Connect with us

Hukum

Tujuh Orang Tersangka Baru di Kasus YAB, Ini Peran Mereka

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Tujuh orang kembali ditetapkan sebagai tersangka di kasus Yayasan Anak Bangsa (YAB). Selain pengurus yayasan itu, mereka ditugaskan mencari nasabah dengan iming-iming dana lebih.

Sebelumnya, Dit Reskrimum Polda Maluku menetapkan ketua Josepa Kelbulan alias Mama Jean dan Lamber W. Miru selaku sekretaris, sebagai tersangka..

“Penetapan tersangka baru ini dilakukan penyidik Dit Reskrimum Polda Maluku setelah dilakukan pendalaman pemeriksaan,” kata Kabid Humas Polda setempat, Kombes Pol M. Roem Ohoirat, ketika dihubungi DINAMIKAMALUKU.COM, Senin (14/6/2021).

Mereka yang ditetapkan tersangka adalah, Supici Leki alias Ice, Lendi Latuputty, Bidari, Ongen Miru, Berti Miru, Andreas, dan Lukas Patala.

Tujuh tersangka ini memiliki peran yang berbeda-beda dalam yayasan tersebut, baik sebagai pengurus maupun relawan yang turut mencari calon korban untuk menyumbangkan uang mereka ke yayasan dengan dalih akan mendapat imbalan yang lebih besar.

Dikatakan, perkara dugaan tindak pidana penipuan ini menjadi perhatian Kapolda Irjen Pol Refdi Andri karena uang yang dikumpulkan yayasan mencapai Rp4 milir lebih, sehingga dimintakan agar setiap perkembangan penanganan perkaranya dipublikasikan.

Sebelumnya Direktur Reskrimum Polda Maluku, Kombes Pol Sih Harno mengatakan penyidik masih menelusuri keseluruhan anggaran yang disumbangkan ratusan warga korban penipuan Yayasan Anak Bangsa 11 Provinsi Indonesia Timur yang mencapai Rp4,6 miliar.

“Awalnya terdata ada 14 saksi korban yang menyerahkan uang secara langsung kepada Josefa sebanyak Rp3,90 miliar dan Lamberd Miru Rp758,50 juta sehingga total uang yang diterima oleh Josefa dan Lambert Miru adalah Rp4,61 miliar,” ujarnya.

Selain menyita barang bukti lain seperti buku tabungan BRI atas nama Josefa Kelbulan, dan 40 dokumen Yayasan Anak Bangsa, polisi juga masih menelusuri ke mana aliran uang tersebut.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *