Connect with us

Ragam

Tekan Kemiskinan Ekstrim, Marasabessy : Kita “Borong” 55 Desa

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Dinas PUPR Provinsi Maluku optimis menekan kemiskinan ekstrim di Maluku. Dinas yang membidangi infrastruktur ini bakal membangun akses jalan, air bersih, dan rumah singgah di 55 desa yang tersebar di 9 kabupaten.

Kepala Dinas PUPR Maluku, DR Muhamat Marasabessy, ST, M. Tech mengatakan, meski alokasi APBD untuk dinas yang dipimpinnya kecil, namun pihaknya terus berupaya bangun infrastruktur termasuk ikut menekan angka kemiskinan di daerah ini. “Kita terus berupaya bangun infrastruktur di Maluku. Ini agar kemiskinan ekstrim di 9 kabupaten bisa ditekan,”kata Marasabessy, kepada awak media usai bersama Komisi III DPRD Provinsi Maluku, rapat bahas dokumen KUA/PPAS APBD 2022, Senin (29/11/2021).

Koordinator Balai-balai Kementerian PUPR di Maluku ini mengaku, ada 55 desa di 9 kabupaten di Maluku, yang akan “dikeroyok” bersama dinas terkait bersama pemerintah setempat untuk mengentaskan kemiskinan di desa-desa yang ditentukan.

Lantas, apa yang dibangun di desa-desa tersebut, lanjut dia, pihaknya akan fokus bangun akses jalan dan bangun sarana air bersih. Selain itu, pihaknya akan bangun rumah singgah. Rumah singgah itu akan disinggahi anak sekolah. “Jadi kita buat perencanaan bangun jalan dan bangun sarana air bersih kita fokus ke desa-desa itu. Ini agar kemiskinan di derah itu kita bisa tekan,”tandasnya.

Mantan Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku ini mengaku, program tersebut dinamai MABES di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku.” Jadi bukan satu desa diprioritaskan. Tapi 55 desa itu dikeroyok di tahun 2022. Jadi bukan APBD Provinsi saja. Tapi ada intervensi dari APBD 9 kabupaten. Jadi kita borong bersama. Jadi ada dari Kementerian juga,”terangnya.

Setelah 55 desa dikeroyok, lanjut mantan pejabat di Kementerian PUPR itu, 56 desa kembali dikepung. “Jadi kita fokus 55 desa dulu. Setelah itu kita lanjut ke desa yang lain,”bebernya.

Soal perencanaan di dinas yang dipimpinya, Marasabessy akrab disapa Pak Matt menjelaskan, pihaknya sudah siapkan perencanaan. Perencanaan yang disusun selama lima tahun.

Dia mencontohkan, dalam perencanaan pihaknya membuka akses jalan ke Abioholo Kabupaten Seram Bagian Barat. Namun, pihaknya terlebih dahulu membuka akses jalan dari Kairatu. “Memang disana bukan kewenangan kita lagi. Tapi APBD kita diskusi,”sebutnya.

Namun, ingat dia, pihaknya memiliki salah satu program, yakni penataan kawasan. “Nah, dengan penataan kawasan itu kita bisa membangun jalan. Nah, kalau jalan itu kewenangan daerah misalnya kita bangun. Lalu judulnya penataan kawasan. Jadi kita koordinasi dengan kabupatennya,”jelasnya.

Setelah itu, lanjut dia, pihaknya menyurati pihak terkait bahwa jalan tersebut dihibahkan bagi daerah.” Nah, dengan sendirinya warga yang terisolasi bisa menikmati jalan dengan baik. Dan sudah ada respon dari pemerintah pusat setelah lobi-lobi dari teman-teman komisi dan Pak Gubernur terkait dengan pembangunan jalan,”paparnya.

Tak hanya disitu Marasabessy akrab disapa Pak Matt, mengapresiasi penyampaian aspirasi yang dilakukan Komisi III DPRD Provinsi Maluku, di Pemerintah pusat.”Saya ucapkan terima kasih kepada anggota dewan yang sangat luar biasa. Mereka lakukan lobi-lobi di Kementerian dan Kepala Staf Presiden (KSP),”pungkasnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *