Connect with us

Ragam

Zat Kimia Berbahaya di Pulau Baru, Pasang Police Line & Tempatkan Petugas

Published

on

SAUMLAKI, DM.COM,-Lokasi pulau baru di wilayah perairan desa Teineman, kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar seluas 3 hektar, yang terbentuk dari semburan lumpur dan bebatuan, akibat gempa 7,9 Schala Richter yang mengguncang seluruh wilayah tersebut.

Namun, diduga ada zat kimia berbahaya, sehingga warga dilarang berkunjung. Olah sebab itu, selain warning dari otoritas pemerintah KKT, areal itu harus dipoliceline dan ditempatkan petugas.

Dari pengetahuan dan pengalaman bekerja di Proyek Gas di teluk Bentuni dan Genting OIl milik perusahaan Malaysia, Lorenz Weredity salah satu putera Tanimbar kepada media ini melalui telepon seluler Senin (16/1/2023) menyebutkan, policeline dan penempatan petugas di lokasi tersebut, sangat emergensi dan penting.

“Ini akan mencegah dan melindungi masyarakat sekitar dari bahaya keracunan karena menghirup udara yang mengandung zat kimia di sekitar lokasi tersebut”, ungkapnya.

Menurut dia, gempa 7,9 SR yang terjadi di Saumlaki pada hari Senin, (9/1/2023) pukul 02.47.30 WIT, menyebabkan terjadi benturan lempengan dibawah permukaan bumi dan memicu semburan gas naik ke permukaan tanah.

Gas yang ada dibawah tanah bentuknya seperti balon. Akibat gesekan antara lempengan, gas mencari celah, rongga dan ruang kosong untuk menyembur naik ke permukaan bumi.

Ada satu sumur kecil di sekitar daerah tersebut dan biasanya dikunjungi warga setempat. Dari sumur itulah, titik dimana gas meluap ke atas permukaan perairan Teineman, disertai lumpur panas dan bebatuan dan menyebar membentuk pulau dengan luasan terkini, kurang lebih 3 hektar.

Sampai saat ini ada tim survey yang turun untuk meneliti lumpur dan bebatuan tersebut. Menurut analisis Weredity, hal ini lebih disebabkan karena gas yang bercampur air, lumpur, batu dan menyembur ke atas permukaan bumi. Lumpur panas dan bebatuan ini sangat berbahaya dan mengandung racun, terangnya berdasarkan pengetahuan dan pengalaman dalam pekerjaan drilling atau pengeboran.

Pulau baru di Teineman mengingatkan kita pada kasus Lapindo di Jawa Timur. Akibat pengeboran tidak sesuai prosedur standar internasional, ada pipa dibawah tanah yang disebut sniping pipe tercabut dan menyebabkan terjadi semburan lumpur. Tekanan gas dari dalam bumi lamanya 30 tahun, baru mulai mengecil.

Soal pulau baru yang muncul di permukaan perairan Teineman, menurut Weredity, harus ditangani dengan baik, sesuai hasil survey dan penelitian. Bila tidak, lumpur tersebut kemunginan akan semakin melebar.

Ada semen khusus seperti dalam dunia pengeboran yaitu, silica, berait dan betoned yanh bisa dipakai untuk menutup lubang semburan lumpur. Semen-semen khusus dalam dunia oengeboran ini bila dipakai di dalam air sekalipun, tetap kering, terangnya.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *