Connect with us

Pemkot Ambon

Walikota Ambon Ikut KPPD, Lemhanas : Tingkatkan Kapasitas Kepemimpinan Kada & Studi di Singapura

Published

on

JAKARTA, DM.COM,-Walikota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, bersama 24 kepala daerah (Kada) dari sejumlah provinsi mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan II Tahun 2025.

KPPD digelar atas kerjasama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kegiatan berlangsung pada 5 November 2025 hingga 19 November 2025 di Jakarta.

“Hari ini, Rabu 5 November 2025, kami 25 Kepala Daerah (8 Walikota dan 17 Bupati) mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan II Tahun 2025,”kata Walikota Ambon, Rabu (5/11/2025).

Walikota mengaku, selama 14 hari, para kepala daerah diberikan materi oleh para pakar dalam rangka pemahaman Kebangsaan dan upaya membangun daerah.

“Semoga kegiatan yang digagas oleh Lemhanas RI dan Kemendagri dapat memberikan dampak positif bagi kami dalam memajukan daerah masing-masing. Beta Par Ambon… Ambon Par Samua,”tegas Walikota.

Sementara itu, Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily mengatakan, program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan kepala daerah. Dengan harapan memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai nilai-nilai kebangsaan dan tata kelola pemerintahan yang efektif.

“Kursus ini merupakan bagian dari peningkatan kapasitas kepemimpinan kepala daerah agar mereka memiliki pemahaman yang utuh, holistik, dan integral terkait empat konsensus kebangsaan, wawasan nusantara, kepemimpinan, dan komunikasi,” ujar Ace Hasan di Jakarta, Rabu, 5 November 2025, sebagaimana dikutib DINAMIKAMALUKU.COM dari metroTVNesws.com

Sebagai bagian dari program, para peserta juga akan mengikuti studi lapangan ke Singapura, tepatnya di Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore (NUS).

“Di sana mereka akan belajar bersama para profesor dan tenaga ahli, serta mengunjungi berbagai objek strategis yang berkaitan dengan pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, transportasi umum, pengelolaan sampah, hingga sekolah-sekolah,”  jelas Ace.

Ace menjelaskan, Singapura dipilih sebagai lokasi studi banding karena dinilai berhasil memberikan pelayanan publik yang unggul dan efisien. “Singapura memiliki penilaian terbaik dalam hal pelayanan publik. Karena itu penting bagi para kepala daerah untuk mempelajari bagaimana sistem tersebut berjalan dengan baik,” ujarnya.

Setelah program di Singapura, para kepala daerah akan melanjutkan pelatihan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri. Hal ini untuk menyusun perencanaan strategis daerah.

“Mereka akan merancang program prioritas yang bisa ditindaklanjuti di daerah masing-masing, sehingga apa yang telah dipelajari dapat diimplementasikan dan memberikan hasil nyata,” tutur Ace.

Ace mengatakan Lemhannas bersama Kemendagri akan memantau dan mengevaluasi hasil rencana kerja para peserta guna memastikan implementasi yang efektif di lapangan.

“Kami akan memonitor hasil perencanaan strategis ini agar benar-benar dijalankan dengan baik di masing-masing daerah,” kata Ace menegaskan.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *