Hukum
Usai Didemo AMT Soroti Pembebasan Lahan, FMT Temui Gubernur “Cari Muka” Nyatakan Dukungan di Blok Masela ?

AMBON,DM.COM,-Komponen masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), sepertinya terbagi dua menyikapi rencana groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan fasilitas Blok Masela di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, KKT.
Buktinya, Kamis (3/7/2026) puluhan orang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Tanimbar (AMT) mendatango Kantor Gubernur Maluku, menyoroti pembebasan lahan di Lermatang. Sebab, Gubenur dan Wakil Maluku, Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath, terkesan membiarkan pengalihan lahan adat masyarakat setempat menjadi lahan negara sekitar 600 hetar untuk kepentingan Proyek Strategis Nasional itu.
Namun, setelah beberapa hari setelah aksi demo, sejumlah warga Tanimbar mengatasnamakan diri Forum Masyarakat Tanimbar (FMT) menemui Gubernur Maluku, Senin (6/7/2026). Kehadiran mereka menyatakan dukungan kepada orang pertama di Maluku itu dalam persiapan pembanguban fasilitas Migas terbesar di Asia Tenggara itu.
Terima Dukungan Forum Masyarakat Tanimbar, Gubernur Maluku Tegaskan Sikap Pemprov Tetap Konsisten Kawal Investasi Blok Masela untuk Kesejahteraan Rakyat
Pada pertemuan itu, Ketua Forum Masyarakat Tanimbar Maluku, Jan Atremax Terry, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Maluku atas kesediaannya menerima dan berdialog bersama forum. Ia juga menyampaikan pernyataan sikap yang pada prinsipnya mendukung seluruh kebijakan Pemerintah Provinsi Maluku dalam menyukseskan pelaksanaan groundbreaking Blok Masela.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Maluku menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang diberikan Forum Masyarakat Tanimbar. Menurutnya, dukungan dari tokoh masyarakat dan tokoh adat sangat penting untuk menciptakan suasana yang aman, kondusif, dan sukses bagi pelaksanaan proyek strategis nasional tersebut.
Gubernur menegaskan bahwa sikap Pemerintah Provinsi Maluku tidak pernah berubah, yakni memastikan investasi Blok Masela memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Maluku, khususnya masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Ia menjelaskan terdapat tiga prinsip utama yang terus diperjuangkan oleh Pemerintah Provinsi Maluku. Pertama, prioritas rekrutmen tenaga kerja lokal sesuai kompetensi yang dibutuhkan, sehingga putra-putri daerah memperoleh kesempatan kerja yang lebih luas. Kedua, pemanfaatan produk pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan proyek agar memberikan dampak ekonomi bagi petani dan nelayan di Maluku. Ketiga, pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama di bidang pendidikan vokasi, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur juga menekankan bahwa program CSR tidak boleh sebatas kegiatan seremonial, tetapi harus diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan dan pendidikan vokasi agar masyarakat lokal siap mengisi berbagai peluang kerja yang akan tercipta.
Lebih lanjut, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun kolaborasi dan sinergi dalam mendukung investasi Blok Masela serta menghadapi berbagai narasi negatif yang dapat menghambat pembangunan.
Menurutnya, proyek Lapangan Abadi Blok Masela merupakan kesempatan bersejarah bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Provinsi Maluku karena menjadi investasi terbesar yang pernah hadir di daerah sejak Indonesia merdeka. Kehadiran proyek tersebut diharapkan menjadi pengungkit transformasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Turut hadir Ketua Forum Masyarakat Tanimbar Maluku beserta jajaran dalam pertemuan tersebut. (DM-04)