Connect with us

Ragam

Tiga Elemen Masyarakat KKT Tolak Tim PDSK Blok Masela Bentukan Gubernur Maluku, Ini Alasanya

Published

on

SAUMLAKI, DM.COM, -Sebanyak tiga elemen masyarakat yang tergabung dalam Tim Boikot Groundbreaking Inpex Masela, Ltd, menolak Tim Terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) Blok Masela yang dibentuk oleh Gubernur Maluku.

Tiga elemen masyarakat yang menolak PDSK, yakni Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Tanimbar Raya (ALTAR) dan Forum Cinta Bumi Tanimbar (FCBT).

Penolakan ini didasari atas komposisi tim yang dinilai hanya mengakomodir elit birokrasi dan mengabaikan keterwakilan elemen masyarakat lokal, khususnya pemuda, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di Bumi Duan Lolat.

“Kami menolak dengan keras tim tersebut karena terkesan hanya menjadi panggung elit pemerintahan. Kami meminta Gubernur Maluku jangan menyamakan Tanimbar dengan pendekatan yang pernah dilakukan di daerah lain di Maluku,” tegas Sumitro Fenanlambir perwakilan Tim Boikot Groundbreaking Inpex Masela, Kepulauan Tanimbar dalam pernyataan persnya yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (2/3/2026).

Mencegah Rakyat Menjadi Korban, Sumitro Fenanlambir menekankan bahwa keterlibatan tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan tokoh adat adalah harga mati. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil tidak hanya menguntungkan elit birokrasi, tetapi benar-benar menyentuh dan melindungi hak-hak rakyat di tingkat akar rumput.

“Jangan sampai rakyat kami hanya menjadi korban dari pengambilan keputusan sepihak oleh para elit yang pada akhirnya tidak memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Tanimbar,” lanjutnya.

Ancam Aksi Boikot Ground Breaking Pemuda Tanimbar menegaskan bahwa mereka memiliki hak konstitusional dan moral atas tanah leluhur mereka. Mereka menuntut keterlibatan aktif dalam seluruh aspek pengembangan proyek strategis nasional tersebut.

“Tanah ini adalah milik datu-datuk kami yang diwariskan untuk kami. Jangan hanya ambil sumber daya energi kami, tapi hak-hak kami diabaikan. Jika tuntutan kami untuk terlibat dalam semua aspek tidak diakomodir, kami tidak akan tinggal diam,” tegas.Sumitro

Lebih lanjut, Ongker Batmomolim pengurus DPD KNPI KKT mengancam akan melakukan perlawanan secara masif dan terus-menerus. “Kami akan melakukan aksi besar-besaran saat Ground Breaking nanti. Jangan anggap pemuda Tanimbar tidak ada. Kami akan terus melawan sampai tuntutan kami diakomodir!”

Sementara itu Beny Ajack yang mewakili FCBT menegaskan, sepanjang pemerintah propinsi dan pemerintah pusat melihat Tanimbar hanya dengan sebelah mata, maka kami Pemuda Tanimbar akan tetap berdiri mempertahankan tanah tumpah darah kami. Kita akan berhadapan di lapangan, kita akan berhadapan di Tanimbar.

Pernyataan ini menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Provinsi Maluku dan pihak terkait agar segera merombak skema koordinasi PDSK Blok Masela dengan mengedepankan kearifan lokal dan partisipasi aktif komponen kepemudaan di Kepulauan Tanimbar.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *