Connect with us

Kesehatan

Gelar Rapat Teknis, DPP-KB Audit Kasus Stunting di SBT

Published

on

BULA,DM.COM,-Upaya menekan angka kasus stunting terus mendapat perhatian serius pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). lewat Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB) dilaksanakan Rapat Audit Kasus Stunting (AKS) Tahun 2023.

Rapat ini digelar di resto and caffe Sigafua pada Senin (19/6/2023) kemarin. Kegiatan dihadiri langsung Wakil Bupati SBT Idris Rumalutur, Asisten I Setda SBT Ambo Wokanubun, Kepala Dinas PP dan KB SBT Dr. Anzar Wattimena, direktur RSUD Bula dr. Linggar Sukaringtyas, sekretaris badan Kesbangpol Khalik Rumeon serta perwakilan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lintas sektor, tim pakar, tim ahli dan para camat.

Ada tujuh tahapan penting yang akan dilaksanakan dalam rapat Audit Kasus Stunting (AKS) Tahun 2023. Tahapan-tahapan itu akan dibahas bersama tim pakar yang terdiri dari tim dokter ahli Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bula dan tim Dinas Kesehatan.

Ketujuh tahapan itu antara lain, Melakukan persiapan pelaksanaan audit kasus stunting (pengisian kertas), pengumpulan kasus stunting, identifikasi kasus, seleksi kasus, rencana aksi, melaksanakan dan mengkoordinasikan Audit Kasus Stunting khususnya dengan Tim Pakar serta diseminasi.

“Jadi ada tujuh yang nanti kita lakukan dalam pembahasan di rapat ini. Supaya kita tahu persis bahwa di dusun mana, desa mana, kecamatan mana yang masih ada kasus stunting,”ungkap Kepala Dinas PP dan KB SBT, Dr. Anzar Wattimena kepada wartawan disela-sela kegiatan tersebut.

Dikatakan, seluruh prosedur kegiatan disesuaikan dengan Petunjuk Teknis dan Petunjuk Pelaksanaan kegiatan Audit Stunting yang akan dilaksanakan. Hal itu untuk mengidentifikasi jumlah kasus stunting serta sebaran kasus stunting di lima belas kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Timur.

“Dalam rangka ini tim pakar kita, dalam hal ini adalah dokter-dokter bisa mengetahui, mengidentifikasi bahwa di desa atau wilayah mana yang masih ada kasus stunting, itu tujuan kita dalam dirapat teknis ini,”ujar dia.

Menurutnya, penanganan stunting memerlukan koordinasi dan kerja sama dari para pihak. Oleh karena itu, rapat tersebut menghadirkan semua lintas sektor terutama OPD yang telah ditunjuk lewat Surat Keputusan (SK) Bupati SBT.

Meski begitu, ada sejumlah OPD yang tergabung dalam tim percepatan penurunan stunting enggan hadir pada kegiatan tersebut. Padahal, mereka dibutuhkan untuk melakukan intervensi (konvergensi) secara terkoordinir, terpadu untuk mensasar kelompok sasaran mencegah Stunting.

“Kita butuh keterlibatan semua pihak dan semua OPD teknis untuk melakukan berbagai konvergensi kegiatan untuk menyelesaikan persoalan kasus stunting ini. Beberapa kali kami melakukan pertemuan tapi begitulah, atau mungkin ada tugas luar,”katanya.

Ia mengaku, saat ini jumlah prevalensi kasus stunting di kabupaten SBT menurun drastis. Data terakhir menunjukkan angka prevalensi stunting di SBT dari jumlah 43 persen turun 17 sekian persen. Itu artinya sebaran kasus ini didaerah berjuluk “Ita Wotu Nusa” itu tinggal 24,10 persen.

Dari penurunan jumlah yang cukup drastis itu, pemerintah pusat kemudian memberikan penghargaan kepada pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur atas capaian tersebut. Rencananya, penghargaan akan diterima langsung bupati Seram Bagian Timur, Abdul Mukti Keliobas saat acara Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) tanggal 6 Juli 2023 yang akan dipusatkan di Kota Palembang, Sumatra Selatan.

“Jadi kita penurunannya sangat drastis sehingga pa bupati dari ini mendapat penghargaan dari pemerintah pusat. Kita upayakan sehingga bisa capai target nasional. Sekarang kita sudah di angka 24 persen mudah-mudahan tahun ini bisa turun 10 persen bahkan kita upayakan dibawa target nasional,”ucap Wattimena.

Ini adalah 8 Aksi konvergensi stunting.

Aksi 1-Analisis Situasi. Aksi 2-Rencana Kegiatan. Aksi 3-Rembuk Stunting. Aksi 4-Peraturan Bupati/Walikota tentang Peran Desa. Aksi 5-Pembinaan Kader Pembangunan Manusia. Aksi 6-Sistem Manajemen Data Stunting. Aksi 7-Pengukuran dan Publikasi Stunting. Aksi 8-Reviu Kinerja Tahunan. (DM-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *