Connect with us

Kesehatan

Vaksinasi Harus Disosialisasikan Kepada Masyarakat

Published

on

DINAMIKAMALUKU.COM,,AMBON-Rencana vaksinasi masal yang dilakukan oleh pemerintah pusat untuk memanilisir penyebaran Covid-19, diapresiasi DPRD Maluku. Namun, sebelum vaksinasi dilakukan, harus disosialisasikan kepada masyarakat.

Apalagi, di Maluku, direncanakan kebagian 1 juta vaksin untuk mencegah virus asal kota Wuhan Cina itu.
“Yang pasti kita harus apresiasi. Karena salah satu cara untuk mengatasi pandemi Covid-19, tidak ada cara lain selain ada vaksinasi secara masal. Itu solusi terbaik atasi pandemi Covid-19,”kata Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Samson Atapary, kepada wartawan, Rabu (4/11).

Namun, politisi PDIP ini mengigatkan, kapasitas pasti terbatas kalau dilakukan serentak. Begitu juga pabrik-pabrik yang produksi vaksin juga terbatas.”Ini vaksin baru untuk Covid-19 dan ditemukan dalam tahap panjang. Ini vaksin baru yang belum dilakukan sebelumnya kepada manusia. Pasti ada kekuatiran dari masyatakat, tapi kita memaklumi,”jelasnya.

Pemerintah diminta sosialisasi dan menjelaskan kepada masyarakat, bahwa vaksin yang diproduksi lewat mekanisme baku, dan direkomendasikan WHO. “Itu yang penting disosialisasi bahwa vaksin ini tidak menimbulkan bahaya, karena lewat uji klinis tahap satu, dua, dan tiga. Kalau sudah lewat pengujian tahap tiga itu khan aman. Kalau ada reaksi atau efek samping, itu masing-masing orang,”ingatnya.

Yang penting, ingat dia, garda terdepan melayani masyarakat aman dari virus mematikan itu. “Tentu para dokter dan tenaga medis juga aman dan percaya diri tidak takut, untuk melayani masyarakat umum. Yang kedua, harus diprioritaskan kepada masyarakat yang rentan yang potensi kena Covid-19. Apalagi, riwayat penyakit bawaan atau penyakit penyerta. Itu yang utama. Nah, berikut baru disesuaikan dengan umur,”harapnya.

Setelah dilakukan cakainasi, lanjutnya, pihaknya akan melakukan pengawasan. Apakah, proses yang dilakukan sesuai kebijakan atau tidak. “Mau tidak mau vaksinasi dilakukan. Karena virus ini khan sampai sekarang belum ada obat selain vaksinasi. Mau tidak mau dilakukan anti bodi lewat vaksinasi. Jadi pemerintah harus buat regulasi bahwa vaksinasi itu wajib,”pungkasnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *