Connect with us

Politik

Usut Dugaan “Mafia” di RSUD dr M Haulussy, Ketua DPRD Maluku : Kita Bentuk Panja

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM, AMBON-Rencana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) oleh DPRD Provinsi Maluku, untuk mengusut dugaan mafia di RSUD dr M Haulussy Ambon, dibatalkan. Lembaga politik itu hanya membentuk panitia kerja atau Panja untuk mengevaluasi kinerja rumah sakit milik pemerintah provinsi Maluku itu.

“Semula kita berpikir membentuk Panitia Khusus, tetapi setelah melihat permasalahan yang ada, maka Bamus mengusulkan supaya membentuk panitia kerja yang di fokuskan pada pelayanan di RSUD dr Haulussy Ambon,” Kata Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury kepada wartawan, Senin (16/8/2021).

Menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota Ambon ini, Panja dibentuk menindaklanjuti keinginan dan harapan dari masyarakat, sehingga RSUD dr. M. Haulussy bisa berbenah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan demikian masalah kesehatan yang adalah salah satu pelayanan kesehatan yang dianggap selama ini masih menjadi hambatan masyarakat bisa dibenahi dari waktu ke waktu sesuai kebijakan yang diambil pemerintah dan DPRD Provinsi Maluku,”tuturnya.

BAYAR INSENTIF NAKAS

Disingung insentif tenaga kesehatan (Nakes) Covid-19 di RSUD Haulussy, dirinya mengakui dari hasil koordinasi bersama Plt Kepala Dinas Kesehatan, dr Zulkarnain mengaku insentif yang selama ini menjadi problem telah dibayarkan.

“Tadi pagi kebetulan saya bertemu kepala dinas kesehatan di acara pengukuhan kepala BPKP yang baru. Saya tanyakan informasi ini kepada beliau tentang Nakes, beliau sampaikan sudah dibayar,” ujar Wattimury.

Dengan demikian, kata Wattimury kesepakatan yang dibangun bersama DPRD Maluku agar sebelum tanggal 17 Agustus sudah harus dibayar telah ditepati.

Untuk itu, dirinya memberikan penghargaan kepada Plt Kepala Dinas Kesehatan, yang telah berupaya mendorong pihak RSUD Haulussy untuk menyelesaikan apa yang menjadi keinginan dari nakes.

“Kami berharap kedepan hal ini tidak menjadi masalah baru, apa yang terjadi biaralah menjadi pelajaran dikemudian hari,”harap Wattimury. (DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *