Ragam
Besok Demo di INPEX Jakarta Soal Ganti Rugi Tanaman, Kelyombar Tuding Rahanwarat Ditunggangi

AMBON,DM.COM,-Salah satu elemen pemuda Tanimbar, Agustinus Rahanwarat, yang memakai salah satu yayasan hingga organisasi pemuda Pancasila, berencana melakulan aksi demo di INPEX Masela Ltd Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Rahanwarat diinformasikan melakukan aksi bersama rekan-rekannya di INPEX Masela Ltd, perusahaab bertindak sebagai operator utama dan kontraktor pengelola Blok Masela di Maluku dengan kepemilikan hak partisipasi sebesar 65 persen, terkait ganti rugi tanaman warga di Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Meninyikapi, aksi Rahanwarat Cs, salah satu aktivis Tanimbar, Gilang Kelyombar angkat bicara. Dia mengaku, benerapa waktu lalu Presiden Prabowo Subianto, baru saja melakukan groundbreaking dimulainya proyek strategis nasional Blok Masela.
“Kita sangat sayangkan kalau, saat ini
persiapan pembayaran tanaman milik masyarakat Tanimbar oleh pihak Inpex maupun Pemerintah, ada rencana aksi perlawanan dari sekelompok oknum yang tidak bertanggung jawab dengan dalil mereka datang mengatasnamakan masyarakat Tanimbar,”kata Kalyombar, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Rabu (26/8/2026).
Apalagi, kesal dia, aksi demo yang dilakukan Rajanwarat Cs, memakai nama yayasan hingga nama Pemuda Pancasila, sebagai alat untuk melakukan aksi demo.
Menurutnya, kebebasan berpendapat dan kebebasan dalam manyampaikan aspirasi sudah diatur sesuai aturan main. Hanya saja, ingat dia, mesti membedakan mana itu aspirasi yang sedang ditunggangi oleh kepentingan tertentu dan aspirasi yang murni di perjuangkan demi kemaslahatan banyak orang.
“Kita sama sama ketahui bahwa sudah beberapa dekade kita semua sudah memperjuangkan Blok Masela dan tidak sedikit pengorbanan yang telah di keluarkan baik dari sisi materil maupun pikiran serta tenaga hingga korban jiwa,”tuturnya.
Semuanya dilakukan, lanjut dia, demi Blok Masela, secepatnya beroperasi di Maluku khususnya di Tanimbar, lokasi yang di bangun proyek nasional ini.
“Tapi kenapa di saat perjuangan yang sekian lama sudah sudah di nanti-nantikan dan saat ini sudah berhasil di jalankan kenapa ada orang-orang yang demi kepentingan memperkaya diri mereka secara pribadi, memakai cara-cara kotor mereka untuk sengaja memperlambat proses yang saat ini sedang berjalan,”ingatnya.
Mestinya, ingat dia, sebagai komponen pemuda yang mengklaim anak Tanimbar, mendukung progres yang telah dilakukan. Bukan sebaliknya berusaha untuk memakai segala cara agar mau menghambat proses-proses yang saat ini sedang berjalan.
“Saya secara pribadi sebagai generasi muda Tanimbar maupun sebagai aktifis sebenarnya merasa sangat malu atas apa yang telah di lakukan maupun aksi yang akan nantinya di lakukan oleh sahabat saya Agustinus Rahanwarat serta kelompoknya,”tandasnya.
Apalagi, ingat dia, sebagai sesama aktivis sangay mengetahui sepak terjang Rahanwarat akrab disapa Ayah Sampo dipakai sebagai alat untuk kepentingan oknum-oknum yang hanya memperkaya diri secara pribadi.
“Jangan sampai mengadaikan idealisme yang selama ini telah di bangun dengan perjuangan yang tidak gampang bersama masyarakat Tanimbar. Apalagi, masyarakat sudah tahu siapa itu ayah Sampo,”sindirnya.
Namun, dia mengigatkan, Rahanwarat yang menggadaikan harga dirinya demi uang recehan hanya untuk mencoreng nama dan kualitas yang sudah dijaga dengan baik selama ini.
“Seharusnya teman saya ini sebelum menerima job murahan ini, harusnya dia berpikir dengan saksama dan teliti bahwa dampak yang akan dia lakukan ini hanya akan mempermalukan dirinya dan secara tidak langsung dia sengaja agar menghambat pihak Inpex untuk melakukan pembayaran Tatanaman milik warga yang saat ini sudah sangat di nanti-nantikan oleh masyarakat Tanimbar,”harapnya.
Meski begitu, dia mengigatkan, jika Ayah Sampo dan kelompoknya masih ngotot menjalankan aksinya, maka jangan pernah menyalahkan pihak INPEX, mereka memutuskan untuk menunda pembayaran atas tatanaman milik masyarakat Tanimbar.
“Jika sampai hal ini terjadi dan pihak INPEX memutuskan melakukan penundaan apakah Ayah Sampo dan oknum-oknum yang menungganginya mampu bertanggungjawab kepada masyarakat Tanimbar?,” tanya dia.
Apalagi,,aksi yang dilakukan verwdar kabar hanya dua nama yang memiliki kepentingan, sehingga dia semakin yakin, Eajanwara ditinggangi oleh kepentingan segelintir orang.
“Jadi kalau besok pihak INPEX tidak merespon ayah Sampo punya aksi, maka saran saya sebagai sahabatmu aksi kali berikutnya kalau bisa Ayah sampo maju melakukan aksi memakai Partai yang menaungi Ayah Sampo saja Sekalian, biar lebih keren,”sarannya.
Karenanya, dia berharap, warga Tanimbar di Jakarta, agar tidak terprovokasi dengan yang aksi Ayah sampo bersama kelompoknya.
“Jika sampai aksi besok ini tetap di jalankan oleh Sampo dan kelompoknya dan mengakibatkan pihak INPEX memutuskan untuk menunda semua proses pembayaran tanaman milik masyarakat, maka yang paling dan yang harus bertanggungjawab untuk membayar tanaman milik masyarakat Tanimbar adalah Bupati KKT, Ricky Jauwerissa,”tegasnya
Sebab, ingat dia, Bupati KKT paling bertanggungjawab terhadap tanamqn milik warga. Untuk itu, dia meminta warga menintit ganti rugi di orang pertama di bumi Tanimbar itu.(DM-04)