Connect with us

Politik

Menuju Pilkada MBD, Yeremias Fokus Layani & Perjuangkan Aspirasi Rakyat, Suanthie Gancar Promosi di Medsos

Published

on

AMBON,DM.COM,-Perhelatan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Maluku Barat Daya (MBD) sedianya digelar 2030 atau 2031 mendatang. Namun, menuju ‘pesta’ demokrasi lokal lima tahunan itu sejumlah figur mulai bermunculan dijagokan maupun mempromosikan diri bakal maju mencalonkan diri merebut kursi MBD 01 maupun 02.

Mereka adalah, Anos Yeremias dan Veky Suanthie dan sejumlah figur lainya yang belum mrngemuka. Anos Yeremias saat ini menjabat anggota DPRD Provinsi Maluku dari daerah pemilihan MBD-KKT. Sementara Veky Suantie merupakan pengusaha asal Babar yang diketahui bermukim di Kota Tual atau Maluku Tenggara.Nama Yeremias dan Suanthie mencuat karena paling dominan di media sosial.

Yeremias yang dijagokan bakal pimpin MBD justeru tidak sesumbar menanggapi dukungan warga. Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Maluku itu hanya fokus dan sibuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Waktu masih panjang, sekarang beta pilih kerja,”kata putra Kisar itu, di laman faceboknya beberapa waktu lalu.

Dua mengaku, beberapa hari terakhir, banyak warga di Maluku Barat Daya menghubunginy melalui WhatsApp maupun telepon. Ada yang bertanya tentang kesiapan beta untuk menuju Pilkada MBD 2031.

“Ada juga yang mengirimkan kepada beta sebuah gambar yang memuat foto beta dengan tulisan “AY Kandidat Kuat 2030.”beberya.

Karena itu, dirinya merasa perlu menyampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan tafsir yang berbeda-beda di tengah masyarakat.”Jujur, beta seng tahu siapa yang membuat, mendesain, maupun pertama kali menyebarkan gambar tersebut,”sebutnya.

Dia mengakui, gambar itu bukan dibuat atas permintaan dirinya, bukan bagian dari deklarasi beta, dan bukan pula pengumuman resmi dari beta mengenai pencalonan pada Pilkada Maluku Barat Daya.

“Kalau gambar tersebut dibuat sebagai bentuk perhatian, dukungan, atau harapan dari Basudara kepada beta, tentu beta menyampaikan terima kasih atas niat baik itu,”ingatnya.

Namun, tegasnya, masyarakat juga perlu mengetahui dengan jelas bahwa sampai hari ini beta belum pernah mendeklarasikan diri sebagai calon Bupati Maluku Barat Daya”Kalau ada yang bertanya tentang kesiapan beta untuk Pilkada MBD 2031, jawaban beta tetap sederhana,”tandasnya.

WAKTU MASIH PANJANG.

Saat ini beta masih diberikan kepercayaan oleh masyarakat sebagai Anggota DPRD Provinsi Maluku Periode 2024–2029.

Sekarang baru memasuki tahun kedua masa pengabdian ini. Masih ada amanah yang harus beta selesaikan. Masih banyak aspirasi masyarakat yang harus diperjuangkan.

Masih banyak persoalan daerah yang harus dikawal.”Bagi beta, kurang tepat kalau tanggung jawab yang ada di tangan hari ini belum selesai, tetapi beta sudah terlalu sibuk berbicara tentang jabatan berikutnya,”ujarnya.

SEKARANG WAKTUNYA KERJA.

Dirinya ingin menyelesaikan amanah yang dipercayakan masyarakat dengan sebaik-baiknya.Soal 2031, katong tunggu waktunya.

“Ketika tahapan politiknya sudah tiba dan aturan resminya sudah jelas, barulah katong bicara tentang proses itu,”terangnya.

“Kalau TUHAN masih memberikan beta umur panjang, kesehatan, kekuatan dan kesempatan untuk menyelesaikan amanah yang sedang beta emban dengan baik, barulah beta mempertimbangkan apa yang harus dilakukan selanjutnya,”imbuhnya.

Tidak hanya itu, dirinya tidak mau mendahului waktu. Dirinya mau mendahului kehendak masyarakat.”Dan terutama, beta seng mau mendahului kehendak TUHAN. Ada juga Basudara yang bilang beta seng berani bicara soal Pilkada karena beta seng ada uang.”jelasnyam

Namun, dirinya hanya senyum. Dia membiarkan mereka bicara dan memberikan penilaian masing-masing. Apalagi, dalam politik, orang bebas menilai.”Ada yang menilai seseorang dari keberanian. Ada yang menilai dari elektabilitas. Ada pula yang melihat politik semata-mata dari seberapa banyak uang yang dimiliki,”paparnya.

Meski begitu, anggota komisi II DPRD Provinsi Maluku ini tidak perlu membantah satu per satu.Sebab baginya keberanian bukan diukur dari seberapa cepat seseorang mendeklarasikan diri.
Kesiapan menjadi pemimpin juga seng bisa hanya diukur dari seberapa banyak uang yang dimiliki.

“Memang beta memahami realitas politik.Politik membutuhkan biaya. Konsolidasi membutuhkan biaya. Sosialisasi membutuhkan biaya. Perjalanan membutuhkan biaya. Organisasi dan kampanye juga membutuhkan biaya,”rincinya.

Namun, dirinya tidak pernah percaya bahwa masa depan Maluku Barat Daya hanya boleh ditentukan oleh siapa yang paling banyak uang.

“Kalau uang menjadi satu-satunya ukuran seseorang layak menjadi pemimpin, maka gagasan, rekam jejak, integritas, pengabdian, kemampuan dan kepercayaan masyarakat akan kehilangan nilainya,”tegasnya.

Dirinya hanya percaya masyarakat MBD semakin dewasa. Masyarakat bisa melihat siapa yang bekerja. Masyarakat bisa melihat siapa yang hadir dan bersuara ketika ada persoalan.

Masyarakat juga mampu membedakan siapa yang membangun hubungan dengan rakyat setiap hari dan siapa yang baru datang ketika momentum politik sudah dekat.

“Karena itu beta seng mau terpancing hanya karena ada orang bilang. Seng berani.”seng punya uang.” silakan dong bicara. Silakan dong memberikan penilaian. Beta memilih tetap bekerja,”ingatnya.

Sebab menurutnya, keberanian juga berarti mampu menahan diri, tahu kapan harus bicara, tahu kapan harus maju, dan tahu kapan harus fokus menyelesaikan tanggung jawab yang sedang dipercayakan.

“Bagi beta, JABATAN ITU MILIK TUHAN. Manusia boleh mempunyai keinginan. Manusia boleh mempunyai rencana. Partai politik mempunyai mekanisme dan pertimbangannya. Masyarakat mempunyai harapan dan pilihannya. Tetapi pada akhirnya, beta percaya TUHAN tahu kepada siapa sebuah jabatan dan tanggung jawab harus dipercayakan. Kalau TUHAN membuka jalan, seng ada seorang pun yang dapat menutupnya.Kalau TUHAN mempunyai rencana yang berbeda, beta juga harus menerima bahwa rencana TUHAN jauh lebih baik daripada rencana manusia,”paparnya.

Karena itu, prinsipnya tetap sederhana KERJA SAJA. Kerjakan sebaik-baiknya apa yang dipercayakan hari ini. Jangan terlalu sibuk mengejar sesuatu yang masih jauh, lalu lupa menyelesaikan tanggung jawab yang sudah ada di tangan.

“oal MBD 2031 ? Katong tunggu waktunya. Kalau waktunya tiba, katong bicara. Kalau masyarakat menghendaki, katong dengar. Kalau partai memberikan kepercayaan, katong pertimbangkan. Kalau TUHAN membuka jalan, katong jalani. Dan kalau bukan kehendak TUHAN, beta percaya ada orang lain yang TUHAN siapkan lebih baik untuk Maluku Barat Daya,”pungkasnya

Berbeda dengan Suantie, sering muncul di laman facebook miliknya, sering menyampaikan visi dan misi jika terpilih memimpin MBD. Pengusaha keturunan ini sering mendapat respon positif karena sejumlaj visi dan misinya sesuai berbagai persoalan dan geografis di bumi Kalwedo.

Namun banyak juga memberikan respon negatif kepadanya. Sebab, banyak warga menilai Pilkada MBD masih lama. Namun, Suanthie seolah-olah mengklaim sudah resmi ditetapkan sebagai calon Bupati MBD. Ini setelah flyer yang disebarkan mencantumkan calon Bupati MBD.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *