Connect with us

Unpatti

FK Unpatti Kembali Lahirkan Dokter Muda, Diharapkan Layani Warga di Daerah Terpencil

Published

on

AMBON, DM.COM, Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FK Unpatti), kembali melahirkan dokter muda. Mereka diharapkan terus meningkatkan kapasitas untuk maksimal memberikan pelayanan kesehatan kepada warga khususnya didaerah terpencil.

Ini setelah FK Unpatti menggelar Yudisium Dokter dan Pengambilan Sumpah Dokter FK Unpatti Angkatan XXXVIII yang berlangsung di ruang theater Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Ambon, Rabu (13/5/2026).

Sebanyak 29 peserta resmi dikukuhkan sebagai dokter berdasarkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Nomor 1506/UN13.1.9/SK/2026.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, Rektor Unpatti, Prof Dr Fredy Leiwakabessy, Wakil Walikota Ambon, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Pimpinan Sivitas Akademika Universitas Pattimura, Tenaga Pengajar, Para Orang Tua Mahasiswa, serta tamu undangan lainnya.

Wagub menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura yang terus berkembang dan menjadi salah satu kebanggaan pendidikan tinggi di Maluku. Ia juga memberikan penghormatan khusus kepada para orang tua mahasiswa yang telah berjuang membiayai pendidikan anak-anak mereka hingga berhasil menyandang gelar dokter.

“Di balik keberhasilan seorang dokter, ada perjuangan besar orang tua. Ada yang membiayai dari hasil jual pala, jual cengkih, dari gaji PNS, polisi, tentara, bahkan ada yang harus berutang demi melihat anaknya berhasil menjadi dokter,” ujar Vanath.

Menurutnya, momentum pengambilan sumpah dokter bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi awal dari tanggung jawab besar untuk mengabdi kepada masyarakat dan kemanusiaan.

Ia juga mengingatkan para dokter muda agar terus meningkatkan kapasitas diri dan tidak berhenti belajar, mengingat dunia kedokteran terus berkembang seiring dengan tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.

“Jadilah dokter yang bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian terhadap masyarakat. Profesi dokter adalah profesi mulia karena bukan hanya bekerja untuk mencari nafkah, tetapi juga menyelamatkan dan memberi harapan bagi orang lain,” katanya.

Wagub turut menyoroti masih terbatasnya tenaga dokter di sejumlah wilayah di Maluku, terutama di daerah terpencil dan puskesmas yang masih kekurangan tenaga kesehatan. Karena itu, ia berharap para dokter muda memiliki semangat pengabdian untuk melayani masyarakat di daerah-daerah yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Masyarakat di desa-desa terpencil juga membutuhkan pelayanan kesehatan yang baik. Kehadiran seorang dokter di tempat seperti itu sering kali bukan hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga memberi rasa aman dan harapan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Vanath menekankan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi di Maluku. Menurutnya, dunia pendidikan menjadi contoh nyata kehidupan keberagaman di Maluku, di mana mahasiswa dari berbagai latar belakang agama dan suku dapat belajar bersama dalam suasana harmonis.

“Kalau kita ingin Maluku maju, maka Maluku harus tetap aman, damai, dan rukun. Pendidikan harus menjadi ruang yang memperkuat persaudaraan dan kemajuan bersama,” tegasnya.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *