Connect with us

Politik

Soal Posisi Ketua DPD II, DPD Golkar Maluku : Kita Utamakan Jabatan di Eksekutif & Legislatif

Published

on

AMBON,DM.COM,-DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, saat ini marathon menggelar Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar di Kabupaten dan kota. Musda digelar untuk memilih kader partai menakhodai pohon beringin itu didaerah.

Namun, dalam pelaksanaan Musda di sejumlah DPD II Partai Golkar, sering terjadi dinamika dan deadlock, sehingga persoalan yang terjadi dibawah ke DPD I Golkar Provinsi Maluku, untuk dimediasi penyelesaian.

Hasilnya, kebanyakan kader partai beringin yang memiliki posisi di eksekutif dan legislatif dipilih untuk menakhodai partai itu lima tahun kedepan.

“Selama ini DPD I Partai Golkar selalu menerapkan tradisi politik partai dalam pelaksanaan Musda DPD II. Kita selalu Tradisi menempatkan kader-kader yang memiliki posisi strategis di eksekutif maupun legislatif sebagai pimpinan partai di daerah,”kata Wakil Ketua Koordinator Bidang Fungsi Kebijakan Publik 1, Rohalim Boy Sangadji, kepada awak media, Senin (1/6/2026).

Mantan Ketua Umum BPD HIPMI Maluku, mengatakan, strategi yang diterapkan bukan kali ini, namun sudah menjadi tradisi dan sejarah panjang sejak dulu partai berciri kuning itu berkiprah di perpolitikan nasional maupun didaerah ini.

“Perlu saya tekankan bahwa, di Golkar itu tradisinya selalu dekat dengan kekuasaan, bukan muncul begitu saja, tetapi hasil dari proses panjang, regenerasi, kaderisasi, strategi, dan jaringan politik lintas generasi yang terus dijaga selama ini,,”terangnya.

Tujuanya, lanjut dia, jika kader Golkar yang ditunjuk memimpin partai memiliki posisi di penerintahan dan legislatif, memudahkan konsolidasi partai secara internal dan eksternal yang efektif.

“Saya kira dengan menempatkan kader yang memiliki jabatan di eksekutif seperti kepala daerah atau wakil kepala daerah, serta anggota DPRD, konsolkdasi partai lebih efektif dalam menjalankan fungsi politiknya di pemerintahan maupun ditengah masyarakat, sejalan dengan visi partai,”terangnya.

Tak hanya itu, jika kade partai diposisi strategis di pemerintahan atau legislatif, tentu ada keterkaitan langsung antara struktur partai dan kekuasaan politik, sehingga mempermudah proses pengambilan keputusan serta memperkuat peran Golkar dalam mengawal kebijakan publik di daerah.
Ketua Depidar SOKSI Maluku ini juga meyakini, kader partai yang ditunjuk di jabatan strategis, sedianya memanilisir dinamika internal yang berkepanjangan, sehingga proses Musda DPD II berjalan labcar sesuai aturan main.

Kendati begitu, Sangadji mengakui, pihaknya tetap memberikan kesempatan bagi kader lain untuk berkembang di partai itu.” Kaderisasi, tetap menjadi prioritas agar ke depan lahir figur-figur baru yang mampu bersaing dan mengisi posisi strategis. Jadi kita tidak menutup ruang bagi kader lain. Intinya, kita buka ruang bagi kader untik meningkatkan kapasitas dab elektabilitasnya untik bersama-sama membesarkan dan mengembalikan kejayaan partai Golkar,”pungkasnya.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *