Connect with us

Politik

Fatlolon : Yang Hanya Intervensi Saya Adalah Rakyat Tanimbar !!

Published

on

AMBON,DM.COM,-Pilkada Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) baru digelar 2024 mendatang. Namun, suhu politik di bumi “Duan Lolat,” kian memanas. Ini setelah sejumlah putra dan putri asal daerah itu ingin merebut kursi Bupati dan Wakil Bupati KKT periode 2024-2029.

Mereka yang ingin merebut kursi KKT 01 dan KKT 02 dari berbagai latar belakang profesi. Sebagian dari mereka menyatakan kesiapan secara terang-terangan mencalonkan diri pada “pesta” demokrasi lokal lima tahunan didaerah itu. Namun, sebagian masih malu-malu menyatakan ke publik Tanimbar, kalau ingin berkontestasi di Pilkada KKT.

Akibatnya, sejumlah elemen masyarakat KKT, baik itu politisi, aktivis, dan elemen pemuda didaerah itu, mulai mengaitkan, kesiapan para bakal calon (balon) Bupati KKT. Ada yang mengaitkan balon tertentu bakal “disuport” atau didanai pengusaha tertentu untuk maju di Pilkada, namun sebagian besar publik KKT meyakini ada balon tertentu yang tidak ingin campur tangan “sponsor.”

Ini dilakukan, agar APBD KKT tidak digadai dan tidak diintervensi oleh para “sponsor” ketika terpilih. Dikuatirkan, ada campur tangan “sponsor”  pelayanan publik terabaikan, sehingga masyarakat ditinggalkan.

PETRUS FATLOLON, SH,MH

Lantas, siapa balon Bupati KKT yang terang-terangan ke publik KKT, menolak campur tangan “sponsor” di Pilkada KKT?, dia adalah Petrus Fatlolon. Mantan Bupati KKT periode 2017-2022 ini justeru blak-blakan sudah menolak “sponsor” di Pilkada MTB (kini KKT) 2017 lalu. “Saya bersyukur pula, 2017 lalu, ketika kita maju mencalonkan diri di Pilkada MTB, tanpa membebani orang (sponsor), sehingga ketika saya menjabat tidak diintervensi oleh orang tadi itu,”kata Fatlolon, lewat rekaman video, ketika diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (6/2/2023).

Bahkan, Pilkada KKT 2024 mendatang, Fatlolon, tetap tidak berniat menggandeng pengusaha atau cukong untuk kembali merebut kursi KKT periode 2024-2029.”Mudah-mudahan di 2024 mendatang, juga sama (tak pakai sponsor). Sehingga ketika saya menjabat lagi pada periode yang kedua, tidak boleh intervensi saya. Yang boleh intervensi saya adalah rakyat. Karena rakyatlah yang punya mandat. Bukan orang yang membantu dari aspek keuangan,”ingatnya.

Tujuanya, lanjut Fatlolon, agar daerah penghasil minyak dan gas itu tidak digadai untuk balas budi dan balas jasa kepada  para pengusaha yang ikut sponsor.” Jadi Tanimbar ini tidak boleh digadai. Tanimbar ini tidak boleh kita jadikan sebagai alat untuk mencari keuntungan secara pribadi. Tidak boleh,”tegasnya.

Untuk itu, Sekretaris DPW Partai NasDem Provinsi Maluku ini menegaskan, jika dirinya melibatkan para pengusaha, urusan rakyat Tanimbar, diabaikan.”Akibatnya, urusan tentang kepentingan masyarakat, saya mengabaikan kepentingan pribadi. Kalau saya mau nyaman-nyaman saja, saya mungkin  tidak berbeda dengan pimpinan diatas saya,”sebutnya.

“Sebenarnya perjuangan-perjuangan kemarin itu antara  nyaman dan cinta. Saya mau nyaman dengan jabatan sebagai Bupati, dan nyaman dengan diatas. Ataukah cinta terhadap rakyat. Itu ibarat lagu dengan judul antara nyaman dan cinta. Jadi saya lebih memilih cinta. Meskipun cinta itu ada pengorbanannya,”sambungnya.

Soal, aset pribadi, Fatlolon mengaku, 2003 lalu, dirinya sudah perintahkan agar semuanya dipindahkan ke kampung halamanya di Tanimbar. “Saya ingin mengabdi  di Tanimbar. Mati juga di Tanimbar dan kuburan di Tanimbar. Karena itu, pula saya kemudian mempersiapkan aset semua di Tanimbar. Aset ada di Larat, ada Saumlaki, ada di berbagai tempat di Kota Ambon,”bebernya.

” Tujuanya, jangan sampai saya menjabat Bupati baru saya bangun rumah. Tidak boleh. Jadi saya bangun sebelum menjabat. 2003 saya mulai bangun penginapan di Larat. Ada 17 kamar. Puji Tuhan semua selesai di bangun sebelum saya menjabat. Sehingga ketika saya menjabat, tidak lagi menjadi urusan pribadi. Itu berarti, jiwa raga saya sudah fokuskan semua untuk Tanimbar,”pungkasnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *