Connect with us

Politik

Caci Maki & Nyaris Pukul Yoltuwu, AMPERA Kupang Desak Bupati MBD Minta Maaf

Published

on

AMBON,DM.COM,-Sikap arogansi Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benjamin Thomas Noach, mengeluarkan kata-kata kotor dan nyaris memukul, Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan MBD, Oni Yoltuwu, kembali disikapi Asosiasi Mahasiswa Perjuangan Rakyat (AMPERA) MBD di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebelumnya, sikap tak terpuji Bupati MBD, disesalkan tokoh masyarakat Moa di Kota Ambon, Herman Siamiloy. Dia menilai sikap Bupati MBD telah menginjak-injak harga diri warga MBD khususnya di Letti Moa Lakor (Lemola).

“Atas perkataan Bupati tersebut kami AMPERA MBD Kupang meminta kepada Bupati agar segera meminta maaf kepada keluarga besar masyarakat Desa Tomra. Bupati harus tinggalkan keegoisannya dan berani meminta maaf didepan publik karena perkataan nya benar-benar melukai hati masyarakat desa Tomra, “kata Ketua AMPERA MBD, Indah Tetiray, melalui keterangan tertulis yang diterima DINAMIKAMALUKU.COM, Kamis (29/2/2024).

AMPERA Kupang mendesak Bupati MBD minta maaf, setelah beberapa waktu lalu sempat beredar postingan di grup salah satu media online dengan narasi “Akankah Sanksi Denda Adat Masyarakat Desa Tomra Diberikan Kepada Bupati MBD Benjamin Thomas Noach. Poin yang digaris bawahi dalam postingan tersebut diketahui bahwa Bupati Maluku Barat Daya mengeluarkan kata-kata kotor berupa makian yang tertuju kepada seorang PNS. Tak hanya sampai situ bahkan orang tua yang sudah meninggalpun dimaki habis-habisan oleh orang nomor satu di bumi Kalwedo.

Postingan tersebut sontak memicu amarah dari masyarakat Desa Tomra karena Bupati telah menginjak-injak harkat dan martabat masyarakat Desa Tomra. Masyarakat didesa Tomra memiliki tatanan adat dan budaya yang selalu dijaga dan dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Mengeluarkan kata kotor apalagi kepada orang tua yang sudah meninggal benar-benar tutur kata yang melanggar adat dan budaya di desa Tomra. Dan bukan saja di Desa Tomra. Hampir di semua daerah di MBD budaya nya tidak mengajarkan hal demikian.

Ucapan dari Bupati MBD tersebut benar-benar tidak mencerminkan sosok pemimpin yang patut diteladani oleh masyarakat MBD.

Maluku Barat Daya merupakan kabupaten yang kental akan nilai-nilai adat dan budaya. Namun herannya Bupati sama sekali tidak mengamalkan hal ini dalam setiap tindakan dan tutur katanya sebagai kepala Daerah.(DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *