Connect with us

Ekonomi

Sukseskan “Pesta Kenari” BPOM Intens Dampingi UMKM Lengkapi Syarat

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Untuk mensukseskan “Pesta Kenari” Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ambon, intens mendampingi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Ambon.
Buktinya, BPOM melakukan pendampingan penerbitan SPP-IRT bagi UMKM pangan dalam sehari di Kota Ambon. Kegiatan itu, dipusatkan di Aula BPOM Ambon, Senin (27/6/2022).

Kepala BPOM Ambon, Hermanto, SSi, Apt, MPPM mengatakan, pelaksanaan “Pesta Kenari” tindaklanjutnya pendampingan penerbitan SPP-IRT bagi UMKM pangan dalam sehari di Kota Ambon. “Minggu lalu khan sudah lakukan launching Pesta Kenari oleh Bapak Wakil Gubernur Maluku. Dan hari ini dilakukan pendampingan kepada industri pangan yang ada di Kota Ambon,”kata Hermanto, kepada awak media, Senin (27/6/2022).

Dia mengaku, peserta sebanyak 20 UMKM yang mengikuti kegiatan diberikan materi dari pagi. Ini agar para pelaku ini mematuhi aturan-aturan yang berlaku, sehingga produknya memenuhi ketentuan dan memberikan ijin edar yang cepat.”Kemudian produk yang dihasilkan ada rasa aman bagi masyarakat yang menkonsumsinya,”jelasnya.

Dia berharap, setelah dilakukan pendampingan tingkat kepercayaan tinggi dan produk yang dihasilkan laku dipasaran. Tak hanya itu, pihaknya juga berharap, produk yang dipasarkan tak hanya di Kota Ambon, tapi di Provinsi lain.”Bahkan, kita berharap, produk yang dihasilkan bisa di eksport ke negara tujuan. Diharapkan seperti itu,”imbuhnya.

Apalagi, ingat dia, perekonomian saat ini semakin merosot. Diharapkan, UMKM bangkit untuk ikut memulihkan ekonomi didaerah ini, bahkan ditingkat nasional dan Internasional. “Kita berharap ekonomi mikro yang ada bergerak. Karena ini, menopang perekonomian nasional,”paparnya.

Untuk itu, ingat dia, pihaknya intens melakukan pendampingan kepada UMKM didaerah ini. Menurut dia, ijin edar kewenanganya pemerintah daerah dalam hal ini Kabupaten dan kota.”Nah, kita juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun, Kabupaten dan kota melaksanakan kegiatan pendampingan ini. Karena kegiatan ijin edar satu hari masih baru, sehingga butuh pemahaman dari petugas BPOM maupun petugas yang menangani registrasi di Kabupaten dan kota,”urainya.

Karenanya, dia berharap, para pelaku usaha mesti memahami regulasi atau aturan yang ada, sehingga usahanya segera dipasarkan.”Kalau tidak memahami tentu terlambat. Apalagi sistimnya digital dan dipermudah oleh pemerintah,”terangnya.

Soal kemungkinan pendampingan kepada UMKM di Kabupaten dan kota lain dia membenarkan. Bahkan, kata dia, pihaknya berencana menggelar kegiatan bagi UMKM di Kabupaten Maluku Tengah. “Disana ada tiga titik, yakni di Masohi, Saparua, dan Banda. Jadi ada 13 lokasi yang akan digelar kegiatan pendampingan di Kabupaten dan kota. Jadi kami jemput bola, sehingga masyarakat tidak perlu ke BPOM Ambon,”sebutnya.

Meski begitu, dia berharap, butuh komitmen dari pelaku UMKM untuk melengkapi dokumen-dokumen sesuai aturan main. ”Saya lihat peserta yang ada saat ini pro aktif. Petugas kami juga menghubungi soal kelengkapan dokumen yang disiapkan. Yang biasanya itu soal dokumen dan rancangan lebelnya. Begitu juga hal sepele seperti NPWP dan email. Makanya kami membantu pelaku usaha,”pungkasnya.(DM-02)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *