu luar biasa,”ingatnya.
Kabid Pendidikan SMA Fence Mandaku mengaku, Dinas Pendidkan sebagai peneriman manfaat MBG yang peruntukan bagi siswa dan siswi, dikoordinasikan dengan baik sehingga dirasakan manfaatnya.
“Namun, jika tidak dikoordinasikan dengan baik, tentunya berdampak buruk. Buktinya, ada yang keracunan MBG. Kita koordinasikan dengan baik, sehingga penerima manfaat mendapat pemenuhan gizi dengan baik, sehingga tidak ada lagi yang keracunan,”ingatnya.
Kepala Kantor Pemenuhan Gizi Regional Maluku Rosita mengaku, pihaknya terus memantau agar para SPPG dapat menyiapkan menu MBG dengan baik, sehingga memanilisir keracunan bagi para siswa.
Dia mengaku, pihaknya terus memantau agar dapur penyedia MBG di Kota Ambon dan kabupaten kota lain agar memenuhi standar pemenuhan gizi.”Saya setiap hari keliling memantau dapur yang ada di Kota Ambon,”sebutnya.
Sementara itu, Kadis Kominfo Maluku, Melki Lohi menyampaikan apresiasi coffee morning yang digelar pihaknya.” Ini bentuk kehadiran pemerintah hadir dalam pemenuhan ketahannan pangan mendukung program MBG di Maluku,”tambah Lohy.
Dia mengaku, pihaknya akan melibatkan dinas teknis terkait sesuai tahapan. Dia juga beralasan, soal coffee moning yang baru digelar pihaknya karena efesiensi anggaran.
“Kita tahu bersama bahwa terjadi efesiensi anggaran. Hari ini palig tidak kita berjumpa dan berbicara luar biasa. Beda dengan coffee morning tahun lalu. Hari ini sangat luar biasa.Masukan dan koreksi menjadi evaluai bagi pemerintah kedepan,”pungkasnya.(DM-04)