Connect with us

Pendidikan

Aneh, Kepsek SMA 1 MBD Tak Dilakukan Serah Terima, Siamiloy : Ini Sangat Memalukan

Published

on

AMBON,DM.COM,-Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Maluku Barat Daya (MBD) diganti. Namun, proses pergantian pucik kepemimpinan di sekolah itu tidak dilakukan serah terima.

Akibatnya, Gubernur Maluku, nelalui Kadis Pendidikan diminta melakukan pengawasan
agar tradiso serah terima jabatan dilakukan.”Jadi selain pelantikan pengisian jabatan yang kosong, ada juga pergantian Plt Kepala SMA Negeri 1 MBD dari pejabat lama Eliseus Duanlang kepada Pejabat baru Soleman Frans,”kata pemerhati pendidikan, Herman Siamiloy, kepada DINAMIKAMALUKU.COM, Selasa (13/10/2026).

Padahal, ingat dia, sejak tahun 2021 sampai dengan tahun 2024, Soleman Frans di percayakan sebagai Plt Kepala SMA Negeri 1 MBD. “Baru beberapa hari lalu, terjadi lagi pergantian Plt dari Eliseus Duanlang kepada Soleman Frans, namun pergantian tersebut tanpa melalui serah terima jabatan,”terangnya.

Dia menduga, pergantian Plt Kepsek, sangat sarat dengan nepotisme. “Apalagi pergantian dilakukan tanpa serah terima jabatan dan ini di katagorikan kejahatan terselubung karena sama halnya ketika terjadi pergantian Kepala Cabang Dinas Pendidikan MBD beberapa waktu lalu, itupun tidak dilakukan serah terima jabatan,”ungkapnya.

Untuk itu, harap dia, Kadis Dikbud Provinsi dan Gubernur Maluku harus tegas dalam melakukan pengawasan sehingga tidak terjadi berulang ulang karna sangat memalukan.

” Mengelola pendidikan tidak seperti mengelola perusahan jadi di atur suka – suka pimpinan tetapi harus berdasarkan Undang – Undang dan Peraturan Pemeriintah,”ingatnya.

Dia mencontohkan, pergantian Plt ini seperti permainan pindahkan tempat batu kecil ke sana ke mari atau mungkin lebih cocok di pakai istilah ARISAN.

” Seng ada orang lain lai. Jadi orang – orang itu saja. Harus diberikan kepercayaan juga kepada guru yang lain karena saya sangat yakin masih banyak yang lebih berkualitas hanya tiidak di beri kesempatan,”harapnya

Sebetulnya, lanjutnya, pergantian itu hal yang wajar tetapi yang tidak wajar adalah tidak di lakukan serah terima jabatan dari pejabat lama kepada pejabat baru .

Padahal, ingay dia, dalam rangka mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah, maka tanggal 5 Oktober 2026 bertempat di ruang rapat lantai 2 Kantor Gubernur, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa telah melantik dan mengambil sumpah sejumlah Kepala SMA / SMK dan SLB .

Dalam sambutannya , Gubernur mengatakan bahwa , jabatan Kepala Sekolah bukan sekedar posisi administratif , tetapi di balik setiap SK , terdapat amanah besar untuk menentukan masa depan generasi muda Maluku .

“Untuk itu , Kepala Sekolah harus menghadirkan perubahan dan jangan hanya jadi ” Bos . Penekanan Gubernur sangat beralasan , karena tidak semua pimpinan bisa menghadirkan perubahan jika pimpinan yang di lantik tidak berdasarkan meritokrasi tetapi berdasarkan Nepotisme pasti kinerjanya jauh dari yang kiita harapkan,”pungkasnya.(DM-04)

.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *