Connect with us

Pendidikan

Jelang Pilkada SBT, Para Guru Dilarang Terlibat Politik Praktis

Published

on

BULA,DM.COM,-Menjelang Pemelihan Legislatif maupun Pemelihan presiden dalam waktu dekat ini.

Kepala Dinas Pendidikan Seram Bagian Timur ( SBT ) Siddik Rumalowak menginstruksikan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) tenaga guru yang bernaung di bawah dinas pendidikan setempat untuk tidak terlibat dalam politik Praktis.

Instruksi ini bersifat resmi disampaikan pada saat pertemuan singkat dengan sejumlah guru di dinas Pendidiikan SBT.

” Saya harap jangan guru terlibat dalam memainkan politik praktis, Guru harus fokus sebagai tenaga pendidik,” Ungkap Rumalowak kepada Zona Maluku di bula, Selasa (30/03/2024).

Dijelaskan, Selain adanya Undang-Undang dan Peraturan pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 terkait dengan Peran Pegawai Negeri Sipil, disamping itu guru adalah tenaga pendidik yang harus memberikan contoh kepada masyarakat.

Apalagi, mementum politik ini rentang dengan kepentingan .

“Selain adanya Undang-Undang dan Peraturan pemerintah nomor 94 tahun 2021 sebagai pengganti PP 53 Tahun 2010 tentang peran Pegawai Negeri Sipil, yang sangat difikirkan adalah peran guru dimana bertindak sebagai tenaga pendidik yang harus menjadi contoh,” Ungkapnya.

Sementara ditanya mengenai Sanksi yang berlaku bagi Guru yang terlibat politik Prakti,  Rumalowak mengatakan bukan soal Sanksi sebagai PNS guru saja, Namun yang jadi persoalan adalah sanksi Moral.

Sanksi Moral yang dimaksud, Rumalowak mengatakan bahwa akan pada waktunya dilakukan Pemelihan Legislatif daerah kabupaten SBT yang mana berkaitan lansung dengan kehidupan kekeluargaan di wilayah setempat.

Rumalowak mencontohkan adanya dampak nyata dari seorang PNS guru memainkan politik praktis. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya masih saling tegur sapa dan interaksi yang baik. Namun karena soal kepentingan akhirnya semua hubungan silaturahmi terputus. 

Apalagi, hampir sebagian besar yang mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD di kabupaten Setempat adalah kelurga. 

Sehingga, Ia berharap kepada seluruh tega guru dibawa dinas pendidikan SBT untuk tetap menjalankan tugas sebagai Tenaga pendidik dan tidak terlibat dalam politik praktis. 

” Ini bersifat instruksi, olehnya itu guru tetap pada pendirian dan tetap menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik, dan ingatlah bahwa sanksi Moral itu lebih diutamakan,” Ungkapnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *