Connect with us

Politik

Tak Kebagian Bantuan, Oersipuny ; Lebih Baik Aru Gabung dengan Papua

Published

on

AMBON,DINAMIKAMALUKU.COM. Kunjungan kerja Menteri Keluatan dan Perikanan,Edhi Prabowo, di kota Ambon, mesti membawa harapan bagi daerah penghasil ikan untuk dapat bantuan. Namun, kabupaten kepulauan Aru, sebagai daerah penghasil perikanan, tidak tersentuh bantuan sedikitpun.

Padahal paket bantuan budidaya yang diperuntukan bagi kelompok budidaya perikanan (Pokdakan), diserahkan langsung oleh Prabowo, Minggu (30/8) hanya diberikan kepada di enam kabupaten dan kota, yakni Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Maluku Tenggara, Buru, kota Tual, dan Kota Ambon, sementara kabupaten kepulauan Aru, tidak kebagian.

Menyikapi kepulauan Aru, tidak kebagian bantuan, organisasi mahasiswa setempat termasuk wakil rakyat asal daerah itu angkat bicara
Mereka menyatakan kekecewaannya kepada Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta pemerintah provinsi Maluku.”Kita sangat kecewa kalau Aru, sama sekali tidak dapat perhatian apapun. Padahal, potensi perikanan di Aru, sangat melimpah bila dibandingkan dengan daerah lain di Maluku. Mestinya, Aru diprioritaskan untuk dapat bantuan, “kata Ketua Cabang GMKI Dobo, Robert Tildjuir, dan anggota DPRD Maluku, Temy Oersipuny, DINAMIKA MALUKU.COM, Rabu (2/9).

Robert berharap, kehadiran Menteri KP, setidaknya bawa angin segar, di sektor perikanan. Kendati begitu, mereka apresiasi Maluku bakal dijadikan Lumbung Ikan Nasional (LIN).”Namun, untuk mendukung LIN, masak Aru yang memiliki potensi perikanan yang luar biasa tidak mendapat bantuan sama sekali. Ada apa ini,”kesalnya.

Dia sangat menyesalkan sikap pemerintah provinsi dalam hal ini Dinas Perikanan dan Keluatan Maluku, yang tidak memperjuangkan Aru, agar dapat bantuan.”Kami sangat kecewa dan mengecam keras. Ada intimidasi dan anak tirikan Aru, “kesalnya.

Padahal, ingat dia, ada tiga kawasan laut yang kaya dengan potensi perikanan seperti Aru, Banda, dan Seram. Tiga daerah ini mesti menjadi pilot project.”Kita akan buat aksi. Selain itu, kita sudah surati bupati Aru dan DPRD Aru. Kita juga sampaikan aspirasi ke gubernur Maluku dan Menteri KP,”tandasnya.

Temy melanjutkan, bantuan budidaya perikanan sangat dirindukan oleh nelayan-nelayan lokal di Aru, karena selama ini mereka tangkap ikan dengan alat tradisional.”Ikan di Aru itu melimpah. Sebagian besar aktivitas warga adalah nelayan, namun peralatan tangkap ikan sangat minim. Mereka sangat mengharapkan bantuan budidaya perikanan, tapi kenapa Aru, tidak dapat bantuan,”tanya Temy.

Politisi Hanura ini mengancam, jika Aru, tak kunjung dapat bantuan perikanan, sebaiknya daerah bertajuk Jargaria itu, gabung dengan provinsi Papua.”Pada saatnya kita akan berontak. Lebih baik kita bergabung dengan Papua, kalau tidak diperhatikan,”kesalnya.

Wakil rakyat dari dapil Aru, Malra, dan Tual ini berharap, provinsi Maluku, petakan wilayah potensi perikanan dan sektor unggulan lainya agar pembangunan terarah dengan baik.”Saya menilai selama ini Pemprov, belum fokus. Visi dan misi sebagus apapun, tapi tidak ada treatmen yang baik tidak akan berhasil,”ingatnya.

Untuk itu, Temy yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku ini memastikan, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil Kadis Perikanan dan Keluatan Maluku.”Kita akan panggil Dinas Perikanan. Kita minta penjelasan kepada Kadis kenapa Aru, tidak mendapat bantuan. Banyak warga Aru, komplain kepada saya,”terangnya.

Sekedar tahu, enam kabupaten dank ota di Provinsi Maluku, mendapatkan jatah paket bantuan budidaya yang diperuntukan bagi kelompok budidaya perikanan (Pokdakan).

Bantuan diserahkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) RI Edhy Prabowo kepada enam kepala dinas kabupaten/kota dalam kunjungan kerjanya ke Ambon-Maluku di balai perikanan budidaya laut (BPBL) Ambon, Minggu (30/8).

Kota Ambon, kecipratan bantuan senilai Rp 478.539.000. Sedangkan lima daerah lain, yakni kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mendapat bantuan senilai Rp 335.299.000, Kabupaten Buru Rp 281.550.000, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Rp 641.688.000, Kota Tual Rp 72.940.000 dan Kabupaten Maluku Tenggara Rp 75.240.000.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *