Pemkot Ambon
Walikota Ambon : Literasi Keagamaan Sangat Penting, Bukan Dipertentangkan
AMBON,DM.COM,-Walikota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena menegaskan, pendekatan literasi keagamaan lintas budaya sangat penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus membangun ruang dialog antar umat beragama.
“Literasi keagamaan lintas budaya bukan untuk mempertentangkan perbedaan, tetapi untuk membangun pemahaman yang lebih besar tentang perdamaian, cinta kasih, dan keadilan,”tegas Walikota.
Penegasan Walikota, ketika Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, menggelar Seminar Penguatan Karakter Bangsa. Seminar digelar untuk mendukung Asta Cita dalam semangat hidup orang basudara melalui pendekatan Literasi keagamaan lintas budaya
Seminar dipusatkan di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Provinsi Maluku, Kamis (12/2/2026).
Untuk itu, Walikota menegaskan, pentingnya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui kerja bersama seluruh elemen bangsa. Orang nomor satu di Kota Ambon, menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi bangsa saat ini menuntut adanya kolaborasi untuk memastikan persatuan tetap terjaga.
“Keberagaman yang kita miliki harus dipandang sebagai kekuatan, bukan sebagai perbedaan yang memisahkan. Ini menjadi fondasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan,” ujar Walikota.
Menurut dia, nilai-nilai kearifan lokal seperti semangat hidup orang basudara tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus terus dihidupkan dan ditransformasikan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Pemerintah Kota Ambon, kata dia, berkomitmen menjadikan nilai tersebut sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
Walikota juga mengingatkan, berbagai fenomena sosial yang berpotensi memicu perpecahan harus diantisipasi sejak dini. Karena itu, pendekatan literasi keagamaan lintas budaya dinilai penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus membangun ruang dialog antarumat beragama.
“Literasi keagamaan lintas budaya bukan untuk mempertentangkan perbedaan, tetapi untuk membangun pemahaman yang lebih besar tentang perdamaian, cinta kasih, dan keadilan,” katanya.
Ia berharap, kegiatan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak pihak agar semangat toleransi dan persaudaraan di Kota Ambon dan Provinsi Maluku tetap terjaga.
“Penguatan karakter bangsa bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita terus merawat kebersamaan dalam semangat orang basudara,” ujarnya.
Seminar ini menjadi bagian dari upaya kolektif untuk memperkuat harmoni sosial di Maluku sebagai daerah yang dikenal dengan keberagaman budaya dan agama.
Kegiatan itu dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, tokoh agama, akademisi, serta perwakilan organisasi masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Maluku.(DM-04)