Pemkab MBD
Lepas 45 Kontingen Pesparawi ke Manokwari, Bupati MBD : Kami Bangga !
AMBON,DM.COM – Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) secara resmi melepas 45 orang kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional ke-XIV Tahun 2026 menuju Manokwari, Papua Barat. Pelepasan berlangsung di Gedung Serbaguna Wonreli, Rabu (6/5/2026).
Bupati MBD, Benyamin Th. Noach, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kesiapan para peserta yang akan mewakili daerah pada ajang nasional tersebut.
“Kami sebagai pemerintah daerah merasa bangga bisa berdiri di sini untuk melepas anak-anak kita. Ini adalah bibit-bibit unggul yang harus terus dibina secara berkelanjutan,” ujarnya.
Bupati menegaskan pentingnya pembinaan berjenjang agar Maluku Barat Daya dapat menjadi salah satu daerah penghasil penyanyi paduan suara berkualitas di Provinsi Maluku.
“Ke depan, pembinaan tidak boleh berhenti di sini atau hanya tahun ini saja. Kita harus terus membina generasi di bawahnya agar MBD bisa dikenal sebagai ‘dapurnya’ penyanyi di Maluku,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kemampuan para peserta saat ini telah mampu mengangkat harkat dan martabat daerah.
“Kalau dulu kita merasa minder, sekarang tidak lagi. Anak-anak ini sudah membuktikan bahwa orang Kisar dan Maluku Barat Daya juga bisa bersaing,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, orang tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung proses pembinaan, termasuk Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD), pemerintah desa, dan kecamatan.
“Terima kasih kepada para pelatih yang telah bekerja keras, juga kepada orang tua yang telah memberikan izin dan dukungan. Pemerintah daerah akan terus hadir mendukung, baik melalui hibah, pelatihan, maupun bantuan lainnya,” ujarnya.
Kontingen Pesparawi MBD yang dilepas berjumlah 45 orang, terdiri atas 29 peserta paduan suara anak (PSA), 4 peserta paduan suara dewasa campuran (PSDC), 2 peserta paduan suara remaja/pemuda (PSRP), serta pelatih dan pendamping.
Bupati juga memastikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebutuhan kontingen, baik saat ini maupun pada ajang-ajang berikutnya.
“Kami akan tetap membantu. Orang Kisar tidak terbiasa bergantung pada orang lain. Apa yang bisa kita siapkan, akan kita siapkan untuk anak-anak kita,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Bupati berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan dan menjunjung tinggi nilai kerendahan hati selama mengikuti lomba.
“Pesan saya sederhana, bernyanyilah dengan hati. Karena suara yang lahir dari hati akan sampai ke hati. Selain itu, jaga kesehatan dan pegang nilai Honoli atau rendah hati. Dengan sikap itu, kita akan dihargai dan dikenang,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua LPPD Kabupaten MBD, Yosua D. D. Philippus, mengatakan pihaknya terus berupaya mengembangkan bibit-bibit unggul di bidang paduan suara meskipun dengan berbagai keterbatasan.
Ia menjelaskan, pada Pesparawi tingkat Provinsi Maluku Tahun 2025, kontingen MBD mengikuti delapan kategori lomba dan berhasil meraih tujuh medali, di antaranya juara I paduan suara anak (PSA), juara II paduan suara dewasa campuran (PSDC), juara III paduan suara pria (PSP), juara II solo anak usia 7–9 tahun, harapan III vokal grup musik pop gerejawi, harapan III paduan suara remaja/pemuda (PSRP), serta juara IV paduan suara wanita (PSW).
“Untuk kategori yang meraih juara I seperti PSA, PSP, paduan suara wanita (PSW), vokal grup (VG), dan solo, secara langsung ditetapkan sebagai perwakilan Provinsi Maluku pada Pesparawi Nasional ke-XIV di Manokwari. Sementara PSDC dan PSRP mengikuti proses audisi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemusatan latihan (training center/TC) dijadwalkan berlangsung pada minggu kedua Mei 2026, sedangkan pelaksanaan Pesparawi Nasional akan digelar pada 20–28 Juni 2026 di Manokwari, Papua Barat.
Kegiatan pelepasan turut dihadiri Wakil Bupati MBD Agustinus L. Kilikily, Ketua TP PKK Kabupaten MBD Rely Noach, Sekretaris Daerah Eduard J. S. Davidz, anggota DPRD, pimpinan OPD, Kepala Kantor Agama Kabupaten MBD, Forkopimcam Kisar Selatan dan Kisar Utara, Ketua Klasis GPM Pulau-Pulau Kisar, peserta Pesparawi, serta orang tua.