Politik
Akar Rumput PDIP SBT Kompak Dorong Benhur Watubun Rebut Kursi Gubernur Maluku
AMBON,DM.COM,-Meski pemilihan Gubernur Maluku baru digelar 2030 mendatang, namun euforia para kader partai mendorong jagonya maju merebut kursi kepala daerah pada “pesta” demokrasi lokal lima tahunan tidak bisa dibendung. Setidaknya, sudah mulai dilakukan internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Maluku.
Buktinya, ketika DPD PDIP Provinsi Maluku, menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) gabungan PDIP Seram Bagian Timur (SBT), Rabu (15/7/2026) keinginan kader agar punggawa partai itu diusung di Pilgub Maluku, tidak bisa dibendung.
Betapa tidak, ketika gelaran konsolidasi partai ditingkat kecamatan di bumi “Ita Wotu Nusa” ini, dihadiri langsung oleh Ketua DPD PDIP Provinsi Maluku, Benhur Watubun.Musancab PDIP di SBT juga kader, simpatisan dan masyarakat tumpah ruah memadati Hotel dan rombongan Watubun nginap hingga di aula Kandepag Kota Bula.
Ini setelah sebelumnya Ketua DPRD Provinsi Maluku ini membuka Musancab di Kecamatan Taniwel Raya, Kabupaten Seram Bagian Barat. Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, dan di Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, disambut meriah dan antusias kader, simpatisan dan masyarakat setempat.

Watubun didorong maju merebut kursi Gubernur Maluku, ketika Ketua DPC PDIP SBT, Abdul Azis Yanluan saat menyampaikan sambutan. Dia tiba-tiba mendaulat Watubun sebagai Calon Gubernur Maluku yang diusung partai itu.”Apakah saudara setuju bung Benhur Watubun maju merebut kursi Gubernur Maluku,”tanya Azis.
Pernyataan, anggota DPRD SBT itu, langsung direspon positif oleh PAC, Ketua, Sekretaris, dan Bendahara Ranting, peserta Musancab, dan peserta pendidikan politik. Mereka bahkan kompak berteriak sebanyak tiga kali agar Watubun maju merebut kursi orang nomor satu di daerah ini yang saat ini diduduki Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.”Setuju. Setuju. Setuju,”teriak mereka.
Dorongan akar rumput kepada Watubun akrab disapa BGW, bagian dari aspirasi, setidaknya mewakili seluruh kader, simpatisan partai itu. Mereka sepertinya, tidak tahan kader PDIP kembali merebut kursi Gubernur Maluku.
Namun, keinginan dan dorongan kader dan simpatisan agar maju merebut kursi Gubernur Maluku, belum direspon Watubun. Watubun hanya fokus konsolidasi internal partai menghadapi pemilu 2029 dan Pilkada dan Pileg DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota 2030.
Watubun mengatakan, pelaksanaan Musancab, menurut konstitusi partai merupakan momentum strategis dan penting. Hal ini, karena Musancab akan melahirkan pengurus yang definif, dan PAC akan berperan penting menyukseskan konsolidasi di aras Ranting dan Anak Ranting.”Ini pilar utama partai kita,”ingatnya.
Watubun berharap, dari 119 kecamatan, 35 kelurahan dan 1.198 desa, harus memiliki pengurus yang definitif. Diakui, hingga saat ini 90 persen PAC sudah memiliki pengurus definitif di Maluku.
Bahkan di Kota Ambon, kata Watubun, sudah 80 persen Pengurus Ranting Definitif di desa dan 50 persen Anak Ranting. Untuk itu, dia berharap, PAC merupakan fondasi dan bangunan yang kuat untuk melaksanakan tugas-tugas kepartaian dan kerakyatan.
“Kita berharap kader partai menjadi mata, telinga dan mulut partai sekaligus jadi corong pada tingkat kecamatan,”imbuhnya.
Apalagi, ingat Watubun, perintah Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri, agar melakukan bonding bagi struktural partai.”Bonding untuk menyatukan dan membuat solid kekuatan partai kita yaitu 3 pilar partai,”sebutnya.
Karenanya, Watubun menginstruksikan seluruh kader partai untuk memerahkan Kabupaten Seram Bagian Timur agar partai itu semakin dicintai masyarakat setempat.(DM-04)