Connect with us

Politik

Perebutan Kursi DPR RI Dapil Maluku Bakal Ketat, Ini Dinasti Kada & Wakada Disebut Didorong Ikut Berlaga

Published

on

AMBON,DM.COM,-Persaingan Perebutan empat kursi anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Maluku, pada pemilu legislatif 2029 mendatang, bakal berlangsung alot, panas, dan ketat. Sebab, sejumlah figur, tokoh, hingga keluarga kepala daerah dan wakil kepala daerah (Kada & Wakada) dipastikan ikut mencalonkan diri ingin duduk di Parlemen Senayan.

Setelah sebelumnya sejumlah nama dipastikan maju mencalonkan diri merebut kursi DPR RI yang kini diduduki oleh Widya Murad Pratiwi (PAN), Mercy Cristy Barends (PDIP), Alimudin Kolatlena (Gerindra) dan Saadiyah Uluputty (PKS), adalah Michael Wattimena, Umar Lessy, dan Anna Latuconsina.

Wattimena yang saat ini menjabat Tenaga Ahli Menteri ESDM RI dan Komisaris PT Pertamina International Shipping, dikabarkan maju dari Partai Golkar. Kedekatan mantan anggota DPR RI dua periode itu dengan Menteri ESDM RI yang juga Ketua Umum DPP Golkar, setidkanya memuluskan langkahnya kembali merebut kursi anggota DPR RI.

Begitu juga dengan Umar Lessy. Posisinya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, peluangnya ditetapkan sebagai calon anggota DPR RI sangat terbuka. Anna Latuconsina yang saat ini menjabat anggota DPD dari dapil Maluku, namanya selalu dikaitkan dalam daftar pencalonnan DPR RI dari Golkar.

Lantas, siapa saja kerabat kekuarga, atau isteri Kada dan Wakada yang diinformasikan didorong bakal maju merebut kursi DPR. Mereka adalah, Johan Lewerissa, Ani Vanath, dan Betty Eplison Idrus.

Lewerissa adalah, adik Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Lewerissa adalah anggota DPRD Provinsi Maluku dua periode. Ani Vanath adalah isteri Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath. Sementara Betty Eplison Idrus adalah isteri Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir.

Lewerissa yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, dikabarkan didorong maju mencalonkan diri merebut kursi DPR RI, agar mempertahankan jatah kursi DPR RI dari Partai Gerindra, setelah ditinggalkan Hendrik Lewerissa maju mencalonkan diri merebut kursi Gubernur Maluku kemudian diganti oleh Alimudin Kolatlena.

Any Vanath, kabarnya didorong kembali merebut kursi DPR RI, setelah suaminya menjabat Ketua DPW NasDem Provinsi Maluku. Any sebelumnya pernah menjabat anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Terakhir adalah Betty Eplison Idrus. Idrus saat ini menjabat anggota KPU RI, santer dikabarkan maju mencalonkan diri. Namun, belum disebutkan partai politik yang dipakai sebagai kendaraan merebut kursi DPR RI. Meski begitu, kedekatan Bupati Malteng dengan Ketua Umum DPP Golkar, dan sejumlah kader pusat Partai Golkar, peluang Idrus diusung Golkar, bisa terjadi.

HERMAN SIAMILOY

Terpisah, salah satu pengamat politik, Emang Siamiloy menilai, fenomena kepala daerah, wakil kepala daerah, dan mantan kepala daerah, atau kerabat dekat mereka didorong maju merebut kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, menunjukkan semakin kuatnya cengkeraman dinasti di tingkat nasional dan daerah.

“Saya kira fenomena dinasti ini, memang sudah membudaya dari pemilu ke pemilu. Jadi tak hanya pemilu legislatif saja, tapi Pilpres dan Pilkada,”kata Siamiloy, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Jumat (4/9/2026).

  • Dua mengaku, biasanya keluarga kepala daerah menggunakan popularitas dan jaringan birokrasi lokal yang telah dibangun untuk merambah panggung kekuasaan di Senayan.
  • “Biasanya kalau masa jabatan di daerah selesai atau ingin mencari tiket kekuasaan yang lebih tinggi, para mantan kepala daerah atau kerabatnya menjadikan DPR sebagai pelabuhan politik berikutnya,”terangnya.
  • Apalagi, ingat dia, Partai politik kerap mengutamakan kerabat atau keluarga petahana karena dianggap memiliki logistik (dana operasional) yang kuat dan peluang menang yang lebih tinggi.

Namun, ingat dia, jika keluarga penguasa didorong, setidaknya melemahkan kaderisasi diinternal partai politik sering kali gagal melakukan kaderisasi berjenjang karena memberikan karpet merah kepada figur keluarga penguasa.

  • Untuk itu, mantan pejabat di Kopertis Maluku dan Maluk Utara serta Papua ini berharap, masyarakat Maluku, pada waktunya lebih peka dan jeli memilih calon anggota DPR RI yang punya kapasitas dan kapabilitas, serta sudah teruji.’Nah, kalau jadi anggota dewan baru belajar, tentu waktu lima tahun habis tidak ada perjuangan bagi rakyat. Tapi, kalau calon anggota dewan yang punya kapasitas dan kapabilitas serta memiliki pengalaman tentu ketika terpilih mereka tancap gas menyurakan aspirasi masyarakat,”tegasnya.
  • Apalagi, ingat dia, dengan jatah empat DPR untuk Maluku, mesti dimanfaatkan dengan bangun komunikasi lintas komisi di DPR RI dan kementerian terkait agar kepentingan masyarakat di pusat bisa diperjuangkan.”Apalagi banyak Proyek Strategis Nasional (PSN) di Maluku yang harua dikawal agar bermanfaat bagi masyarakatcdan daerah,”pungkasnya.(DM-04)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *