Ragam
Tabrak Dua Penginapan & 1 Perahu, Ini Kronologis KM SN 106 yang Mati Mesin
AMBON,DM.COM,-Kapal Motor Sabuk Nusantara (KM SN) 106, dilaporkan menabrak salah satu penginapan di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (28/4/2026) pagi.
Kapal yang dikelola PT PELNI itu, dua menabrak penginapan di kawasan wisata itu bersama 1 perahu fiber yang tenggelam, ketika hendak sandar di pelabuhan Banda. Belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, namun informasi beredar kapal yang dinakodai Jefro Joni Larikmas, menabrak dua penginapan dan q perahu finer karena mesin kapal tersebut tidak berfungsi atau mati.
Sesuai rekaman video yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Selasa (28/4/2026) kapal tersebut menabrak bagian teras lantai 2 penginapan tersebut, sehingga mengalami kerusakan berat.
Lantas, apa yang menjadi penyebab kapal tersebut mati mesin dan tabrak dua penginapan, sesuai keterangan resmi yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM pada Hari Selasa Tanggal, 28 April 2026 Pukul 09.00 WIT Telah terjadi insiden. KM. Sabuk Nusantara 106 Yang berangkat dari Pelabuhan Amahai Masohi tujuan Pelabuhan Banda.
Dengan kecepatan yang tak terkendali, Akibat Dari kerusakan Pada Mesin Handdel Kapal (Pengatur Maju Mundurnya Kapal)
Kronologis proses kejadian olah gerak. Pukul 09.00 WIT : one hour natice (OHN). Pukul 09.18 WIT : Stanby Engine dan crew stanby. Pukul 09.24 WIT : Frist line. Pukul 09.39 WIT :
Nakhoda kemudian memberikan Komando Stop mesin kanan. Namun Kapal tetap bergerak maju dengan kecepatan di bawah 1 knot informasi dari KKM bawa Handel mengalami masalah (Error), dan Crew yang standby telah mengirimkan tali pertama dan sudah terpasang di bolder dermaga.
Untuk menghindari tapi putus yang dapat melukai orang, sehingga tali saat kencang di area kembali, di lepas dan di hibob kembali ke atas kapal.
Sekira Pukul 09.43 WIT : Letgo jangkar kanan karena kondisi jarak yang semakin mendekat kerumah warga maka nahkoda memerintahkan untuk letgo jangkar kanan namun kapal tetap bergerak maju.
Sekira Pukul 09.45 WIT Terjadi tubrukan dengan penginapan dan perahu yang mengalami kerusakan yang cukup parah. Pukul 09.49 WIT : kapal olah gerak kembali untuk proses sandar kanan dengan manggukan 1 mesin kiri.
Sekira Pukul 09.57 WIT : Mesin Stop dan krim first Line haluan. Pukul 10.07 WIT : Inpost di pelabuhan banda Naira.Pukul 10. 24 WIT : Stop mesin kiri/ Finish With Engine
Adapun yang Dapat di laporkan, Penginapan milik Rahmat, Hj. Fatimah (69). Kerusakan Yang Di Alami : Dinding Kamar Nomor 4 Lantai 2. bagian Belakang Penginapan Menghadap laut Sebelah Kanan. ( Rusak Berat)
Kedua, Penginapan Babusalam, pemilik H. Abu Saleh (70). Kerusakan yang di Alami : Retak Pada dinding Teras Belakang Bagian Laut Sebelah Kanan. ( Rusak Ringan)
Kerugian yang diderita, yakni dinding Penginapan Rahmat Rusak Berat, Dinding Teras Penginapan Babusalam Retak, dan Perahu Piber Milik Ajan Tenggelam.
Namun, sekira Pada pukul 10.24 Wit Kapal KM. Sabuk Nusantara 106 . Kembali Sandar di pelabuhan Kelas IV Banda Naira dalam keadaan Aman. Dalam insiden Tersebut tidak ada korban jiwa.
Sedangkan berdasarkan hasil kordinasi debgan Kepala Pelni Ambon, di informasikan bahwa PT Pelni telah menghimbau dan meminta KSOP melakukan penyelamatan, TNI untuk lakukan pengawasan, Polisi Pelabuhan untuk pengananan di area pelabuhan. Untuk itu, PT Pelni akan menanggung semua kerusakan ini.
Kapal Motor Sabuk Nusantara (KM SN) 106, dilaporkan menabrak salah satu penginapan di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (28/4/2026) pagi.
Kapal yang dikelola PT PELNI itu, menabrak penginapan tersebut, ketika hendak sandar di pelabuhan Banda. Belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, namun informasi beredar kapal tersebut menabrak penginapan karena mesin kapal tersebut tidak berfungsi atau mati.
Sesuai rekaman video yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Selasa (28/4/2026) kapal tersebut menabrak bagian teras lantai 2 penginapan tersebut, sehingga mengalami kerusakan berat.
Menanggapi informasi KM SN 106 tabrak penginapan, anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias bereaksi. Wakil rakyat yang selama ini konsisten disektor perhubungan laut mengatakan, insiden yang terjadi menjadi bahan evaluasi dari pihak PT PELNI.
“Cilaka…..Pelni kaya tar ada orang yang bisa bawa kapal lai. Nanti alasan gelombang dan arus kencang. Ini harus di EVALUASI,”tegas Yeremias, di WAG informasi kapal perintis yang dibuatnya, Selasa (28/4/2026).
Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Maluku ini kuatir, kapal-kapal yang diserahkan ke PT PELNI, semuanya mengalami kerusakan.”Nah, kalau mesin rusak atau mati kenapa paksa sandar. Begini-begini nanti Kapal-kapal rusak semua. Kapal-kapal yang serah terima deng pelni pasti banyak masalah,”ingatnya.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan KKT dan MBD ini kuatir dengan kapasitas dan pengalaman Nakhoda KM SN 106.” Kapten 106 beta ragu deng dia pung jabatan itu.
Jang sampe masuk pelni karena PAKE ORDAL (Orang Dalam). Kacau saja….
Kapal-kapal banyak rusak akibat seng hati-hati,”pungkas Yeremias dengan dialeg Ambon.(DM-01)