Politik
Usai “Kepung” Maluku Gelar Lomba Sepak Bola, PDIP Kembali Suport Kejuaraan Tinju Profesional
AMBON,DM.COM,-Partai Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak hanya peduli menyuarakan kemaslahatan rakyat, lingkungan, hutan dan berbagai sektor lainya.
Namun, Partai besutan Megawati Soekarno Putri itu, mulai bergerak melakukan berbagai kegiatan olah raga untuk mencari pemain dan atlet muda berprestasi di kancah nasional dan internasional mengharumkan nama daerah dan bangsa Indonesia.
Buktinya, usai mengepung kabupaten dan kota di Maluku menggelar liga antar kampung Soekarno Cup U-17 Tahun 2026, Partai Berlambang Banteng Kekar Moncong Putih itu kembali mendukung gelaran tinju profesional.

Ini setelah Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur George Watubun yang juga Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, menyatakan dukungan penuh terhadap gelaran tinju profesional memperebutkan sabuk Gubernur Maluku dan Maluku Utara.
Dukungan Watubun tercemin ketika diwawancarai awak media usai diskusi bersama pecinta olah raga adu jotos yang digagas dan inisiatif masyarakat untuk memperingati Hari Pattimura, secara live di studio TVRI pusat, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar event olahraga, tetapi upaya membangun semangat patriotisme, persatuan, dan karakter bangsa yang berakar pada nilai-nilai perjuangan Kapitan Pattimura.
Dalam pernyataannya, Benhur menyebut gagasan tersebut sebagai “ide besar yang tidak murah” karena lahir dari prakarsa swadaya masyarakat, bukan dari pemerintah.
“Ini ide orang paling mahal. Sesuatu yang baik untuk membangun semangat dan meninju kita semua agar bangun. Karena itu, sebagai ketua DPRD dan wakil rakyat, saya mendukung penuh apa yang dilakukan teman-teman ini,” ujarnya.
Benhur menekankan bahwa dukungan terhadap kegiatan ini tidak boleh berhenti pada dukungan moral. Ia mendorong adanya dukungan material agar acara dapat sukses dan berkelanjutan.
Meski begitu, Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota Tual, Malra dan Aru ini menyayangkan jika kegiatan positif seperti ini hanya menjadi seremoni sesaat tanpa tindak lanjut.
“Harus ada keberlanjutan, harus ada rencana tindak lanjut. Pemerintah di level daerah maupun nasional harus membuka mata untuk dunia tinju,” tegasnya.
Menurut Benhur, dunia tinju di Indonesia mengalami pasang surut dalam beberapa tahun terakhir. Dibutuhkan pemicu dan kolaborasi dengan berbagai mitra agar atlet tinju profesional mendapat penghargaan yang layak.
Benhur mengingatkan bahwa Kapitan Pattimura adalah pahlawan nasional, bukan hanya milik Maluku. Gelaran yang dilaksanakan di Jakarta ini harus menjadi momentum agar nilai-nilai Pattimura menyebar ke seluruh tanah air.
“Jangan berpikir Pattimura sebatas Maluku dan Ambon. Pattimura harus mewabah secara nasional. Dia dihargai sebagai pejuang yang memerdekakan negara ini. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan itu dengan nilai patriotisme, kebersamaan, kepemimpinan, dan persatuan,” jelasnya.
Ia menambahkan, event ini harus mengarah pada pembangunan sportivitas, karakter olahraga yang mendunia, dan arah yang jelas untuk kepentingan rakyat dan bangsa. Tujuannya adalah menjaga soliditas dan membangun jiwa patriotisme, baik untuk Maluku maupun Indonesia secara keseluruhan.
Terkait peran DPRD dan masyarakat, Benhur menyatakan bahwa tugas semua pihak adalah memasyarakatkan kegiatan ini. Kerja sama dengan media dinilai penting untuk mengkampanyekan hal-hal positif terkait tinju.
“Tugas kita bekerja sama dengan media, mengkampanyekan hal positif terkait tinju ini, supaya semua orang merasa memiliki, ikut bertanggung jawab, bahkan terlibat dan berpartisipasi di dalamnya,” katanya.
Ia berharap gelaran perebutan sabuk “Gubernur Maluku-Maluku Utara” dan “DPRD Maluku Utara” ini menjadi titik awal kebangkitan olahraga tinju dan semangat Pattimura di tingkat nasional.
Untuk diketahui, Gelaran tinju profesional ini digagas oleh kelompok masyarakat sebagai bentuk peringatan Hari Pattimura. Selain sebagai ajang olahraga, kegiatan ini dimaksudkan untuk mewarisi nilai-nilai perjuangan Pattimura dan memperkuat persatuan nasional.(DM-04)