Parlemen
Kunjungi Metimarang, Anos Yeremias Soroti Keterbatasan Fasilitas Satgas Pamputer di Pulau Terluar

AMBON,DM.COM,-Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, S.Sos, M.Si saat ini tengah berada di Pulau Metimarang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan MBD ini tengah berada di pulau terluar itu dalam rangka melaksanakan Reses Masa Sidang I DPRD Provinsi Maluku. Disana, Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Maluku ini membuka melakukan kunjungan langsung ke Pulau Metimiarang, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, Rabu ( 2/9/2026).
Diketahui, Pulau Metimiarang merupakan salah satu pulau terluar di Provinsi Maluku yang memiliki posisi sangat strategis karena berada di kawasan perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, Anos Yeremias bertemu dan berdialog dengan masyarakat yang berdomisili di Pulau Metimiarang untuk mendengar secara langsung berbagai kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi.
Selain bertemu masyarakat, Anos juga mengunjungi SATGAS PAMPUTER XXX TAHUN ANGGARAN 2026 DI PULAU METIMIARANG yang dipimpin oleh Lettu Mar M. Yaskuri bersama 32 personel Pasukan Marinir yang sedang melaksanakan tugas pengamanan Pulau Metimiarang.
Dalam kunjungan tersebut, Anos menemukan kondisi yang membutuhkan perhatian serius, terutama berkaitan dengan fasilitas bagi pasukan yang menjalankan tugas pengamanan salah satu pulau terluar Indonesia tersebut.
TIDAK MEMILIKI POS PENJAGAAN PERMANEN
Sampai saat ini, personel SATGAS PAMPUTER di Pulau Metimiarang belum memiliki Pos Penjagaan permanen.
Karena tidak tersedia Pos Penjagaan, selama ini para personel terpaksa menumpang dan menggunakan rumah milik warga masyarakat sebagai tempat tinggal sekaligus tempat menunjang pelaksanaan tugas mereka.
Saat ini persoalan tersebut menjadi semakin mendesak karena pemilik rumah akan kembali menggunakan rumahnya sendiri, sehingga personel SATGAS PAMPUTER yang selama ini menempati rumah tersebut harus segera berpindah.
Kondisi ini tentunya membutuhkan solusi secepatnya mengingat keberadaan Pos Penjagaan yang layak dan permanen sangat penting untuk mendukung kesiapan personel yang bertugas menjaga wilayah terluar dan perbatasan negara.
TIDAK ADA SPEED BOAT UNTUK PATROLI
Selain tidak memiliki Pos Penjagaan permanen, fasilitas pendukung operasional juga masih sangat terbatas.
Salah satu kebutuhan yang sangat mendesak adalah SPEED BOAT untuk mendukung patroli dan mobilitas personel di wilayah perairan sekitar Pulau Metimiarang.
Ketiadaan speed boat membuat personel yang bertugas memiliki keterbatasan untuk bergerak cepat melalui laut, terutama apabila sewaktu-waktu terdapat ancaman keamanan ataupun aktivitas pencurian hasil laut dan ikan di kawasan perbatasan negara.
Padahal karakter wilayah Metimiarang yang merupakan pulau terluar menuntut kemampuan mobilitas laut yang memadai agar personel dapat melakukan patroli, pemantauan dan respons cepat apabila terjadi gangguan di wilayah perairan perbatasan.
“Katong menempatkan prajurit di salah satu pulau terluar untuk menjaga wilayah negara, tetapi fasilitas dasar mereka masih sangat terbatas. Pos penjagaan permanen belum ada sehingga selama ini mereka harus menumpang di rumah masyarakat. Sekarang pemilik rumah akan menggunakan kembali rumahnya sehingga mereka harus pindah,” ujar Anos, melalui keterangan tertulis yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Rabu (2/9/2026).
Menurut Anos, kondisi tersebut harus menjadi perhatian karena menyangkut kesiapan personel dalam menjalankan tugas negara.
“Selain Pos Penjagaan, mereka juga tidak memiliki speed boat untuk patroli. Bagaimana mereka bisa bergerak cepat kalau sewaktu-waktu ada ancaman atau pencurian hasil ikan di wilayah perbatasan? Metimiarang ini bukan sekadar sebuah pulau, tetapi bagian dari wilayah terdepan Negara Republik Indonesia yang harus dijaga secara serius,” tegasnya.»
Anos menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh personel TNI yang tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab di tengah keterbatasan fasilitas yang tersedia.
Menurutnya, negara harus memberikan perhatian yang seimbang antara penempatan personel dengan penyediaan sarana dan prasarana pendukung.
Karena itu, dirinya akan membangun komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan Pos Penjagaan PAMPUTER yang permanen serta penyediaan speed boat sebagai fasilitas operasional patroli di Pulau Metimiarang.
“Katong tidak boleh hanya meminta prajurit menjaga wilayah perbatasan, tetapi membiarkan mereka menjalankan tugas dengan keterbatasan. Mereka menjaga kedaulatan negara, sehingga fasilitas untuk menunjang tugas mereka juga harus menjadi perhatian,” kata Anos.
Kunjungan ke Pulau Metimiarang menjadi bagian penting dari pelaksanaan Reses untuk memastikan bahwa berbagai persoalan di pulau-pulau terluar dapat dilihat secara langsung dan diperjuangkan melalui jalur pemerintahan maupun lembaga terkait.
METIMIARANG ADALAH BERANDA TERDEPAN INDONESIA.
Menjaga Metimiarang berarti menjaga batas wilayah negara, menjaga kekayaan laut Indonesia, menjaga masyarakat yang hidup di pulau terluar, sekaligus menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(DM-04)