Connect with us

Parlemen

Tolak Penundaan Pemilu, Rumra : Jangan ”Tabrak” Konstitusi

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Wacana penundaan Pemilu 2024 oleh sejumlah pimpinan partai politik, disikapi sejumlah pihak termasuk Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Amir Rumra. Menurut politisi PKS itu, wacana penundaan “pesta” demokrasi nasional lima tahunan itu hanya dimainkan sejumlah elit dengan “menabrak”konstitusi untuk melanggengkan kekuasaan.

“Ini hanya sekedar cari muka saja di hadapan Presiden, Ini merupakan permainan sejumlah elit politik yang mencoba menarik perhatian, mencari panggung, menaikan elektabilitas dengan mencuatkan kontroversi di tengah masyarakat. Pada hakikatnya
tidak ada alasan penundaan pemilu, kecuali jika stabilitas keamanan negara dalam keadaan berbahaya,” tandas Rumra, kepada awak media, Sabtu (5/3/2022).

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota Tual, Maluku Tenggara, dan Kepulauan Aru itu menegaskan, konstruksi regulasi tidak memberi ruang bagi penundaan pemilu, kecuali pemilu lanjutan atau pemilu susulan.”Konstitusi mengatur lima tahun sekali. Kalau tidak patuh terhadap konstitusi konsekuensinya negara ini tentu akan bergejolak,”ingatnya.

Kandidat calon anggota DPR RI ini justeru menilai, upaya agar “pesta” demokrasi nasional lima tahunan itu ditunda bagian dari upaya untuk menarik respon masyarakat. “Namun, ada penolakan publik sesuai dengan ramainya pemberitaan media, misalnya kecaman dari akademisi, koalisi delapan LSM yang membuat petisi penolakan, dan lainnya. PKS pasti menolak dengan keras penundaan pemilu 2024, karena tidak ada alasan kuat, atau tidak berdasar, “pungkasnya.(DM-02)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *