Connect with us

Ekonomi

BM-Malut & Bank DKI Kerjasama,  Gubernur : Kita Perkuat Sinergitas Perbankan

Published

on

AMBON, DM. COM,-Bank Maluku dan Maluku Utara (BM-Malut) dan Bank DKI Jakarta,  melakukan  penandatanganan nota kesepahaman kerjasama di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (27/9/2022).

Tujuan, Penandatanganan nota kesepahaman untuk memperkuat dan  meningkatkan sinergitas serta  kolaborasi  bisnis perbankan antara Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Drs  Murad Ismail, SH. MH, sebagai pemegang saham pengendali BM-Malut, mengapresiasi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan dan Ahmad Riza Patria dan Pemprov DKI Jakarta, yang mendukung pelaksanaan penandatanganan nota kesepahaman.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan selaku pemegang saham pengendali, serta segenap jajaran direksi BM-Malut, menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pak Anis Baswedan dan Pak Ahmad Riza Patria, beserta jajaran Pemda DKI Jakarta maupun komisaris dan direksi Bank DKI Jakarta,”kata Gubernur dalam sambutanya.

Sebab, kata mantan Kakor Brimob Polri ini, hari ini bisa mewujudkan rencana kolaborasi kerja sama antara Bank DKI Jakarta dan BM-Malut, melalui skema Kelompok Usaha Bank (KUB). Sehubungan dengan pertemuan ini, Gubernur ingin menyampaikan beberapa hal penting. Pertama dengan ditanda tangani nota kesepahaman ini, pihaknya berharap akan memperkuat sinergitas pengembangan bisnis perbankan antara Pemda Provinsi Maluku dengan Pemda DKI Jakarta.

“Kedua bahwa berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  Nomor 12/POJK.03/2020 tanggal 16 Maret 2020 Tentang  Konsolidasi Bank Umum Mengatur Bahwa  Semua Bank Milik Pemerintah Daerah Wajib Memenuhi Modal Inti Minimum sebesar Rp 3 Trilyun sampai dengan 31 Desember 2024 mendatang,”jelasnya.

Mantan Kapolda Maluku ini mengakui, ini sebuah tantangan sekaligus peluang bagi pihaknya untuk memilih alternatif yang tepat, guna menjamin eksistensi BM-Malut.”Oleh sebab itu, pilihan membentuk skema KUB dengan Bank DKI Jakarta, adalah sebuah strategi manajemen yang kami nilai paling tepat dan harus kami ambil,”ingatnya.

Dengan terbentuknya KUB, terang Murad yang akrab disapa MI, diikuti kesepakatan penyertaan modal oleh Bank DKI Jakarta ke BM-Malut.”Maka dengan modal inti BM-Malut, secara otomatis terkonsolidasikan ke dalam KUB, guna memenuhi apa yang dipersyaratkan  oleh OJK,”paparnya.

Dia melanjutkan, langkah awal berupa kolaborasi yang disepakati dalam bentuk kerja sama
Perbankan akan berdampak positif dan saling menguntungkan bagi peningkatan kinerja kedua BUMD, maupun Pemda.

Ketiga, lanjut dia, Provinsi Maluku, memiliki potensi sumber daya alam yang menjanjikan bagi pengembangan perekonomian berbasis kelautan dan perikanan, energi maupun pariwisata.

Keempat,  jelas dia, Provinsi DKI Jakarta, tentunya memiliki sejumlah keunggulan dan tingkat kemajuan di atas rata-rata.”Karena itu, kami berharap Pemda DKI Jakarta, khususnya Bank DKI Jakarta, dapat membuka peluang sekaligus mendorong masuknya pelaku usaha dan investasi ke wilayah Maluku, dengan mengarahkan strategi bisnis kearah pemanfaatan potensi tersebut,”harapnya.

Ini agar potensi sumber daya yang belum dikelola secara optimal, akan dapat memberikan hasil yang saling menguntungkan.”Demikian yang saya dapat sampaikan. Kiranya apa yang kita lakukan saat ini akan bermanfaat sebesar-besarnya bagi generasi anak cucu kita mendatang,”pungkasnya.

SIAP TERIMA IKAN DARI MALUKU

Sementsra itu, Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan menyampaikan apresiasi atas langkah strategis yang dilakukan oleh Bank DKI selaku BUMD dalam berkolaborasi membentuk Kelompok Usaha Bank bersama dengan Bank Maluku-Maluku Utara (BM-Malut) sebagai sesama Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Salah satunya, menyuplai hasil perikanan dari Maluku ke Jakarta.

“Kolaborasi ini dapat ditujukan untuk memperkuat stabilitas sistem perbankan Indonesia, serta sebagai respon positif dari BPD terhadap peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan selaku regulator, yang telah menerbitkan POJK Nomor 12 Tahun 2020 tentang Konsolidasi Bank Umum dan POJK 12 tahun 2021 tentang Bank umum,”kata Baswedan dalam sambutanya.

Diakui, pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) ini juga menjadi cerminan bahwa prinsip gotong royong untuk saling membangun tidak hanya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, namun juga dapat diimplementasikan dengan menjalin perluasan pelayanan perbankan, kolaborasi, dan sinergi antar BPD untuk memberikan kontribusi terbaik bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Upaya kolaborasi sekiranya juga menjadi salah satu katalisator Bank DKI untuk semakin meningkatkan daya saing, adaptif dan kontributif bagi perekonomian nasional sekaligus mendorong industri perbankan mencapai level skala ekonomi yang lebih tinggi dan efisien, khususnya terkait aspek kelembagaan bank,”terangnya.

Langkah kolaborasi yang dilakukan oleh Bank DKI, kata dia, ini juga telah menjadi pengiring dalam semangat mewujudkan cita-cita Jakarta sebagai kota kolaborasi, serta Jakarta sebagai kota pusat ekonomi berskala global.”Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah daerah yang menjalin kolaborasi juga memiliki potensi ekosistem bisnis yang dapat mendukung kebutuhan daerah melalui kerja sama ekosistem antar BUMD,”iingatnya.

Dukungan tersebut juga dapat berwujud pemenuhan supply – demand dari komoditas unggulan daerah, khususnya di sektor pariwisata/tourism, pendidikan serta pelatihan, pangan, maupun pemberdayaan UMKM di masing-masing daerah.

Dia mencontohkan, untuk Provinsi Maluku dan Maluku Utara dapat memberikan supply perikanan ke DKI Jakarta, sebab wilayah ini dikenal dengan potensinya di bidang perikanan, gas, dan sumber alam lainnya.”Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung dan menyambut baik langkah Bank DKI untuk memperluas kolaborasi dengan BPD-BPD lain di seluruh Indonesia dalam pembentukan KUB ini,”harapnya.

Diharapkan juga agar Bank DKI dapat membuka berbagai kesempatan kerja sama dengan memperluas cakupan pasar, sehingga semakin tumbuh dan unggul di tingkat nasional.” Dalam kesempatan yang berbahagia ini, Gubernur DKI Jakarta juga ingin menyampaikan apresiasi atas kinerja positif dan pencapaian yang telah diraih oleh Bank DKI, serta berbagai upaya peningkatan layanan perbankan yang telah dilakukan, terutama ikhtiar dalam mewujudkan perluasan penerapan transaksi non-tunai dengan perbankan digital,”bebernya.

Gubernur DKI juga berharap, melalui adanya sinergi ini, akan meningkatkan daya tahan, kontribusi, inovasi dan daya saing dari Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara melalui peningkatan skala usaha dan permodalan. “Saya menyampaikan selamat kepada Bank DKI atas terjalinnya kolaborasi bersama Bank Maluku Malut dalam pembentukan Kelompok Usaha Bank,”pungkasnya.

Hadir pada kesempatan itu, pimpinan perbankan,  Organisasi Perangkat Daerah  DKI Jakarta, komisaris dan direksi Bank DKI Jakarta, para bupati Walikota se Maluku, komisaris dan direksi BM-Malut dan sejumlah tamu undangan lainya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *